
#TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2
♥️ Happy Reading Guys😘 ♥️
★★★
Setelah beberapa hari berlalu, kini Desva sekretaris nya Daffa pun resmi keluar dari PT Praja Sejahtera karna akan melangsungkan pernikahannya dan tinggal di luar negeri ikut suaminya.
Jenny yang terlihat jenius dan pintar pun langsung mendapat posisi sebagai pengganti Desva sesuai kriteria kerja di PT itu.
"Bapak yakin ingin menaikkan jabatannya Jenny jadi sekretaris, Bapak?" tanyanya seperti tidak percaya kalau Daffa memutuskan untuk mengangkat Jenny sebagai sekretarisnya.
"Iya Jo, bukannya dia pintar? Saya sendiri sudah melihatnya bekerja sangat rajin dan handal, walaupun dia tidak tau saya adalah bosnya, lebih baik begitu, nanti kamu yang urus dan suruh dia untuk ke ruangan saya?" titahnya tegas sambil berlalu meninggalkan Jodan.
Jodan pun mengangguk. "Baik, Pak!" balasnya sambil ikut keluar juga dari ruangannya Daffa.
Author POV
Daffa pun naik ke lantai lain kantornya dan bersantai disana. Tidak ada yang akan melarang nya atau pun memarahinya, kecuali Pak Praja sendiri-Papanya Daffa.
Setelah itu Daffa pun mencoba menghubungi Karina. Sambil memandangi wajahnya Karina yang terpajang sebagai ikon kontak itu, Daffa sesekali tersenyum. Dan tak lama telponnya tersambung.
¥ Via Telpon ¥
"Sayang? Lagi sibuk gak?"
"[....]"
"Oh gitu, aku cuman mau bilang sama kamu, Desva resmi keluar dari kantor, dan aku berniat menggantikannya dengan Jenny?"
"[....]
__ADS_1
"Iya sayang, nanti aku kenalin sama kamu, kamu gak usah hawatir dia udah lama bekerja disini sih?"
"[....]"
"Ya udah aku tutup dulu telponnya, ya?" Setelah itu Daffa pun memutuskan sambungan telponnya dan kembali masuk ke dalam ruangannya. Tak lama dari itu Jodan pun datang dengan membawa Jenny yang mengikutinya dari belakang.
"Saya sudah membawa Jenny, Pak?" lapornya sambil sedikit menunduk.
"Baiklah, silahkan duduk?" balas Daffa sambil memutar kursinya dan nampaklah wajah tampan yang sering Jenny temui di kantor. Matanya langsung membelalak kaget dan tak percaya kalau seorang pria yang mampu menarik perhatiannya itu adalah bosnya sendiri.
Jenny pun duduk di kursi di depannya Daffa, sedangkan Jodan langsung keluar dari ruangannya Daffa. "Bapak ada keperluan apa memanggil saya ke ruangan Bapak?" tanyanya.
"Saya memanggil kamu kesini karna saya sedang membutuhkan seorang sekretaris yang pandai seperti kamu? Kamu bisa menjalani tugas yang menumpuk dari saya?" balas Daffa tegas sambil memainkan balpoin yang di pegangnya.
"Saya akan berusaha sebaik mungkin, dan saya tidak akan mengecewakan bapak yang sudah memilih saya?" ucapnya tersenyum.
"Baiklah!" setelah itu Daffa pun kembali memanggil Jodan dan menyuruhnya untuk mengantarkan Jenny ke ruangannya.
"Baik, Pak!" balas Jenny.
Setelah itu Jodan pun mengantarkan Jenny masuk ke ruangannya dan mulai membantu Jenny sesuai yang di perintahkan Daffa.
Setelah Jenny mengerti, Jodan pun keluar dari ruangannya Jenny.
"Oh my God ... kok gue sampai gak tau sih kalau cowok ganteng itu bos gue sendiri, bodoh dasar, ya!" gumam Jenny sambil senyam-senyum gak jelas.
"Kalau dia adalah bos gue berati gue bisa dong buat deketin dia, semoga aja dia belom menikah!" sambungnya lagi.
Karina POV
Setelah tugas di kantornya selesai, Karina pun langsung pulang dari kantornya. Niatnya sih ingin mengajak sang papa buat terapi jantungnya. Sebelum keluar dari kantor Karina pun memanggil Jefan terlebih dulu.
__ADS_1
Jefan pun menghampiri. "Ibu memanggil saya? Ada apa?" tanyanya dengan lembut.
"Saya akan membawa Papa saya untuk pergi terapi, dan saya minta kamu untuk ikut, karna kekasih saya yang masih sibuk di kantornya, bisa?" balas Karina sambil menatap wajah asistennya itu.
"Tentu saja saya bisa, Bu. Oh iya, kapan Ibu akan berangkat?" tanyanya memastikan.
"Hari ini juga, kamu udah selesai kan dengan tugas yang saya kasih?" balasnya.
"Tentu saja sudah selesai, Bu!"
"Ya sudah, ayo ikut dengan saya? Karna saya pasti akan membutuhkan kamu disana?" Jefan pun mengangguk dan mulai mengikuti Karina pulang ke rumahnya dan membawa Papanya ke tempat terapi dengan Jefan yang mengemudi mobil.
Daffa POV
Sekitar jam satu siang, Daffa pun datang ke rumahnya Karina namun pembantunya bilang kalau Karina pergi mengantarkan Papanya untuk terapi jantung. Karna sebelumnya Karina sudah menelpon Daffa, namun tidak di angkatnya karna sedang sibuk di kantornya.
"Pantesan aja tadi nelpon, nyatanya dia mau bawa Papa terapi, karna gue sibuk jadi gak bisa nganter deh!" gumamnya sambil kembali masuk ke dalam mobilnya dan pulang.
Sesampainya di rumah, Lidia Mama nya Daffa pun menanyakan soal Karina.
"Karina gak ikut kesini, Daff?" tanyanya.
"Enggak Mah, Karina lagi pergi nganterin Papa terapi, biasa lah!" balas Daffa sambil duduk bersandar di kursi.
"Oh gitu, ya udah gapapa, kamu mandi dulu sana, nanti makan?" titah Lidia lembut.
"Baiklah!" balas Daffa sambil berdiri dan menuju ke kamarnya.
Daffa pun mulai melakukan ritual mandinya dan setelah selesai Daffa pun langsung makan sambil menunggu kabar dari kekasihnya.
#bersambung
__ADS_1