TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Tidak Semulus Yang di Pikirkan!


__ADS_3

Selamat Membaca😊


***


Setelah mendapat kabar itu, Alex langsung bergegas pergi menuju ke rumahnya Daffa.


***


"Gimana Lex? Ada kabar apa yang lo bawa?" tanya Daffa sambil bangun dari duduknya.


"Entah kabar baik, entah kabar buruk, gue gak ngerti lagi harus bilangnya kek gimana, yang intinya, yang di bilang si Alan soal si Kirana itu bener, ternyata emang dia lho yang ngasih makanan buat si Karina, dia juga yang sengaja ganti namanya pake nama si Angel?" jelas Alex dengan mulai memperlihatkan cctv yang di dapatnya, dari para kepercayaannya.


"S*****!" ucap Daffa singkat, setelah melihat rekaman cctv itu.


"Gue mau, lo urus semua ini sampai tuntas, lo usut juga si Kirana buat di jeblosin ke penjara, karna dia udah keterlaluan, masa iya adiknya sendiri di racun, buat apa coba?" cetus Daffa.


"Gue juga gak ngerti, yaudah jadi gimana nih, elo mau ikut gue ke kantor polisi gak?" tanya Alex.


"Hayu!" balas Daffa singkat.


Setelah itu mereka berdua pun langsung bergegas pergi ke kantor polisi, dan mulai melaporkan kejadian yang menimpa Karina itu.


Setelah polisi menerima laporan itu, dengan banyak bukti yang di perlihatkan, polisi pun langsung bergerak untuk menangkap Kirana di kediamannya.


***


Rencana yang seharusnya mulus itu, ternyata tidak semulus yang di pikirkan, saat polisi sampai di kediamannya Almahendra, Kirana langsung menyadari kalau polisi itu akan menangkapnya, dan Kirana pun memilih kabur dari rumah dengan melewati pintu belakang, yang langsung tertuju ke arah hutan.


Almahendra yang mendengar kabar bahwa Kirana adalah dalang dari racun mematikan itu, akhirnya tumbang karna penyakit jantungnya.

__ADS_1


Pada akhirnya Almahendra pun langsung di larikan ke rumah sakit Muara Bunda.


Tak lama dari itu, asisten pribadi Almahendra pun langsung menghubungi Citra anak pertama dari Almahendra, karna Karina sudah berada di rumah sakit bersama Daffa, dan Alex.


"Ini sebenarnya ada apa sih Daff? Kenapa papa sampai masuk ke rumah sakit, dan penyakit jantungnya kambuh?" tanya Karina dengan isak tangis yang tak bisa di bendungnya.


"Sayang kamu yang tenang, ya, ini bukan waktu yang tepat buat ceritain kejadian yang sebenarnya, aku mau kamu tenangin diri kamu dulu, setelah kamu tenang, aku janji deh bakalan ceritain semuanya sama kamu, ya?" balas Daffa menenangkan Karina, dan tak lama memeluknya perlahan.


Karina pun masih tetap menangis di pelukannya Daffa.


Tak lama dari itu Citra, dan Adit pun datang ke rumah sakit.


"Paman? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa papa bisa masuk rumah sakit?" tanya Citra kepada Teddy, dengan air mata yang terus saja mengalir di pipinya.


"Tuan hanya syok saja dengan kejadian yang menimpanya, maka dari itu, tuan mengalami jantungan?" balas Teddy dengan sopan.


"Ya Allah... Kok bisa sih, sebenarnya ada apa ini, terus Kirana kemana? Kok dia gak ada nemenin papa disini? Karina?" tanya Citra dengan menghampiri Karina yang masih menangis di pelukannya Daffa.


"Yaudah biar kakak temui Daffa dulu! Sayang, kamu tolong jagain Karina dulu, ya?" pinta Citra kepada Adit suaminya.


Adit pun hanya mengangguk, dan tak lama Citra pun menghampiri Daffa yang sedang duduk di pojokan bersama Alex.


"Daffa? Boleh kah kakak tanya satu hal sama kamu?" tanya Citra sambil duduk di kursi.


