
***
Setelah pulang sekolah, Kirana, dan Karina pun mengobrol dibelakang rumah. Sebelum itu Kirana pun memesan kepada pembantunya untuk membelikan banyak makanan untuknya, dan Karina.
***
Setelah makanan sudah disiapkan, Kirana, dan Karina pun mulai mengobrol soal tongkrongan yang dibilang Alan tadi disekolah.
"Gimana tadi Karin, kamu mau ngomongin soal apa, sama aku?" tanya Kirana sambil membuka cemilannya.
"Iya, Kir, Bayu sahabat gue, mau diteraktir makan sama kita ber-empat, gak hanya Bayu kok, Kiki, sama Farel juga ikutan minta ditraktir?" balas Karina sambil meminum jus miliknya.
"Lahh kok gitu, kenapa mereka gak minta sama Alan aja, yaudahlah Karina kamu tenang aja, kan masih ada aku, aku juga bisa kok, buat teraktir mereka, ya, kan?" ucap Kirana dengan kembali mengambil makanan yang lain.
"Ya emang mintanya aja sama kita ber-empat, sama lo, gue, Alan, terus sama Daffa juga mereka minta lho," ujar Karina yang tengah sibuk memainkan gadgetnya.
"Oh gitu ya, temennya Daffa diajak juga kan?" tanya Kirana menatap Karina.
"Tentu saja, masa iya gue ajakin Daffanya doang, yaudah jadi kapan nih, kita makan barengnya?" tanya Karina.
"Terserah kamu aja, kamu sama Alan atur aja deh, buat tempat sama harinya, aku sih ngikut aja!" balas Kirana Tersenyum, dan Karina pun hanya Mengangguk.
Setelah itu Karina pun beranjak bangun dari tempat tidurnya dan mengambil sebagian makanan dan dibawanya ke loteng untuk dimakan disana sambil menonton tv.
Tak lama dari itu, Almahendra sang Papanya Kirana, dan Karina pun pulang dari tempat kerjanya, dan membawakan hadiah untuk anak-anaknya.
"Citra? Kirana? Karina? Papa pulang nih, kalian gak mau nemuin Papa gitu?" teriak Almahendra menyeru ke-tiga putrinya. Namun yang menghampiri hanya Kirana, dan Karina, karna Citra yang lagi pergi dengan tunangannya Aditya.
"Wahhh ... Papa bawa apa nih, banyak banget Pah?" tanya Kirana yang langsung mengambil banyak tas yang dipegang Papanya itu.
"Iya sayang, ini hadiah yang Papa bawa untuk kalian, dan Papa udah pisahin buat kalian masing-masing, dicek aja, disetiap tas ada namanya, jadi jangan berebut ya?" ucap Almahendra dengan lembut. Karina pun hanya mengangguk dan sedikit cuek.
"Oh iya, Kakak kalian kemana ya, kok gak keliatan, terus Papa panggil juga gak nyaut?" tanya Almahendra sebelum pergi ke kamarnya.
"Kak Citra lagi pergi sama Kak Adit Pah, jadi gak ada dirumah!" balas Kirana.
"Yasudah tidak apa-apa, sekarang kamu simpan saja punya Kakakmu dikamarnya, ya?" ucap Almahendra sembari pergi dan masuk ke dalam kamarnya.
Kirana pun mengangguk, dan mulai memberikan empat tas kepada Karina, dan menyimpan tas milik Citra dikamarnya.
Setelah itu Karina pun membawa tasnya ke dalam kamar dan menyimpannya saja, tanpa penasaran ingin membukanya.
Sedangkan Kirana langsung membuka hadiah dari Papanya itu.
Saat sedang asik membuka hadiah dan menjajalnya, tiba-tiba Ponselnya Kirana berdering.
Kirana pun mengambil ponselnya, dan tertera nama Alan dilayar ponselnya, dan menggeser layar ponselnya untuk mengangkat telpon itu.
¥ Via Telpon ¥
"Sayang, apa kamu sudah mendengar kabar tentang sahabat aku?" tanya Alan dari sebrang sana.
"Tahulah sayang, Karina udah ceritain semuanya ke aku tadi, memangnya kamu yakin mau traktir temen kamu barengan sama Karina, dan Daffa juga," balas Kirana.
"Ya, tadinya mau ber-lima saja, tapi Karina menolaknya, alasannya karna Karina gak mau kalo kamu salah paham sama aku, dan dia?" ucap Alan.
