
TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2
Karina pun langsung melenggang pergi memasuki kamarnya dan mulai beristirahat sejenak meluangkan rasa lelahnya.
"Apakah pernikahan ini sebagai lelucon? Kenapa semuanya harus terjadi sama gue, pertunangan yang gue banggakan, kenapa harus kandas di tengah jalan, apa aku gak pantas bahagia? Mengapa dunia kau begitu kejam terhadap ku!" gumamnya lirih lalu menangis.
Karina pun meringkuk di kasurnya setelah bergelut dengan pemikirannya sendiri, entah apa yang membuatnya jadi seperti ini, yang jelas hatinya kini kacau.
Bukannya masih mengharapkan sang mantan, namun bayangan soal kebahagiaan, kemesraan dengannya begitu berputar bak layar lebar saja.
Karina pun mencoba memejamkan matanya, namun mata itu seakan tak mau di ajak berkompromi, sehingga membuat Karina susah untuk tidur.
Tak lama Davin yang berumur dua tahun pun masuk ke dalam kamarnya Karina dengan bantuan mamanya - Citra.
"Davin maksa kakak buat di anterin ke kamar kamu, kamu gapapa kan kalau Davin tidurnya sama kamu?" kata Citra sambil mendudukkan Davin di kasurnya Karina.
"Iya kak gapapa kok, biar aku ada temennya kan," Karina pun tersenyum.
"Ya udah ... Davin Mama tinggal keluar, ya, sayang?" Davin pun mengangguk dan Citra pun keluar dari kamarnya Karina dan menutup pintu kamarnya.
Karina pun merebahkan tubuhnya di kasur. "Avin mau tidur sekarang enggak?" tanya Karina sambil memiringkan tubuhnya menghadap Davin.
"Mau ... Avin temenin nty tidur, biar nty nya gak kesepian," balasnya sambil membaringkan tubuhnya dan menghadap Karina.
"Ya udah Avin tidur, biar aunty mpok-mpok pinggulnya, ya?"
"Iya ...!"
Karina pun mulai menepuk-nepuk bagian pinggulnya Davin dan Davin pun mulai tertidur, Karina pun mencium pipi gemoy nya Davin dan mulai tertidur dengan memeluk Davin.
★★★
Saat subuh menjelang, Karina pun bangun dari tidurnya dan mengambil handuknya untuk melangsungkan ritual mandinya karena Davin yang masih tertidur.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Karina pun langsung mengambil mukena dan sajadahnya, lalu melakukan shalat subuh sendirian.
Karina pun melakukan shalatnya dengan khusyuk dan terlebih meminta petunjuknya agar semua pernikahan yang di rencanakan keluarganya dan keluarga dari pihak laki-laki di lancarkan.
__ADS_1
Karina pun mengangkat kedua tangannya dan mulai berdoa. "Ya Allah ... hanya kepadamu lah aku meminta, hanya kepadamu aku ingin mencurahkan segala keraguan dan kebimbangan yang menyelimuti diri ini. Ya Allah ... semoga apa yang telah di rencanakan berjalan dengan mulus dan tak ada masalah yang akan membuatku patah kembali, semoga engkau meridhoi segala sesuatu yang sudah di rencanakan ... sehatkan lah semua keluarga hamba ya Allah ... aamiin ... aamiin, ya robbal alamin ...." Karina pun mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya.
Setelah itu membenahi sajadah dan mukenanya. Karina pun menyimpan kembali sajadah dan mukenanya ke lemari, setelah itu kembali menghampiri Davin yang masih tertidur, Karina pun mengusap-usap lembut pipinya Davin dan sesekali menciumnya.
Saat sarapan pagi berlangsung, ternyata Davin sudah bangun dan mencari keberadaan aunty nya yang tidak ada di kasur menemani dirinya tidur.
"Nty? Hiks ... hiks ... nty dimana?" Davin menangis sambil memanggil aunty nya dan tak lama Karina pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Davin yang sedang menangis itu.
Karina pun duduk di atas kasur dan menatap Davin. "Avin kenapa? Kok nangis?" tanyanya sambil memegang tangannya Davin.
Davin pun langsung mengusap air matanya dengan baju dan tersenyum. "Avin gapapa kok nty, Avin cuman takut kalau nty gak ada, telnyata nty dali kamal mandi, ya?" balasnya sambil tersenyum.
