
TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2
Karina pun mengangguk, setelah itu bermain dengan Khanaya putri pertamanya Kirana yang masih berumur enam bulan, Karina pun menggendongnya dan mengajaknya bermain di kamar.
Saat malam tiba, Karina pun meminta izin untuk tidur dengan Khanaya dan Kirana pun mengizinkannya.
★★★
Saat matahari mulai terbit, Karina pun bangun dari tidurnya dan melirik ke arah Khanaya yang masih tertidur.
"Tidur nyenyak sayangnya aunty, aunty mau mandi dulu, kamu jangan nangis, ya." ucapnya pelan sambil mencium lembut pipinya Khanaya.
Karina pun langsung mengambil handuknya dan melakukan ritual mandinya.
Sekitar dua puluh menit berlalu, Karina pun telah siap dengan ootd paginya.
Saat akan melangkah kan kakinya keluar, tiba-tiba saja Khanaya terbangun dan menangis, Karina pun langsung menghampiri nya dan menggendongnya.
Sepertinya Khanaya sedang haus, bahkan Khanaya pun mencari sumber makannya di bagian dada Karina.
"Sayang kamu haus, ya, yang sabar ya biar aunty antar kamu ke mama sekarang." ucapnya sambil berjalan menuju ke kamarnya Kirana.
Tok! Tok! Tok!
"Kirana? Ini lho Khanaya nya haus? Dia udah nangis terus dari tadi, Kirana?" panggil Karina di balik pintu kamarnya Kirana dan ....
Cekklek!
Pintu kamarnya Kirana pun terbuka dan keluarlah Kirana yang sudah rapi itu. "Udah bangun, ya, anak mama yang cantik ini." balas Kirana sambil menggendong putrinya itu.
"Babay Khanaya cantik, aunty mau ada urusan dulu, ya? Nanti kita main lagi!" ucapnya sambil mencium pipi sang ponakan.
"Babay aunty cantik, di tunggu ya, jangan lama-lama perginya?" balas Kirana sambil tersenyum dan Karina pun membalasnya.
Karena ini hari minggu, Karina pun sedikit jalan-jalan di taman dan tak sengaja bertemu Daffa dan Jenny yang sedang jalan-jalan juga.
"Hai ... ketemu lagi kita disini?" kata Daffa sambil tersenyum.
Karina pun mengabaikan ucapannya Daffa lalu duduk di kursi putih yang tersedia di taman.
Daffa pun sedikit penasaran dengan Karina, rasanya ingin menghampiri namun Jenny melarangnya.
"Aku gak bakalan biarin kamu deketin dia, kalau sampai aku lihat kamu deketin dia, lihat aja apa yang bakal aku lakuin sama dia!" ancamnya dan membuat Daffa tak berkutik sedikit pun.
"Oh iya, kamu tunggu aja di parkiran, aku mau beli sesuatu dulu." sambungnya sambil melepaskan pegangannya dari Daffa dan Daffa pun langsung menuju ke parkiran.
Jenny ternyata menghampiri Karina yang sedang memainkan ponselnya itu.
"Elo sengaja mau nemuin Daffa, apa gimana sih?" kata Jenny dengan tatapan tajamnya.
Karina pun tersenyum miring. "Gak ada kata lain gitu selain nemuin suami orang, ini tempat umum, siapa aja bisa datang kesini bukan!" balasnya.
Senyum kecil itu terukir di bibirnya Jenny. "Elo fikir gue bodoh? Mau gimana pun juga elo kan mantannya suami gue, jadi elo pasti nyari kesempatan kan buat nemuin suami gue yang masih cinta sama lo!" ucapnya sambil menunjuk Karina.
"Gue gak bilang lo bodoh, itu elo sendiri yang mengakui kalau lo itu memang bodoh. Oh ... jadi suami lo masih cinta sama gue? Kasian kali, udah jadi istrinya tapi kok suaminya masih cinta sama mantannya! Elo gak usah hawatir gue bakalan rebut suami lo, gak doyan gue sama barang bekas!" Karina pun bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Jenny yang masih berdiri disana.