"Iya kak boleh, kakak mau tanya apa, ya?" balas Daffa sambil menoleh ke arah Citra.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa papa bisa masuk rumah sakit, dan terkena jantungan?" tanya Citra yang penasaran.


"Sebenarnya saya gak siap ceritain ini sama kakak, tapi mau gimana lagi, kakak yang udah tanya, ya saya pasti jawab," balas Daffa dengan menghela nafas panjangnya.

__ADS_1


"Semua kejadian ini, ada sangkut pautnya sama kejadian Karina yang keracunan di apartemennya waktu itu, dan yang lebih bikin syoknya yaitu pelaku dari kejahatan ini, ya, Kirana?" sambung Daffa dengan beratnya.


Citra pun sontak kaget, dan tak percaya dengan yang di bilang Daffa. "Kamu gak bohong kan sama kakak? Gak mungkin lah Kirana setega itu sama adiknya sendiri, kamu sendiri kan tahu, kalo Karina itu sodara kembarnya Kirana, kamu jangan bikin suasana keluarga kakak jadi tambah panas, ya?" cetus Citra dengan nada yang mulai meninggi.


"Saya kan sudah bilang sama kakak, saya juga tidak siap untuk menceritakan ini sama kakak, memang itu kenyataannya kok, saya juga udah punya banyak buktinya, dan kini Kirana kabur entah kemana, kalo memang dia tidak melakukannya, kenapa dia harus kabur?" jelas Daffa dengan perlahan.


"Iya juga sih, tapi kakak masih gak percaya aja gitu, masa iya sih Kirana bisa setega itu, memangnya ada masalah apa antara Kirana, dan Karina coba?" tanya Citra dengan menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Saya juga gak tahu, apa motifnya Kirana melakukan semua ini, yang tahu cuman Kirana nya sendiri, polisi juga lagi mencari keberadaannya Kirana sekarang," balas Daffa.


"Yaudah deh, kakak udah gak bisa ngomong apa-apa lagi, semua yang kamu omongin tadi, gak bisa kakak cermat di kepala sedikit pun, karna kakak masih belom bisa bayangin semuanya," ucap Citra sambil bangun dari duduknya dan kembali menghampiri Adit, dan Karina dengan air mata yang masih menetes di pipinya.


"Sayang kenapa? Kok kamu nangis lagi? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Adit dengan mengelus lembut punggungnya Citra.


Hiks! Hiks!


Suara tangisan Citra pun pecah saat Adit sang suami bertanya, dengan cepat Adit memeluk istrinya dan menenangkannya.


Karina yang kebingungan pun langsung saja menghampiri Daffa, dan menanyakan kenapa kakaknya menangis. "Daffa please, answer me?what happen?" tanya Karina dengan menatap wajahnya Daffa.


"Okeh... Aku udah tahu siapa orang yang ngeracunin kamu, dan aku mencoba untuk menangkapnya, aku, Alex, beserta polisi datang ke rumah kamu, untuk menangkap si penjahat itu, tapi gagal, dia tahu dengan maksud kedatangan kita, akhirnya dia lari, melewati pintu belakang, dan sekarang polisi lagi mengejarnya, dan dia adalah Kirana, sodara kembar kamu sendiri," jelas Daffa yang membuat Karina melongo tak percaya dengan yang di bicarakan Daffa barusan.


"Kenapa malah diam? Kamu gak percaya sama aku? Udah jelas banyak bukti baru aku bertindak, dan semua ini malah bikin papa kamu drop, aku minta maaf, karna gak bilang kamu dulu," ucap Daffa merasa bersalah.


"Gapapa kok, yang aku bingung, kenapa Kirana setega itu sama aku, padahal aku juga gak pernah deh bikin dia terluka, kamu sendirikan tahu aku?" balas Karina sambil menunduk.


"Udah gak usah di fikirin, nanti juga kalo Kirana nya udah ketangkep, kamu bisa langsung tanyain sama dia, kenapa dia bisa setega itu sama kamu," ucap Daffa lembut.


"Yaudah!" jawab Karina singkat.

__ADS_1


Dan tak lama dari itu, Daffa pun langsung memeluk Karina, dan Karina pun kembali menangis di pelukannya Daffa.


#bersambung


__ADS_2