"Udah Avin gak usah nangis, aunty gak bakalan ninggalin Avin kok, aunty masih disini nungguin Avin. Ya udah yuk sekarang kita sarapan?" ajaknya.
"Ayo?" balasnya sambil merentangkan kedua tangannya karena mau di gendong dan Karina pun menggendongnya lalu membawanya ke meja makan.
"Ehh anak mama yang ganteng ternyata udah bangun, gimana tidurnya nyenyak?" kata Citra.
"Nyenyak mah, Avin mau makan?" balasnya sambil memegangi perutnya yang mungkin lapar.
Davin pun mengangguk dan Citra pun mulai menyuapi anak bungsunya itu.
Mereka pun sarapan dengan damai, sehingga setelah selesai pun mereka mulai beraktivitas yang lain.
Karina sedang bersantai di luar rumah di temani Gilang yang sedang bermain mobil-mobilan.
"Aunty kenapa? Kok diem aja dari tadi, aunty main sama aku, mau?" ucap bocah itu sambil menatap aunty nya.
Karina pun tersenyum. "Aunty lagi bingung sayang, main apa?" balas Karina yang menatap bocah itu juga.
"Main mobil-mobilan mau? Aku gak punya Barbie, kata mama Barbie cuman buat anak perempuan, makanya aku gak di beliin," ucap bocah itu dengan polosnya dan kelihatan menggemaskan.
Sebelum Karina turun dari kursi dan menghampiri Gilang, ponselnya malah berbunyi lebih dulu dan Karina pun mengangkatnya.
"Gilang, aunty angkat telpon dulu, ya? Nanti mainnya di lanjut, okay?" balas Karina.
"Okay aunty!" ucapnya sambil kembali memainkan mobil-mobilannya.
__ADS_1
Karina pun mulai berbicara dengan orang di telpon itu dan setelah selesai Karina pun kembali duduk.
Hanya butuh lima menit, orang yang tadi di telpon pun sudah sampai di rumahnya Karina. Alex, ya, dia memang Alex yang sudah merencanakan janji untuk fitting baju pengantin hari ini.
Alex pun meminta izin keluarganya Karina untuk mengajak Karina ke tempat fitting baju pengantin. Mereka berdua pun mulai berangkat kesana.
★★★
Sesampainya di tempat fitting baju, Karina dan Alex pun mulai melihat-lihat baju pengantin yang mewah namun terlihat elegan.
Yang melayani kali ini langsung dari pendesain nya dan mulai menawarkan hasil rancangannya dan setelah berbincang mengenai ini itunya, lalu Alex setuju dengan gaun pengantin yang terlihat elegan nan mewah itu.
Setelah selesai sekitar pukul sebelas siang, Alex pun langsung mengajak Karina untuk makan siang.
Pesanan pun datang, keduanya mulai menyantap makanan itu.
"Kamu kenapa, kok dari tadi kayak yang gak semangat gitu, ada apa?" tanyanya sambil menatap wajahnya Karina.
"Aku gapapa kok, hanya sedikit pusing. Kamu yakin mau melanjutkan pernikahan kita?" balasnya yang membuat Alex menghentikan makannya dan langsung menatap heran ke arah Karina.
"Kenapa, kamu mau pernikahannya di batalkan? Ya udah aku bakalan telpon semua orang yang sudah menyiapkan pernikahan kita, biar di batalkan," ucap Alex sedikit kecewa terlihat jelas dari raut wajahnya.
Karina pun memegang tangannya Alex dan menggelengkan kepalanya. "Jangan ... aku gak minta kamu buat batalin pernikahan kita, cuman aku sedikit masih bimbang aja, kamu ngerti kan posisi aku sekarang?" balas Karina.
"Aku gak mau memaksa kamu Karina, aku takutnya kamu tidak bahagia saat menikah denganku, mungpung acaranya masih jauh, lebih baik dari sekarang kan?"
"Enggak Lex, kalau bisa pernikahan kita di majuin aja, gimana?" Karina pun menatap Alex dengan puppy eyes nya yang menggemaskan.
"Kamu serius mau di majuin?"
"Iya aku serius,"
"Ya udah nanti aku bicarakan lagi dengan mereka," Karina pun mengangguk.
Tak lama Alex pun membayar bill nya lalu mengajak Karina untuk langsung ke rumahnya dan membicarakan tentang pernikahan yang ingin di majukan tanggal nya.
#bersambung
__ADS_1