TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Daffa Yang Manja


__ADS_3

#TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2


♥️ Happy Reading Guys😘 ♥️


Ke esokan harinya, Daffa pun sengaja tak masuk kantor karna rasa malasnya dan menyerahkan semua pekerjaan nya kepada Jodan asisten pribadinya.


Jenny POV


Saat meeting tiba, Jenny begitu kecewa saat tak mendapati Daffa di ruangan meeting dan tetap memasang wajah badmood nya. Sampai meeting selesai pun raut wajah nya Jenny masih di tekuk dan belum terukir senyuman sejak tadi meeting.


Jodan berdiri tepat di hadapan nya Jenny. "Kamu kenapa? Kalau ada masalah, bisa gak kalau masalah nya gak usah di bawa ke pekerjaan? Harus profesional dong, kalau klien kecewa bagaimana? Apa yang mau kamu katakan sama Pak Daffa nanti?" kata Jodan tegas.


Jenny pun berfikir sejenak. "Iya Pak maaf, saya gak akan ngulangin hal yang kayak tadi lagi deh, beneran? Oh iya, saya cuman mau tanya, Pak Daffa kenapa gak datang pas meeting?" balas Jenny sambil menatap wajahnya Jodan yang keliatan cool itu.


"Saya tidak tau pasti alasannya apa, yang intinya Pak Daffa sedang sibuk di rumahnya, kenapa kamu selalu bertanya tentang Pak Daffa?" kata Jodan sambil pergi dari hadapan nya Jenny.


"Karna gue gak bisa kalau gak liat dia sehari, karna cuman dia penyemangat gue kerja disini! Apa jangan-jangan dia lagi sibuk sama tunangan nya lagi, gue makin gak tenang aja nih!" batin Jenny sambil duduk di kursi nya.


Karina POV


Sebelum jam pulang tiba, Karina pun meminta Jefan untuk menghandle pekerjaan nya bersama dengan Felicia.


"Jefan, kamu bisa mengurus nya kan? Saya tau klien kali ini sangat cerewet, tapi saya minta kamu harus bisa menangani klien yang satu ini, jangan sampai kontrak kerja sama nya berantakan dan gagal?" ucap Karina tegas sambil berdiri dari tempat duduk nya.

__ADS_1


"Inshaa Allah saya bisa menghandle nya, Bu, Ibu tidak usah hawatir, saya dan Felic akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan kontrak kerja sama dengan nya?" balas Jefan sambil tersenyum.


"Ya sudah, kalau gitu saya tinggal!" kata Karina sambil berjalan keluar dari ruangan nya dan di ikuti Jefan.


"Baik, Bu!" balas nya menurut.


Karina pun keluar dari kantor nya dan menuju ke parkiran setelah itu melajukan mobil nya dan pergi menuju ke rumah nya Daffa.


★★★


Sesampai nya di kediaman Daffa, Karina pun langsung masuk ke dalam rumah nya Daffa dan bertemu dengan Lidia-Mamanya Daffa.


Karina pun mencium punggung tangan Mama nya Daffa. "Mah? Gimana kabar nya? Sehat?" kata Karina dengan lembut.


"Kerja, aku baru aja minta izin pulang duluan, tadi nya ada meeting penting tapi aku malas?" kata Karina tersenyum kecut.


"Kamu ini, Mama juga dulu gitu waktu di suruh meeting malah pulang karna malas juga, lucu juga sih, ya, ngehindarin klien yang bawel, cerewet bikin emosi kadang, tapi harus tetap sabar, biar kontrak tetap jalan?" balas Lidia yang pernah mengalami kejadian seperti Karina saat ini.


Karina pun tersenyum manis. "Bener banget Mah, yang ada otak juga ikutan kesel deh, tapi itu mungkin resiko jadi orang penting kan, ya, Mah?"


Lidia pun mengangguk. "Iya sayang bener banget, tuh kan Mama jadi lupa kalau hari ini ada pertemuan penting sama ibu-ibu rempong?" balas nya sambil bangun dari duduk nya dan meninggalkan Karina dengan terburu-buru.


Karina yang melihat kelakuan Mama nya Daffa itu hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. Tak lama dari itu Karina pun mencoba naik ke anak tangga yang ada di rumah nya Daffa dan menuju ke kamar nya Daffa.

__ADS_1


Tokk! Tokk! Tokk!


Suara pintu di ketuk pun terdengar di telinga nya Daffa yang sedang sibuk main game di kamar nya, Daffa mengabaikan ketukan pintu itu namun tak lama dari itu suara ketukan itu pun kembali terdengar dan Daffa pun terpaksa keluar dari permainan yang di mainkan nya dan membuka pintu kamar nya.


Saat Daffa membuka pintu itu, nampaklah seorang gadis cantik yang sedang tersenyum ke arah nya.


Daffa pun tersenyum kala menatap manik hitam milik Karina dan mata mereka pun saling bertemu.


"Sayang, kamu itu adalah segala nya bagi aku, jadi aku mohon jangan pergi tinggalin aku, ya?" kata Daffa saat keheningan itu terjadi dan Daffa yang memulai percakapan itu.


"Aku gak akan pernah ninggalin kamu, Daff, kamu kenapa sih?" balas Karina sambil tetap menatap netra itu dalam dan penuh arti.


"Aku gapapa, aku cuman takut, takut kalau kamu akan pergi ninggalin aku?" kata Daffa sambil menangkup kedua pipi chubby nya Karina.


"Udah kamu gak usah mikir yang enggak-enggak, aku gak bakalan ninggalin kamu kok, mau keluar kamar gak?" balas Karina sambil memegang tangan nya Daffa.


Daffa pun mengangguk dan langsung memeluk tubuh nya Karina erat dan Karina pun membalas pelukan nya Daffa.


"Gak usah begini dong Daff, aku janji sama kamu kalau aku gak bakalan ninggalin kamu, apapun yang terjadi, aku bakalan selalu ada buat kamu?" Karina pun mengusap pelan punggung nya Daffa.


"Aku juga janji sama kamu, kalau aku gak akan ninggalin kamu?" Daffa pun melepaskan pelukan nya dan bersikap manja kepada Karina dan kembali menatap wajahnya Karina yang cantik itu sambil tersenyum dan Karina pun membalas senyuman nya Daffa.


Tak lama dari itu mereka berdua pun turun dari lantai atas ke lantai bawah dan kembali mengobrol di ruang tamu, mereka pun saling mengungkapkan perasaan cinta nya kembali walau pun mereka telah bertunangan. Apa salahnya kan mengulang mengatakan perasaan seperti pertama bertemu? Itu gak ada salah nya kan!

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2