TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Baiklah Tuan Putri


__ADS_3

TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2


Happy Reading Guys


Setelah itu Jefan pun di suruhnya untuk kembali membawa Karina masuk ke dalam mobil sedangkan Teddy membayar administrasinya dulu setelah itu mereka berempat pun kembali pulang ke rumah.


Hari pun semakin sore, Daffa tampak berfikir tentang tidak adanya kabar dari Karina seharian ini dan Daffa pun berniat ingin ke rumahnya Karina saja, namun saat setengah perjalanan tiba-tiba saja Jenny menghadangnya dan Daffa pun terpaksa memberhentikan langkahnya dan menatap Jenny yang berhenti di depannya.


"Ngapain berdiri disitu? Saya mau pergi ini, udah telat!" kata Daffa dingin.


"Mau kemana? Boleh aku ikut?" balasnya dengan menampilkan puppy eyes miliknya.


"Apaan sih, saya lagi ada urusan sebentar, kamu tunggu saja di kantor, kalau mau pulang ya pulang aja." kata Daffa sambil meminggirkan badannya Jenny dan menuju ke parkiran.


Jenny POV


"Mau kemana sih dia, urusan apa coba, kok gue sampai gak boleh ikut!" gumamnya sambil kembali masuk ke dalam ruangannya dan mengambil tas beserta kunci mobilnya dan menaiki lift.


Sesampainya di lantai bawah, Jenny pun bertemu dengan Jodan yang hendak pergi juga.


"Jodan tunggu?" panggil Jenny dan membuat Jodan memberhentikan langkahnya.


"Iya, ada apa?" balasnya datar.


"Kamu mau kemana? Ada urusan juga sama Daffa?" tanya Jenny yang penasaran Daffa pergi kemana.


"Tidak, saya hanya ingin pulang ke apartemen saja, pak Daffa sedang pergi keluar, entah kemana!" jawabnya dan setelah itu Jodan pun pergi.


"Belum selesai juga, udah di tinggalin aja, gak atasan gak asisten sama aja." gumamnya sambil melanjutkan perjalanannya dan pulang menuju ke rumahnya.


Daffa POV


Setelah mendapat izin bertemu dengan Karina, Daffa pun langsung masuk ke dalam kamarnya Karina dan melihat Karina yang sedang tidur berbaring di ranjangnya.


Daffa pun duduk di sampingnya Karina dan menatap wajahnya Karina yang sedang tidur dan terlihat damai.


Sesekali Daffa pun tersenyum saat sedang memandangi wajahnya Karina.


"Semakin hari kamu itu semakin cantik, tapi apalah dayaku yang sudah berani mencintai orang lain selain kamu, aku harap kamu mengerti!" batinnya sambil mengusap-usap wajahnya Karina yang putih mulus.


Karina yang mendapati perlakuan itu pun langsung mengerjapkan matanya dan melihat ke sekeliling dan menemukan sosok Daffa yang sedang menatapnya hangat.


Karina pun hanya bangun dan duduk sambil menyandarkan kepalanya ke belakang, karna tenggorokannya yang masih sakit, Karina pun hanya diam tanpa berbicara sepatah kata pun.


"Kamu kenapa? Kok diem terus? Sakit yah? Mana yang sakitnya biar aku lihat?" kata Daffa sambil tersenyum.


Karina pun hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Udah makan belum? Mau makan sama aku, yuk?" ajak Daffa.


Karina pun kembali menggelengkan kepalanya untuk yang kedua kalinya.


"Kamu kenapa, kok dari tadi cuman geleng-geleng doang, aku gak ngerti lho yang?" kata Daffa sambil menatap wajah damainya Karina.


Karina pun mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana dan memberikannya kepada Daffa.


"Tenggorokan aku lagi sakit dan aku gak bisa ngomong dulu saat ini, jadi ya maaf aja kalau aku cuman bisa ngangguk sama geleng kepala aja," tulis Karina lewat ponselnya itu.


"Oh gitu, maaf aku gak tau kalau kamu lagi sakit tenggorokan, memangnya kenapa sama tenggorokan kamu?" tanya Daffa dan Karina pun kembali meminta ponselnya dan Daffa pun memberikannya.


Setelah itu Karina pun menuliskan pesannya kembali dan memberikannya sama Daffa. "Dehidrasi mungkin, karna akhir-akhir ini aku lagi males buat minum, jadi tenggorokan aku sakit."


"Kamu makan, ya? Dikit juga gapapa, yang penting makan?" kata Daffa sambil kembali memberikan ponselnya Karina.


"Ya udah sana kalau kamu mau makan? Lagian bentar lagi juga mau malem kan?" tulis Karina di dalam pesan singkat ponselnya.


"Ya udah aku beli makan dulu," Karina pun mengangguk dan Daffa pun menuju ke parkiran untuk membeli makan diluar.


★★★


Daffa pun kembali dengan membawa bubur untuk Karina dan nasi goreng untuknya.


"Makan dulu, biar aku suapin, yah?" Karina pun menganggukkan kepalanya pelan.