"Permintaan kamu itu pasti?" balas Kirana yang mulai salah paham.
"Bukanlah sayang, aku tidak meminta untuk ber-lima saja, itu semua Bayu dan kedua temanku yang meminta, dan Karina pun berinisiatif untuk mengajak Daffa dan temannya, sudahlah kamu jangan salah paham kepadaku dulu!" ucap Alan menjelaskan.
"Oh gitu ya, kirain kamu yang mau, kalo itu permintaan temen kamu ya gapapa, tapi baguslah kalo Karina menolaknya, karna mau gimana pun kamu adalah milik aku, dan aku gak mau ya kalo kamu lebih deket dengan Karina ketimbang sama aku!" cetus Kirana kemudian.
"Kamu cemburu? Tenang aja aku juga gak terlalu dekat kok dengan Karina, ya aku juga mengertilah, kalo posisinya sekarang aku udah punya kamu, dan Karina udah punya juga, kan!" balas Alan.
"Enggak kok, siapa juga yang cemburu?" tukas Kirana.
"Ya kamulah sayang, masa iya aku yang cemburu, kamu ada-ada aja deh!" balas Alan.
"Yaudah, lupain aja, gak penting jugakan, oh iya, kamu lagi dimana? Sama siapa?" tanya Kirana yang penuh interogasi.
"Iya. Aku lagi dikamar ini, sendirianlah, kan kamunya juga ada disana!" jawab Alan.
"Apaan sih kamu, yaudah, awas aja ya kalo boong sama aku?" ucap Kirana.
__ADS_1
"Enggak sayang, mana mungkinlah!" balas Alan.
"Yaudah aku matiin, ngantuk nih?" ucap Kirana.
"Iya!" balas Alan singkat.
¥ Tutup Telpon ¥
Setelah itu Kirana pun mulai tidur siang.
***
POV Angel and the Geng
"Gimana dong, katanya Daffa udah pacaran sama yang lain, emang siapa sih?" tanya Angel sambil melemparkan bantal ke arah Vivi.
"Ya lo cari tahulah siapa orangnya, setelah itu baru lo bikin rencana lain?" balas Vivi dengan sedikit kesal, karna dilempar bantal oleh Angel.
"Ya, kalian juga bantuin guelah, katanya temen, gimana sih!" cetus Angel kesal.
"Dahlah gak usah dipikirin, bikin mumet aja tau gak!" jawab Olive.
"Gimana gue gak mikirin, gue cinta sama Daffa, tapi lo lihat yang dapetin Daffa sekarang siapa? Bukan gue Olive!" ucap Angel dengan kesal.
"Iya, gue tau Ngel, besok aja kita pikirin lagi, gak usah sekarang bisa gak sih? Udah lo tenang aja, masih ada gue sama Vivi, kan?" balas Olive
"Gue masih belum tenanglah, coba kalo lo ada diposisi gue gimana? Sakit tahu!" ujar Angel.
"Yaudah lo yang sabar aja dulu, nanti kita cari tahu siapa yang jadi pacarnya Daffa?" balas Vivi.
"Ehh, bukannya waktu itu ada cewek yang mukanya mirip bangetkan kayak si Kirana? Kalo cewek itu bener pacarnya si Daffa gimana?" terang Olive sambil menyelidik.
"Wait ... yang namanya Karina itu bukan?" tanya Angel sambil mengingat-ingat perempuan yang ada di SMA Negeri 6.
"Maybe ... kalo bener itu ceweknya gimana? Kalo cewek itu kembarannya si Kirana gimana?" balas Olive.
"Kembaran? Memangnya si Kirana punya kembaran, bukannya dia hanya dua saudara ya, emang lo tahu Live?" tanya Angel.
"Mana gue tahulah, kan kata gue juga gimana kalo itu kembarannya si Kirana, bukannya tahu!" balas Olive sambil memainkan ponselnya.
Kedua temannyapun hanya menggeleng-geleng saja menanggapi omongannya Angel.
***
Keesokan harinya, Kirana, dan Karina pun bersiap untuk sekolah.
Setelah selesai menjalani ritual mandinya, Kirana, dan Karina pun turun dari loteng bersamaan, dan menuju ke ruang makan untuk sarapan, disana sudah ada Papa, dan Citra yang menunggu.
"Tumben lama turunnya?" ucap Citra dengan mengambil roti yang sudah disediakan.
