TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Jalan-Jalan.


__ADS_3

TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2


Alex pun kembali tersenyum, dan memeluk tubuhnya Karina, lalu kepalanya Alex ia sandarkan di dadanya Karina. Sepertinya nyaman bersandar disana, ya. Karina pun malah memainkan rambutnya Alex.


Mimpi apa aku ini, kok bisa menikah sama orang yang bahkan aku aja gak tahu sifatnya kek apa, tapi sepertinya aku gak butuh itu, karena yang aku butuhin hanya kenyamanan, kepercayaan. Karina.


"Sayang." panggil Karina dengan lembut, sambil mengusap pipinya Alex pelan.


"Hemm." Alex pun mendongakkan kepalanya untuk menatap wajahnya Karina.


"Kita jalan-jalan yuk. Aku bosen kalau di rumah terus. Mau yah, please." Karina pun mulai menunjukkan puppy eyes nya yang imut.


"Mau jalan-jalan kemana, diluar kan panas, entar kamu jadi item lho," Alex pun menatap Karina, dan kembali duduk seperti biasa.


"Ih enggak. Ayo dong, seharian dikamar bosan juga, kayak di kurung aku nih." rengek nya sambil cemberut.


"Ya udah ayo, tapi nanti sore kita udah harus pulang, karena aku mau ngajakin kamu tinggal di mensionnya aku aja, ya," Alex pun mulai bangun, dan melangkah kan kakinya menuju ke kamar mandi.


"Okay." Karina pun berjalan menuju ke meja riasnya, dan sedikit menambhakan bedak di wajahnya, dan sedikit mengoleskan lipstik di bibir pink mudanya itu.


Tak lama Alex pun keluar dari kamar mandi, dan menghampiri Karina, lalu ikut bercermin juga untuk membenarkan tataan rambutnya.


Setelah itu mereka berdua pun keluar dari dalam kamar, dan menuju ke ruang utama yang dimana disana ada Citra sedang bermain dengan kedua putranya, sedangkan Adit sedang keluar sebentar, bersama Papa.


"Kak, aku sama Alex mau jalan-jalan keluar dulu, ya. Kakak gapapa kan kalau di tinggal dulu." ucapnya sambil jongkok, dan memainkan pipi gembul nya Davin.


"Jalan-jalan, ya. Ya udah gapapa kok, kalian pergi aja, kan kakak juga ada temennya, mereka," balasnya sambil tersenyum.


Karina pun membalas senyuman kakaknya itu, dan tiba-tiba Davin pun berdiri, dan langsung memeluk Karina.


"Nty mau kemana. Avin mau ikut sama nty. Mama bolehkan Avin ikut sama nty Kalina." ucapnya sambil menatap ke arah Citra.


"Mm ... sayang jangan ikut ya, aunty mau pergi sama om, jadi Avin di rumah aja sama Mama."


"Gak mau, Avin mau ikut." dan jurus terakhirnya adalah menangis.


"Udah Avin gak boleh nangis, kalau Avin mau ikut, ayo. Kak gapapa kan kalau di ajak." izinnya, dan Davin pun sudah berhenti dari nangisnya.


"Gapapa kalau kamunya gak keberatan, nanti kerepotan gimana,"


"Enggak kok, Alex gapapa kan kalau aku ajakin Davin."


"Iya gapapa, kan yang mau jalan-jalan juga kamu," balasnya pasrah.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu, aku pamit pergi dulu, assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam,"


Mereka bertiga pun keluar dari pintu utama, dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah siap untuk pergi.


Sesampainya di taman kota, mobil yang digunakan Alex pun mulai terparkir rapi diarea, supir pun langsung turun untuk membukakan pintu majikannya.


"Kamu bawa pulang aja mobilnya, nanti kalau kami sudah mau pulang, saya telpon kembali." titahnya.


"Baik pak," setelah itu sang supir pun kembali pulang ke kediamannya Almahendra.


Karina, Alex, dan Davin pun mulai jalan-jalan di taman, dan duduk santai di bangku taman.


"Aku mau ice cream. Avin sayang, kamu mau ice cream, gak." tanyanya pada sang ponakan.


"Mau," jawabnya cepat, karena memang Davin suka sekali ice cream.


"Ya udah kamu tunggu disini, biar aku aja yang beli, ya." sambung Alex yang sudah siap untuk pergi membeli ice cream. Karina pun mengangguk, dan Alex pun mulai pergi membeli ice cream.


Tak lama Alex pun datang dengan dua ice cream di tangannya, lalu Alex pun memberikan satu ice cream itu untuk Davin, dan satunya lagi untuk Karina. Karena susah dibuka, Davin pun akhirnya merengek minta di bukakan plastik ice cream nya, dan Karina pun membukanya.