Karina pun langsung menuju ke parkiran dan tak lama Alex pun datang dengan mobil sportnya dan menghampiri Karina.
Daffa yang melihatnya pun merasa tidak senang dan langsung saja menghampiri keduanya.
__ADS_1
"Jadi elo yang mau merebut Karina dari gue, gue gak nyangka ya, ternyata orang kayak lo itu hanya berpura-pura baik!" Kata Daffa.
Alex pun tersenyum kecil. "Gue gak pernah ya, merebut dia dari lo, gue deket sama dia pas elo hianatin dia, tapi gue gak ada sedikit pun buat merebut dia dari lo!" balasnya.
"Alah udah deh, dari dulu lo emang suka kan sama Karina? Makanya sekarang lo deketin?"
"Kalau iya emang kenapa? Lagian gue gak pake cara curang seperti istri lo itu!" balas Alex sambil menyuruh Karina masuk ke dalam mobilnya Karina dan Alex pun ikut masuk juga ke dalam mobilnya sendiri.
Karina dan Alex pun menancap mobilnya masing-masing ke resto terdekat dari taman tadi.
Setelah makanan yang di pesan datang, Karina dan Alex pun mulai memakannya sambil mengobrol.
"Kak Citra, sama Kirana lagi ada di rumah, kakak aku bilang katanya mereka suruh kamu dateng ke rumah dengan orangtua kamu?" kata Karina yang menatap Alex.
"Kapan? Mami sama papi aku pasti senang kalau di ajakin ketemu seperti itu, mereka juga pengen lihat aku menikah." balasnya.
"Ya sebisanya aja, tapi hari ini kalau bisa?"
"Insya Allah bisa, habis ini aku pulang dulu, baru aku obrolin sama mereka, ya?" Karina pun mengangguk.
★★★
Sekitar pukul empat lebih, keluarganya Alex pun datang untuk menemui keluarganya Karina, mereka semua pun berkumpul di ruangan keluarga, kecuali Karina.
Entah apa yang mereka bicarakan, Karina tidak bisa mendengarnya karna sedang bermain dengan Khanaya, Gilang dan juga Davin.
Khanaya yang berusia enam bulan hanya bisa memainkan boneka bebeknya yang lembut, Gilang yang berusia lima tahun dua bulan ini hanya asyik memainkan rambut aunty nya, sedangkan Davin yang berusia dua tahun hanya duduk sambil memainkan mobil-mobilannya.
Tak lama dari itu Gilang pun melingkarkan tangannya di lehernya Karina. "Aunty, mama sama papa kenapa lama di dalamnya? Kenapa Gilang sama Davin gak di bolehin masuk?" kata Gilang yang mulai lancar bicaranya itu.
Karina pun mengusap lembut tangannya Gilang yang melingkar di lehernya itu. "Aunty juga gak tau sayang, mungkin disana lagi ngobrol serius?" balas Karina lembut.
"Hemm ... ya udah Gilang tinggal masuk aja, bisa kan sendiri?" balas Karina.
"Bisa aunty!" Gilang pun membuka pintu itu dan masuk ke dalam.
Davin yang hanya memainkan mobil-mobilannya itu pun kini tengah berdiri memegangi wajahnya Karina.
"Nty ... Avin mau ke mama?" ucapnya sambil mencium pipinya Karina lembut.
Cup!
"Avin bisa sendiri gak ke mama nya? Soalnya aunty lagi jagain adik Khanaya?" balas Karina.
"Avin bisa nty, asalkan nty yang bukain pintunya?" kata Davin sambil menuju pintu yang yang tinggi itu.
Karina pun berdiri dan membuka pintu itu, dan masuk lah Davin ke dalam.
Karina pun kembali bermain dengan Khanaya, lalu menggendongnya.