"Sebentar kok, apanya yang lama?" balas Kirana yang mulai mengolesi rotinya dengan selai kacang.
"Ya turunnyalah, kan gue udah bilang tadi diawal?" balas Citra sambil mengunyah roti.
"Berisik banget sih, bisa gak kalo lagi makan gak usah ada suaranya, lagian ngeribetin hal yang gak penting gitu, buat apa?" tanya Karina yang merasa terganggu karna Citra dan Kirana.
"Iya lho kalian ini malah mengobrol saja, ayo habiskan sarapannya, setelah itu kalian berangkat, ntar kesiangan lho?" ucap Almahendra.
"Iya Pah, ini juga udah abis kok, mau langsung berangkat, yaudah Citra ke kampus dulu, ya, Pah?" ucap Citra sambil mencium punggung tangan Papanya.
"Iya, kamu hati-hati dijalan, ya?" ujar Almahendra perhatian.
"Yaudah Pah aku sama Kirana juga mau berangkat sekolah dulu, dah Papa!" ucap Karina Sambil mencium punggung tangan Papanya, begitupun dengan Kirana.
Kirana yang malas membawa mobil, akhirnya meminta Karina untuk mengantarkannya ke sekolah, dan Karina pun hanya mengangguk saja walau sedikit bete dengan permintaannya Kirana.
***
Setelah sampai didepan gerbang SMA JIS, Kirana pun keluar dari mobilnya Karina, dan Angel pun melihat kalo orang yang menyetir itu mukanya sangat mirip sekali dengan Kirana, dan Angel pun punya rencana untuk mengikuti kemana Karina akan pergi.
Angel tak lupa membawa kedua temannya.
***
__ADS_1
"Tuhkan Ngel cewek itu masuk ke dalam SMAN 6, gue yakin dah kalo dia kembarannya si Kirana, terus kita mau ngapain disini coba, percuma gak bisa masuk jugakan?" ucap Vivi dengan memperhatikan sekitar.
"Yaudah tungguin aja, lagian ini sekolahkan bukan sekolah elite, jadi siapapun bisa masuklah, asalkan pake cara yang pinter, kalian berdua ikutin gue aja, gue udah bela-belain nih mau bolos dari sekolah cuman karna cewek itu," balas Angel, sambil perlahan memasukan mobilnya ke area parkiran SMAN 6.
***
"Kalian berdua cepetan pake jaketnya dong, kan kita mau ngendap-ngendap ke dalem?" ujar Angel, sambil memakai jaketnya dan menutupi seragam sekolahnya.
"Iya-iya, protes mulu, ini juga lagi usaha diapake, sama dibenerin jugakan!" cetus Vivi kesal, dan Angel pun hanya menjulingkan matanya saja.
***
Setelah siap, mereka ber-tiga pun, keluar dari mobilnya dan mulai mengendap-endap melewati jalan belakang sekolah biar gak ada yang tahu, namun perkiraan Angel salah, karna Angel gak tau kalo di sekolahnya Karina ada guru killer.
"Hei ... kalian bertiga? Mau kemana?" tegas Restu, dengan berdiri tegak tepat dibelakang ke-tiga perempuan itu.
Serontak Angel pun kaget dan ketiganya pun melihat ke arah belakang.
"Siapa Ngel? Dari cara pakaiannya kayaknya guru disini deh, aduh ... mati kita!" ucap Vivi berbisik disamping telinganya Angel.
"Gue juga gak tahu Vi, gimana nih, kalo ketahuan kita ini gak sekolah disini bisa malu dong?" balas Angel dengan kembali berbisik.
"Saya tanya, kalian mau kemana? Bukannya malah bisik-bisik kayak begitu, apakah kalian ingin bolos?" tanya Restu dengan tatapan menelisiknya memperhatikan ketiga murid tersebut.
"Kita___, kita bertiga mau cari toilet pak, cuman kesasar kesini?" ucap Angel mengeles.
"Kalian jangan bohong sama saya, saya tahu kok kalo kalian lagi bolos dari sekolahkan, kelas berapa kalian? Ayo ikut saya ke ruangan BK?" ucap Restu, dengan menarik tangan Angel, dan Angel pun gk mau dimarahin sendiri, akhirnya Angel menarik tangannya Vivi, dan dibalas Vivi yang menarik tangannya olive.
***
Akhirnya Pak Restu pun membawa ketiga murid itu masuk ke dalam ruangan BK, dan bertemu dengan Pak Nandang.
