TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Penyelidikan Dilakukan!


__ADS_3

Selamat Membaca😊


***


Kasus penyelidikan pun mulai di lakukan, Alex hanya tinggal menunggu hasilnya saja.


POV Kirana


"Kirana, boleh papa bicara sebentar dengan kamu, nak?" tanya Almahendra sambil duduk di kursi ruang tamu.


"Mmm ... bisa kok pah, emangnya ada apa?" balas Kirana duduk disamping papanya.


"Kamu kenapa bilang sama Daffa kalo Karina pergi sama cowok lain, kamu mau bikin nama adik kamu jelek? Kakak macam apa kamu ini?" ucap Almahendra dengan serius.


"Kata siapa pah, aku gak ngomong gitu kok, aku cuman bilang kalo Karina itu gak tidur disini, dan aku gak tahu Karina dimana, Daffa itu lebay deh!" balas Kirana membela diri.


"Sudahlah kamu tidak perlu berbohong seperti itu, papa sangat tidak suka kamu berbuat seperti itu, lain kali kalo memang kamu tidak tahu, ya tinggal jawab saja kamu tidak tahu, tidak perlu mengarang seperti itu!" teriak Almahendra dengan tegas, dan pergi meninggalkan Kirana.


"Damn it! Gara-gara si Karina nih gue jadi kena marah papa deh, awas lu ya kalo sampe kelihatan di rumah ini, gue kasih perhitungan deh sama elo!" gumam Kirana dengan kesal, dan masuk ke dalam kamarnya.


Tak lama dari itu, Alan pun datang ke rumahnya Kirana, dan Kirana pun langsung menemui Alan walaupun dengan bermalas-malasan.


"Tumben kesini gak bilang, mau apa?" tanya Kirana sambil duduk.


"Lah kok malah nanya mau apa sih, ya aku kangen lah, makanya dateng kesini, lagian kamu kok jadi beda gini sih sama aku, kenapa coba?" balas Alan dengan menatap Kirana.


"Oh gitu ya, kan aku cuman becanda sayang, kamu ih serius banget, aku lagi pusing tahu." ucap Kirana sambil memegang kepalanya.


"Iya emang kenapa sih, kamu pusing kenapa? Sakit ya?" tanya Alan sambil clingak-clinguk.


"Iyalah sakit, kamu nyari apaan sih, clingak-clinguk mulu?" balas Kirana.


"Sakit apa? Ini aku lagi nyari si Karin, kok tumben dia gak ada, kemana?" tanya Alan menatap Kirana.


"Tahu ah, kamu bikin mood aku jelek tahu gak, gak usah nanyain dia bisa gak!" balas Kirana dengan menyilangkan kedua tangannya didada.


"Iya enggak kok, udah makan belom?" tanya Alan.


"Udah tadi sepulang sekolah, oh iya sayang, bisa gak kamu pulang sekarang, karna aku gak enak badan, aku mau tidur!" pinta Kirana dengan menyandarkan tubuhnya dikursi.


"Yaudah kamu istirahat aja, aku pulang, ya?" ucap Alan dengan mengusap lembut rambutnya Kirana.


"Iya. Hati-hati ya kamu?" balas Kirana tersenyum.


Alan pun mengangguk, setelah itu Alan pun pulang dari rumahnya Kirana.

__ADS_1


***


Setelah beberapa jam mencari kebenaran atas tuduhan Karina yang terjadi kemarin, akhirnya para kepercayaan yang di tugaskan Alex berhasil menemukan siapa dalang di balik semuanya.


"Lapor tuan Alex, saya dan beberapa teman yang lainnya sudah berhasil menemukan siapa dalang di balik pemitnahan yang terjadi atas teman gadis tuan itu?" ucap salah seorang kepercayaan dengan sopannya.


"Siapa mereka? Jangan bilang kecurigaan saya benar soal kasus ini?" balas Alex dengan tegas.


