TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Tanpa Izin


__ADS_3

TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2


DI RUMAH KARINA


"Bi? Bibi? Come here?" panggil Karina lembut.


Bibi pun berlari kecil menghampiri nona muda nya itu. "Iya non, ada yang bisa bibi bantu?" balas bi Surti sambil tersenyum.


"Ada banget bi, seperti biasa aku mau mandi bibi tolong siap kan jus kesukaan aku, ya?" ucap nya sambil melenggang pergi naik ke anak tangga itu.


"Baik non, akan segera bibi buat kan?" balas nya lembut sembari pergi menuju ke dapur.


Karina pun mulai melakukan ritual mandinya dan setelah selesai Karina pun kembali memakai baju sore nya dan kembali menuruni anak tangga dan menanyakan soal jus yang di pesan nya.


"Bi? Jus nya udah selesai di buat kah?" tanya Karina sembari duduk di ruang tv di lantai bawah.


"Bibi come here non, ini jus kesukaan non?" balas bi Surti sambil menyimpan jus nya di meja.


"Terimakasih bibi ku yang cantik, udah sana, bibi bisa kembali ke tempat?" kata Karina tersenyum hangat.


"Baik non!" bi Surti pun pergi dan kembali ke dapur.


Karina pun sibuk memainkan gadget nya dan berharap ada Daffa yang mengabari nya, namun tetap saja notif di ponsel nya itu kosong, tak ada tanda-tanda Daffa mengabari dengan telpon atau whatsapp.


"Ini si Daffa kemana sih? Udah beberapa hari gak ada kabar nya, apa dia lupa sama gue? Apa jangan-jangan dia udah nyaman sama sekretaris baru nya itu? Hemmm ... Karina elo jangan berfikiran yang enggak-enggak dulu dong, belum tentu kan Daffa juga kayak gitu! Tapi kemana gue juga hawatir! Hadeuhhh ...!!!" gumam nya sambil kembali meletakkan ponsel nya dan menyandarkan kepala nya ke belakang sambil menonton tv.


★★★


Ke esokan hari nya, Karina pun malas untuk pergi ke kantor dan memilih tiduran saja di rumah.


Tak lama dari itu Alex pun menelpon Karina dan menanyakan Karina ada dimana?


¥ Via Telpon ¥


"Elo dimana?" Alex.


"Di kamar, gue gak ke kantor, males banget!" Karina.


"Oh gitu, ya udah deh gapapa lain kali aja," Alex.


"Okeh! Gue butuh temen curhat nih, elo bisa datang ke rumah gue gak?" Karina.


"Kapan?" Alex.


"Sebisa lo aja?" Karina.


"Nanti gue otw, bentar lagi?" Alex.


"Okeh deh!" Karina. Sambungan telepon pun terputus.


Karina pun bangun dari tidur nya dan langsung mengambil handuk nya untuk melakukan ritual mandi nya.


★★★


Karina dan Alex pun mengobrol di luar rumah.


"Apa yang mau lo ceritain? Soal Daffa?" tanya Alex memulai percakapan mereka.


"Iya, udah beberapa hari ini dia gak ada kabar sama sekali, gue jadi hawatir, apa jangan-jangan dugaan gue benar kalau dia malah nyaman sama sekretaris baru nya?" balas Karina.


"Cantik emang? Kapan dia pulang?" tanya Alex.

__ADS_1


"Ya nama nya juga cewek, ya, pasti cantik lah, gak tau juga, waktu itu bilang nya gak lama, tapi entah lah!" balas Karina mengangkat bahu nya acuh.


"Ya udah kita tunggu aja pas dia pulang, okey?" Karina pun mengangguk.


BEBERAPA HARI KEMUDIAN...


Daffa, Jenny dan Jodan pun telah kembali ke Jakarta setelah pekerjaan mereka selesai di luar kota.


"Akhir nya gue bisa menghirup udara segar disini kembali?" ucap Daffa sambil merentangkan tangan nya dan mulai menghirup kembali udara di rumah nya dan menghempaskan nya.