Davin pun langsung memasukkan ice cream itu ke dalam mulutnya dengan antusia, dan bahkan kini ice cream itu belepotan kemana-mana. Karina yang melihatnya pun sedikit menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.


Alex pun hanya tersenyum setelah melihat kelakuannya Davin yang terlihat menggemaskan itu. Karena di taman ada permainan untuk anak kecil, Davin pun berlari ke arah ayunan setelah ice cream nya habis. Karina dan Alex pun mengejarnya, karena takut Davin kenapa-napa. Di sana Karina, dan Alex pun duduk kembali di bangku taman, sambil memperhatikan Davin yang sedang memainkan ayunan itu.


Alex pun menatap wajahnya Karina yang cantik itu. "Sayang." panggilan lembut dari bibirnya Alex.


Karina pun menatap Alex yang sedang menatapnya sambil tersenyum. "Iya, kenapa," balasnya tak kalah lembut.


"Aku mau punya baby yang menggemaskan seperti Davin." ucapnya.


"Apaan sih, udah deh jangan mulai," balasnya dengan cuek.


"Ya udah, tapi tadi kamu udah janji lho, kalau nanti malam kita a b c d, itu lho, ya." Karina pun mengangguk.


Alex pun sedikit menyandarkan kepalanya di bahu Karina, dan tangannya ia lingkarkan di pinggangnya Karina.


★★★


Sesampainya di rumah, Citra dan Adit pun sudah siap dengan kopernya masing-masing, mereka sudah siap untuk kembali pulang ke rumahnya di luar kota sama seperti Kirana, dan Alan.


Sebelum pergi, Davin pun menghampiri Karina dan memeluknya. "Nty Avin pulang dulu, ya. Nty disini sama om dulu, nanti Avin kesini lagi sama Mama, sama Papa." ucapnya sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Iya ... Avin disana jangan nakal, ya, Avin harus nurut sama Mama. Okeh ganteng."


"Okeh." balasnya antusias.


Setelah itu Citra dan Adit pun berpamitan dan pulang.


"Pah, sepertinya Alex juga bakalan pindah dari sini mulai hari ini, kalau Papa mau, Papa bisa ikut kok dengan kami." ucapnya dengan sopan.


"Gak usah nak, biar Papa disini aja, Papa gapapa kok, lagian Papa juga udah biasa di rumah sendiri, karena Karina juga suka nginep di apartemen nya sendiri." balas sang Papa.


"Beneran nih Pah. Papa tenang aja, nanti Karina bakalan tengok Papa terus," sambung Karina.


"Iya sayang." balasnya.


Lalu Karina dan Alex pun masuk ke dalam kamarnya untuk menyiapkan barang yang perlu dibawa.


Setelah selesai, Karina dan Alex pun mulai berpamitan dan pergi menuju ke mensionnya Alex yang tak jauh dari rumahnya Karina.


★★★


Sesampainya di mension, Karina dan Alex pun disambut oleh para maid di rumahnya Alex.


"Selamat datang tuan dan nona." kata kepala pelayan.


Karina dan Alex pun hanya melemparkan senyum ke arah kepala pelayan itu, lalu masuk ke dalam rumah, dan koper yang dibawa pun sudah di bawa oleh pelayan yang lain.


"Maaf tuan, apakah kalian akan langsung makan, atau ada hal lain dulu yang harus saya kerjakan." tanya pak Haris kepala pelayan di mensionnya Alex.


"Tidak usah pak Haris, kalau untuk makan, palingan hanya makan malam saja," balasnya.


"Baik tuan." pak Haris pun kembali ke dapur untuk memberi instruksi kepada pelayan yang lainnya.


Karina dan Alex pun sudah berada di dalam kamar nya.


"Gerah banget rasanya." ucap Karina sambil duduk di sofa, dan memainkan ponselnya.


Alex pun langsung menyalakan AC agar Karina tak merasakan gerah lagi, lalu Alex pun kembali mendekati Karina.


Karina pun masih cuek memainkan ponselnya, dan tak menghiraukan Alex yang sudah berbaring di sampingnya, dan pahanya Karina dibuat jadi bantal. Alex membaringkan tubuhnya sambil miring ke arah Karina, dan bagian kepalanya tepat menghadap ke arah perut.


Perlahan di ciumnya perut Karina yang rata itu, tangannya pun mulai tak bisa di kondisikan, tangan itu merayap kebagian yang sudah di incar nya. Setelah mendapatkan apa yang di inginkan nya, senyum kecil itu terbit dari bibirnya Alex.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2