"Benar tuan, kecurigaan anda memang tidak bisa di ragukan lagi, ini ada beberapa poto gadis yang menjebak teman gadis anda, mereka ada empat orang, dan yang satunya si cowok yang meniduri teman gadis tuan?" ucapnya lagi dengan memberikan beberapa potret di ponselnya.


Alex pun mulai mengambil ponsel itu, dan melihat keempat orang itu adalah temannya sendiri di sekolah.


"DAMN IT! Ternyata emang bener dugaan gue, kalo mereka ada dibalik semuanya, emang pada gila tu orang! Okey, saya ucapin terimakasih atas kerja kalian ini, tugas kalian selesai, biar ini jadi tanggung jawab saya?" ucap Alex kepada para kepercayaan nya.


"Baik tuan, kalo begitu kami izin undur diri?" balas salah seorang kepercayaan nya.


Alex hanya menganggukkan kepalanya, dan tak lama orang kepercayaan itu pun pergi.


Keesokan harinya, sepulang sekolah Alex sengaja menahan Angel dan kedua temannya untuk tidak pulang dulu, Angel dan kedua temannya pun menurut.


"Ada apa nih, kok mereka di Kumpulin disini?" tanya Daffa dengan melihat kearah Alex.


"Ada sesuatu yang pengen gue ungkap disini, dan ini menyangkut mereka bertiga?" balas Alex dengan menunjuk Angel, dan kedua temannya.


"Maksud lo apa? Emang kita pernah bikin masalah?" ucap Angel mulai panik.


"Maksud lo apa sih Lex, gue gak ngerti, emangnya mereka punya masalah apa?" tanya Daniel yang merasa kebingungan.


"Ini soal Karina, apa kalian tahu, yang sebenarnya ngejebak Karina itu ya si Angel sama kedua temannya ini, nah mereka yang kompromi sama pelayan di caffe estetik buat bikin minuman yang udah dicampur sama obat tidur, setelah itu temen cowok dari mereka ini yang membawa Karina ke hotel, terus si Angel juga sengaja, copotin bajunya Karina, terus di suruhlah cowok itu berbaring di sampingnya Karina, mereka juga kok yang foto, dan mereka jugakan yang ngasih tahu elo Daff?" terang Alex yang membuat semuanya bungkam tak percaya.


"Wah fitnah nih, gue gak ngelakuin itu sama sekali, Daffa aku gak ngelakuin itu, mana mungkinlah aku setega itu, yang diucapin Alex barusan itu bohong, Daff percaya dong sama aku?" ucap Angel dengan memegang tangannya Daffa.


"Gak usah sentuh gue, Alex, apa lo punya buktinya? Biar yang lo ungkapin barusan gak jadi fitnah?" tanya Daffa.


"Ya jelas ada lah, nah ini bukti rekaman cctv di caffe, dan yang satunya lagi bukti rekaman cctv di hotel itu?" balas Alex memberikan ponselnya kepada Daffa.


"Nah kan, ini kerjaan lo pasti, lo tuh kenapa si Ngel, jahat banget jadi orang, kalo mentalnya Karina yang kena gimana?" teriak Daffa dengan amarahnya.


"Tapi Daff, gue bisa jelasin?" ucap Angel lirih.


"Apa lagi yang mau lo jelasin, udah gak ada lagi yang perlu lo jelasin, gue cuman mau lo mempertanggung jawabkan perbuatan Lo itu?" balas Daffa dengan kesalnya.


"Gue cinta sama lo Daff, kenapa sih lo gak pernah ngerti sama perasaan gue, kenapa selalu orang lain yang ada dalam hati lo, gue udah suka sama lo dari tempo itu, dimana kita di pertemukan disebuah sekolah yang memiliki kenangan indah, tapi lo gak pernah sedikit pun lihat perasaan cinta gue?" ucap Angel dengan meneteskan air matanya.