"Ya ampun ... kok gue bisa lupa sih sama tunangan gue sendiri? Karna ada Jenny di samping gue, gue jadi melupakan seseorang yang gue cintai ... mendingan sekarang gue ke rumah nya Karina aja kali, ya!" sambung nya sambil kembali mengambil kunci mobil nya dan langsung tancap gas menuju ke rumah nya Karina.


Tokk! Tokk! Tokk!


"Sayang? Ini aku lho Daffa?" teriak Daffa di depan pintu rumah nya Karina.


Bi Surti pun langsung membuka pintu itu dan nampak lah kekasih nona muda nya. "Ehh ada den Daffa, cari non Karina?" balas bi Surti.


"Iya bi, Karina nya ada?" kata Daffa.


"Nona masih di kantor nya den, soal nya udah beberapa hari ini nona tidak berangkat ke kantor?" balas nya lembut.


"Oh gitu, ya udah saya ke kantor nya aja deh Bi, permisi!"


"Iya den!"


Setelah itu Daffa pun kembali menancap gas nya menuju ke kantor nya Karina, di kantor pun Daffa bertemu dulu dengan Jefan asisten nya Karina.


"Bapak mau cari Bu Karina?" tanya nya sopan.


"Iya, apa Karina ada?" balas Daffa.


Daffa pun masuk ke dalam ruangan nya Karina dan bersantai disana sambil memainkan gawai nya.


Lima belas menit berlalu meeting pun telah selesai, Karina kembali masuk ke dalam ruangan nya dan begitu terkejut saat mendapati Daffa ada di ruangan nya.


"Daffa? Kok kamu ada disini? Ngapain?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dan mampu membuat Daffa mengerutkan dahi nya bingung.


"Kok nanya nya gitu sih, aku kesini kan karna kangen sama kamu?" balas Daffa sambil berdiri dari duduk nya.


"Aiigooo ... ah iya bener juga, ya udah duduk lagi aja, ngapain berdiri?" kata Karina sambil duduk di kursi nya.


"Hemmm ... ya udah kamu nya disini dong, di samping aku, masa duduk nya berjauhan kayak gitu? Sini lah?" balas Daffa sambil menepuk-nepuk kursi yang kosong dan Karina pun terpaksa duduk di samping nya Daffa.


"Kenapa? Aku kan masih ada tugas yang harus aku selesaikan?" kata Karina.


"Tunggu dulu dong, aku aja baru pulang, dan aku nyempetin waktu dateng kesini walau pun aku capek?" balas Daffa.


"Ya udah kamu tidur aja sana di kamar?" kata Karina.


"Enggak mau ah!" Daffa pun ngambek layak nya wanita.


"Ihhh jangan gitu dong, kamu udah gede, ngambekan mulu?" Karina pun menatap wajah nya Daffa.


Cupp


Satu kecupan berhasil mendarat di bibir nya Karina yang berwarna pink muda itu.


Karina pun mendadak diam saat mendapat perlakuan yang tak biasa dari Daffa.


"Apaan sih kamu, udah berani ya, sekarang cium aku kayak gitu?" Karina pun marah dan langsung berpindah tempat duduk.

__ADS_1


"Sayang jangan marah dong, aku juga pria normal pasti menginginkan itu?" balas nya dengan santai.


"Iya aku tau, tapi gak sekarang juga kali, maka nya kamu cepet halalin aku, biar bisa bebas juga kan?" kata Karina sambil mulai membuka laptop nya dan kembali nugas.


"Iya nanti aku pasti cepet halalin kamu kok, kamu tenang aja!" balas Daffa.


"Ya udah terserah kamu!" ucap nya singkat.


"Okeh. Aku mau pulang dulu, ya? Ngantuk!" Karina pun mengangguk dan Daffa pun keluar dari ruangan nya Karina setelah itu pergi menuju ke rumah nya.


★★★


Saat jam makan siang tiba, Alex pun kembali datang ke kantor nya Karina dengan membawa makanan yang telah di pesan nya.


"Elo udah makan belom?" kata Alex sambil duduk di kursi.


"Belom. Bawa apa lu?" balas Karina sambil menunjuk kantung plastik yang dibawa Alex.