Alex pun meminta izin untuk keluar sebentar dan bertemu Karina yang sedang menggendong bayi itu.
"Hei ... kamu disini ternyata?" kata Alex sambil tersenyum.
"I___ yahh ... kamu mau kemana?" balas Karina.
"Mau lihat calon istri aku lagi apa, eh ternyata lagi gendong bayi." kata Alex sambil menggoda Karina.
"Apaan deh, calon istri apa ini teh? Kamu mau nikahin aku?" balas Karina sambil menatap wajahnya Alex.
__ADS_1
"Insya Allah, kamu doain aku terus ya, biar aku gak ngecewain kamu nantinya?" kata Alex lembut sambil memegang tangannya Khanaya.
Karina pun tersenyum. "Aamiin." balasnya singkat.
"Ini putri dari?" kata Alex.
"Kirana sama Alan, ini putri pertama mereka?"
"Cantik, sama seperti kamu,"
"Mau mirip aku atau Kirana, itu gak ada bedanya Lex, tapi anaknya tau kalau aku bukan ibunya, mungkin gak senyaman ibunya kali, ya."
"Bisa jadi, nanti kalau udah gede anaknya bingung lho, lihat mamanya ada dua?"
"Bisa aja kamu," Alex pun tersenyum.
"Tunggu bentar, ya, dari tadi handphone aku bunyi terus?" ucapnya sambil melangkah kan kakinya ke depan dan mengangkat telponnya itu.
Karina kembali fokus menimang-nimang keponakannya itu.
Tak lama dari itu kedua keluarga yang bertemu itu pun keluar dari ruang keluarga itu.
"Manis sekali kamu? Menantu idaman!" ucap Raisa - mamanya Alex.
Karina pun tersenyum malu. "Mami bisa aja, udah mau pulang?" balas Karina.
"Iya nih, mami rasa pertemuannya udah cukup, iya kan pak Almahendra?" tanyanya sambil menatap Almahendra.
Almahendra pun tersenyum. "Iya Bu, terimakasih atas kedatangannya, kami ucapkan banyak-banyak terimakasih?" balasnya.
"Sama-sama pak Almahendra, ya sudah kalau begitu kami berdua pamit pulang dulu, ya?"
"Oh iya silahkan."
Mereka semua pun saling bersalaman, kedua orangtuanya Alex pun pulang, tinggal Alex yang masih ada di rumah nya Karina.
"Sepertinya aku pun mau langsung pulang saja, karna ada kerjaan mendadak yang harus aku selesaikan?" kata Alex.
"Ya udah gapapa, kamu hati-hati di jalannya, ya? Jangan ngebut lho?" balas Karina.
"Iya, Om, semuanya Alex pamit pulang dulu, ya?" ucapnya dan tak lupa bersalaman setelah itu pulang.
Alex pun banyak mengurusi pekerjaan nya , bukan hanya itu, Alex pun harus siap dengan acara pernikahannya yang satu Minggu lagi akan di adakan secara megah di kediamannya Almahendra.
Karina POV
"Kalian semua pada ngobrolin apa sih, sama keluarganya Alex?" tanya Karina yang penasaran.
"Kita semua ngomongin soal pernikahan lo sama Alex yang akan di langsungkan satu Minggu lagi dari sekarang?" balas Kirana sambil tersenyum.
"What? Secepat itu kah pernikahan gue sama Alex? Gue aja masih canggung lho ketemu sama dia, apa lagi nikah," ucapnya.
"Udah kamu tenang aja, kakak masih ada disini kok buat nemenin kamu, gak hanya kakak, Kirana juga masih ada disini kan?"
"Makasih, ya, buat kalian semua?" Karina pun tersenyum dan merasa bangga karna memiliki keluarga yang masih perduli dengannya.
Karina pun langsung melenggang pergi memasuki kamarnya dan mulai beristirahat sejenak meluangkan rasa lelahnya.
#bersambung
__ADS_1