"Cinta itu gak bisa di paksakan, mau sekuat apapun lo mengejarnya, kalo cinta itu bukan untuk lo, ya mau di gimanain lagi, gue gak pernah suka sama lo, apalagi sekarang setelah gue tahu lo bisa senekat ini!" balas Daffa dengan penuh rasa kecewa.

__ADS_1


"Tapi Daff, gue gak bisa kalo lihat lo terus berduaan sama cewek lain, perasaan gue sakit, please Daff, kasih gue kesempatan buat buktiin kalo gue emang bener-bener sayang sama lo?" pinta Angel dengan memohon.


"Gue tetep gak bisa Angel, daripada lo terus ngejar-ngejar gue, mendingan lo buka mata hati lo, kalo disini ada cowok yang mencintai lo dengan tulus, tapi bukan gue cowoknya!" ucap Daffa dengan menepuk pelan bahunya Daniel.


Setelah itu Daffa pun pergi dengan mobil mewahnya.


"Bener tuh yang di bilang Daffa, elo gak usah ngejar-ngejar dia lagi, karna disini masih adakan cowok ganteng, smart, baik, sobi gue lagi, Daniel! Dia sangat mencintai lo, apa lo gak ngerasa apa, semangat bro!" ucap Alex dengan tersenyum kearah Daniel.


"Oh iya satu lagi, kalo lo masih ganggu Karina, gue gak akan segan laporin kasus ini ke pihak yang berwajib biar lo di tahan di sel tahanan, mau?" sambung Alex.


"Enggak. Gue gak mau mendekap di penjara, okey gue janji gak bakalan gangguin si Karina lagi?" balas Angel dengan serius.


"Okey! Dan gue cabut duluan, ya?" ucap Alex.


"Hati-hati Lex!" balas Daniel.


Alex pun mengangguk, setelah itu Alex pergi. Angel hanya memandangi wajah gantengnya Daniel yang masih berada disana.


"Ngel, mimpi apa si lo semalam, kok bisa sih Daniel yang ganteng itu mencintai lo sampai sejauh ini?" ucap Olive pelan.


"Mana gue tahulah, tapi kalo di lihat-lihat, ya, memang ganteng juga, tapi gue gak bisa mainin perasaan dia, nanti bisa panjang urusannya!" balas Angel.


"Elo mau pulang sekarang? Mau gue anterin?" tawar Daniel dengan coolnya.


"Gak usah deh Dan, gue bisa pulang sendiri kok, lagian gue juga bawa mobil kan?" balas Angel.


"Yaudah lo hati-hati, ya, di jalannya?" ucap Daniel tersenyum kecil.


"Iya, lo juga hati-hati?" balas Angel tersenyum.


Daniel pun mengangguk, dan langsung masuk ke dalam mobilnya, setelah itu pergi, begitu pun dengan Angel.


"Kenapa gak lo pacarin aja si Daniel, kan dia juga lumayan?" ucap Vivi.


"Ya gak bisa langsung gue pacarin dong Vi, perasaan gue aja masih untuk Daffa, dan gue belom bisa lah mencintai yang lain secepat itu, lagian gue juga perlu waktu!" balas Angel dengan mengemudikan mobilnya.


"Emang lo yakin gak mau ngejar-ngejar Daffa lagi?" tanya Olive dengan menatap wajah Angel.


"Iya gue yakin, kalo gue masih berniat ngehancurin hubungannya si Daffa, ntar yang ada gue masuk penjara lagi, dan kalo sampai gue masuk penjara, kalian juga harus ikut, karna akal dari semua ini kan elo Olive!" balas Angel.


"Ogah! Mau di taro mana muka gue yang cantik ini, kalo sampai gue masuk penjara, bisa di hajar habis-habisan gue sama nyokap, bokap!" ucap Olive dengan bergidik ngeri.


"Ya makanya, kita turutin aja, apa lagi si Alex bahaya banget dia, ya meskipun kekayaannya di bawah Daffa, tapi tetep aja yang gerak cepat itu dia!" balas Angel.


Olive pun hanya mengangguk.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2