Hari pun semakin larut, Almahendra pun masuk ke dalam kamarnya Karina dan mendapati Daffa yang sedang duduk menunggui Karina yang sudah terlelap tidur.


"Syukurlah kalau ada kamu disini, papa jadi gak hawatir ninggalin Karina sendiri." kata Almahendra.


"Papa dari mana? Kok tadi Daffa panggil gak ada?" balas Daffa sambil mencium punggung tangan papanya Karina.


"Papa habis lembur di kantor, kamu mau menginap disini, Daff?" tanya Almahendra sembari menatap menantunya itu.


"Sepertinya begitu pah, Daffa hawatir kalau terjadi apa-apa sama Karina?" balasnya dengan lembut.


"Ya sudah kamu jagain Karina, kalau ada apa-apa, panggil papa aja, ya?" Daffa pun mengangguk mengerti dan Almahendra pun kembali keluar dari kamarnya Karina dan menuju ke kamarnya untuk istirahat.


Daffa pun kembali menghampiri Karina dan duduk di sampingnya Karina. "Cepet sembuh sayang, aku gak tega lihat kamu kayak gini, cepet sembuh, ya!" bisik Daffa sambil mengusap lembut pucuk kepalanya Karina dan sesekali mencium keningnya Karina.


Tak lama dari itu, Daffa pun tertidur di sampingnya Karina dan memeluknya.


★★★


Saat matahari mulai terbit, Karina pun mengerjapkan matanya perlahan kala ada tangan yang melingkar di perutnya dan membuatnya terganggu.


Karina pun membalikkan tubuhnya dan langsung berhadapan dengan wajah tampan dari kekasihnya itu - Daffa.

__ADS_1


"Daffa? Bangun udah siang sayang?" kata Karina dengan suaranya yang masih serak namun sudah terdengar jelas.


Daffa malah menggeliat sebelum membuka matanya dan perlahan membuka matanya dan menatap netra indah yang sedang menatapnya dalam.


Daffa tersenyum. "Sayang, kamu udah sembuh sakit tenggorokannya?" balas Daffa.


"Udah gak sakit kok, kamu gak ke kantor? Udah hampir jam delapan lho?" kata Karina.


"Enggak. Aku lagi pengen nemenin kamu dulu, kamu kan lagi sakit, masa aku tinggalin, udah kamu tidur lagi aja, aku mau mandi dulu?"


Karina pun mengangguk. "Iya gih mandi dulu." Daffa pun bangun dari tidurnya dan mengambil handuk yang ada di lemarinya Karina, karna memang sudah terbiasa Daffa mengambil handuk dari sana.


Setelah itu Daffa pun mulai melakukan ritual mandinya.


Jenny POV


Jenny yang sudah berada di kantor pun mencoba mencari Daffa di ruangannya, namun Daffa tidak ada disana.


"Daffa kemana sih, udah siang begini masih belum keliatan, dia gak tau apa kalau gue udah kangen banget. Dari kemarin di tinggalin nyampe gak ada kabar, nyebelin memang dia!" kesalnya Jenny sambil keluar dari ruangannya Daffa dan masuk ke dalam ruangannya.


Tak lama Jodan pun masuk ke dalam ruangan nya Jenny untuk mengambil berkas.


"Jen, apa berkasnya sudah selesai? Saya akan membawanya hari ini juga," kata Jodan datar.


"Sudah. Saya mau tanya, Daffa kemana, ya?" tanya Jenny sambil menatap Jodan.


"Pak Daffa sedang menemani ibu Karina yang sakit, jadi pak Daffa tidak ke kantor hari ini." balas Jodan dengan santainya.


"Ohh ... ibu Karina itu siapanya Daffa? Sepertinya perempuan itu sering kesini?" tanya Jenny.


"Tunangannya pak Daffa, dan sebentar lagi akan melangsungkan pernikahannya." balasnya sambil berlalu pergi meninggalkan Jenny.


Jenny pun memainkan jari lentiknya. "Tunangan, tapi perempuan itu bilangnya bukan siapa-siapa, tapi Daffa juga sempet bilang tunangan, gue gak bisa biarin Daffa menikah dengan perempuan itu." gumamnya kesal.


Daffa POV


"Yang mau sarapan apa?" tanya Daffa sambil duduk di meja riasnya Karina.


"Aku mau di bikinin nasgor pake telor mata sapi, buatan kamu?" Daffa pun sedikit mengernyitkan dahinya dan menggaruk tengkuknya yang gak gatal.


"Aku yang masak? Aku gak bisa sayang, bibi aja ya yang bikin?" Karina malah menatap Daffa dingin dan memanyunkan bibirnya.


"Gak mau, pokoknya aku mau kamu yang masakin sekarang juga, jangan di bantu bibi!" tegasnya.


"Baiklah tuan putri, akan segera saya laksanakan, permisi!" balas Daffa sambil tersenyum dan keluar dari kamarnya Karina.


Setelah itu Daffa pun mulai memasak di dapur dengan bimbingan dari pembantu di rumahnya Karina.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2