"Ini makanan, makanya gue tanya, elo udah makan apa belom, kalau belom sini makan dulu? Gue sengaja lho beliin makanan kesukaan lo waktu SMA dulu?" kata Alex sambil membuka kantung plastik itu dan nampak lah box putih yang menarik, ya, tentu saja isinya yang disukai Karina.


Karina pun menghampiri ke arah duduk nya Alex dan mengambil box putih itu. "Wahh ... ternyata elo masih inget aja, ya, sama makanan kesukaan gue? Makasih lho sebelum nya?" balas Karina sambil tersenyum.


"Iya sama-sama, elo kan sahabat gue, ya, pasti gue inget lah gak mungkin enggak, ya, walaupun udah lama." ucap nya lembut nan hangat.


"Ya udah ayo makan?" balas Karina dan mulai menyendok makanan itu masuk ke dalam mulut nya begitupun dengan Alex.


"Gue baru denger kabar, kata nya Daffa udah balik kesini, ya?" kata Alex sambil menatap wajahnya Karina.


"Iyaa, tadi selesai gue meeting dia ada disini, tapi barusan pulang, katanya sih mau tidur?" jawab Karina menjelaskan.


"Oh gitu, mungkin dia capek kali, ya, emang elo gapapa nih berduaan sama gue? Kalau tiba-tiba dia datang lagi kesini, gimana?" tanya Alex.


"Udah santai aja, gue yakin kok, kalau dia gak mungkin balik lagi kesini!" Alex pun mengangguk dan mereka berdua pun kembali melanjutkan makan nya.


★★★


Daffa dan Jenny pun semakin dekat, bahkan sekarang mereka berdua sudah berani makan siang berdua di kantor.


Setelah selesai makan, Daffa dan Jenny pun bersantai di dalam ruangan nya Daffa sambil mengobrol.


Tak lama dari itu Karina pun masuk ke dalam ruangan nya Daffa dan melihat keduanya sangat akrab, bahkan duduk saling berdekatan bagaikan orang yang sedang pacaran.


Saat Karina membuka pintu ruangan nya Daffa, Daffa masih belom sadar dengan kedatangan nya Karina dan Karina pun langsung berdehem.


"Ekhemzz ...!" Karina pun berdiri di depan pintu yang di tutup nya itu.


Daffa pun langsung beranjak bangun dari duduk nya kala melihat Karina yang sudah menatap nya tajam itu. Jenny yang melihat Daffa berdiri dengan panik pun langsung ikut berdiri juga dan menatap tak suka ke arah Karina.


"Ngapain kamu masuk ke ruangan ini tanpa izin dulu? Hari ini Daffa gak ada janji sama siapa pun!" kata Jenny dengan sorot mata yang tak suka.


Karina pun sedikit tersenyum miring tanpa berniat menghampiri Daffa sedikit pun. "Ya saya tau, saya memang tak ada janji dengan nya, ya sudah kalau gitu saya permisi, maaf kalau saya sudah mengganggu waktu kalian!" balas nya lalu pergi dari ruangan nya Daffa, dan Daffa pun langsung mengejar nya tanpa memperdulikan Jenny.


"Sayang tunggu? Aku bisa jelasin semua nya sama kamu? Sayang please?" teriak Daffa dan langsung mencekal tangan nya Karina.


Karina menggubris nya dan langsung menatap wajah kekasih nya itu. "Apa yang mau kamu jelasin? Dari kata-kata perempuan tadi, sudah jelas, dan aku gak mau denger apa-apa lagi dari mulut kamu itu!" Karina sangat marah, rasa nya ingin ia menangis, namun di tahan nya agar tak kelihatan lemah di hadapan nya Daffa.


Tak lama dari itu, Karina pun pergi menuju ke parkiran dan menancap gas mobil nya dan pulang.


Karina mengemudikan mobil nya dengan sangat cepat, dan itu membuat dirinya dalam bahaya. Kemarahan memang bisa mengalahkan rasa takut, sepertinya begitu.


Tak butuh waktu lama, Karina telah sampai di depan parkiran rumah nya. Karina pun langsung berlari masuk ke dalam kamar nya dan menangis sejadi-jadinya disana.

__ADS_1


__ADS_2