Setelah itu Pak Restu pun meninggalkan ketiga murid itu disana.
"Gimana nih Ngel, kalo kita dimarahin gimana coba? Gue gak mau yah kalo sampe gue harus kena marah cuman karna lo?" ucap Olive pelan, sambil menatap sinis kearah Angel.
"Gue gak tahu, udah deh gak usah berisik, lihatin aja dulu, kalo bisa nanti kita kabur aja kalo Sampe aneh-aneh, gampangkan, lagian kita juga bukan murid disini, guru itu gak bakalan ngenalin kita!" balas Angel pelan, sambil melihat keadaan yang lainnya.
"Kalian bertiga tahu apa salah kalian? Sampe kalian harus berhadapan dengan saya langsung?" tanya Pak Nandang dengan serius.
"Enggak, emangnya salah kita apa Pak? Lagian kita bertiga cuman mau ke toilet kok!" balas Angel dengan lantangnya.
"Mau ke toilet? Kenapa gak lewat depan saja, dan kenapa musti jalan belakang, apa kalian ingin bolos sekolah? Oh iya, kenapa kalian memakai jaket begitu, bukannya disekolah ini dilarang memakai jaket saat sekolah berlangsung?" ujar Pak Nandang mulai berdiri dari tempat duduknya.
"Aduh Bapak, cuman pake jaket doang kok gak boleh, lagian saya juga gak tahu peraturan disekolah ini, saya sama kedua teman saya ini cuman mau numpang ke toilet doang, ya kita mana tahulah toiletnya dimana, jadi kita coba jalan belakang, gitu lho Pak?" jelas Angel, dan berharap guru BK ini membiarkannya untuk pergi.
"Kalian murid mana? Kok sampe gak tahu peraturan disekolah ini, sebenarnya kalian ada urusan apa disekolah ini?" tanya Pak Nandang lagi, sambil menghampiri ketiganya.
"Kan udah saya bilang, saya cuman mau numpang ke toilet, saya dari SMA JIS, yang kebetulan tadi itu kebelet, ya akhirnya saya masuk ke sekolah ini, dan bertemu dengan bapak tadi?" jelas Angel meyakinkan Pak Nandang.
"Oh begitu, yasudah maafkan atas kesalah pahamannya ya, kalo begitu silahkan kalian keluar!" ucap Pak Nandang mempersilahkan Angel, dan kedua temannya untuk pergi.
Angel pun mengangguk dan berterimakasih kepada Pak Nandang.
Setelah itu, Angel dan kedua temannya pun pergi ke parkiran.
"Untung aja kita bisa lolos, coba kalo enggak?" ucap Vivi dengan leganya.
"Bawel ah, kalian ngoceh mulu, bantuin mikir kagak, heran gue punya temen kek kalian, gak guna!" ucap Angel dengan kasarnya, dan membuat kedua temannya merasa jengkel dengan perkataan Angel barusan.
***
Setelah istirahat tiba, Angel, dan kedua temannya kembali merencanakan hal lain untuk mengetahui siapa pacarnya Daffa, tiba-tiba Karina keluar dari dalam kelasnya, dan melihat Angel and the Geng sedang diparkiran, dan mendadak Karina pun mematung didepan pintu.
"Lu ngapa sih malah diem didepan pintu kek gini, orang lain jadi susah buat keluar, gimana si lu?" ucap Farel, dengan sedikit menggeser badannya Karina.
"Ih elu ngapa dah, gue lagi merhatiin itutuh mereka bertiga yang ada diparkiran sekolah, merekakan temennya si Kirana?" ucap Karina yang langsung ditatap oleh Alan.
"Yang mana? Gue gak lihat juga?" tanya Alan dengan melihat-lihat kearah parkiran.
"Itutuh, yang deket mobil warna pink, masa lu gak lihat sih, itu lho?" balas Karina dengan tampang kesalnya.
"Oh iya gue melihatnya, ada apa ya kok mereka sampe dateng kesekolah kita?" tanya Alan lagi.
__ADS_1
"Mana gue tahulah, yaudah tunggu bentar, gue nyamperin mereka dulu, penasaran gue!" balas Karina dengan langsung pergi, dan menghampiri Angel and the Geng, namun temannya Karina pun tak membiarkan Karina pergi sendiri, dan pada akhirnya mereka ber-empat pun mengikuti dari belakang.
#bersambung