TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Kedatangannya Kirana dan Alan


__ADS_3

TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2


Tak lama dari itu, Karina pun menyuruh Raisa untuk duduk kembali dan Karina pun ikut duduk di sampingnya, setelah itu mengobrol.


"Maaf tante sebelumnya, saya tidak pernah melihat tante, tante ini siapa, ya?" tanya Karina dengan lembut dan tersenyum.


Raisa pun membalas senyumannya Karina. "Jangan panggil tante dong, mami aja, ya?" balasnya.


"Iya tan___ ehhh___ mami, mami belum jawab pertanyaan saya tadi?" ucapnya.


"Iya ... mami ini maminya Alex calon suami kamu, mami juga gak tau nama kamu siapa?"


"Karina. Maminya Alex? Yang dari Paris itu kan?"


"Iya sayang, mami baru ke Jakarta semalam, sayang mami mau kamu segera menikah dengan Alex?" ucapnya yang membuat Karina batuk kaget.


Uhukk! Uhukk!


"Minum dulu sayang, minum?" sambung mami - Raisa sambil membawakan minum yang ada di mejanya Karina.


Karina pun mengambilnya dan meminumnya. "Makasih mam, tapi ini gapapa kan kita ngobrolnya di ruangan saya aja, soalnya asisten saya masih belum bisa masuk kerja?" balas Karina sambil tersenyum dan menyimpan gelasnya di meja nakas.


"Gapapa kok, gimana kamu mau kan menikah dengan Alex?" Karina pun tersenyum.


"Saya belom bisa menjawabnya sekarang ma, nanti biar saya bicarakan dulu dengan Alex, baru setelah itu saya akan menjawabnya." Raisa pun mengangguk dan memegang tangannya Karina dengan lembut.


"Ya sudah, tapi mami berharap kamu setuju nantinya, kalau gitu mami permisi pulang dulu, ya?" Karina pun berdiri dan Raisa pun ikut berdiri juga.


""Insya Allah mam, ya udah biar saya antar sampai depan, ya?" Raisa pun mengangguk dan Karina pun mengantarkan maminya Alex sampai ke depan kantornya.


Setelah itu Raisa pun memeluk tubuhnya Karina dulu lalu pergi.


Karina pun kembali memasuki ruangannya dan duduk di kursi putarnya lalu mencari kontak asistennya - Jefan.


¥ Via Telpon ¥


"Jef saya butuh kamu di kantor, bisa kamu ke kantor saya sekarang juga?" Karina.


"[....]"


"Udah, kita bahas saja di kantor, bisa?" Karina.


"[....]"


"Saya tunggu!" lalu Karina menutup sambungan telponnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Jefan pun sudah berada di kantornya Karina, lalu masuk ke dalam ruangannya Karina dengan menunduk, malu rasanya bertemu atasan yang sudah mempercayainya namun harus di kecewakan karna adik kandungnya sendiri.


"Ada yang bisa saya bantu, Bu?" ucapnya tetap menunduk.


"Banyak sekali Jef, saya butuh kamu mengurus kantor saya ini, saya akan pulang karna ada hal penting?" balasnya sambil mengemasi ponselnya ke dalam tas.


"Baik ...." ucapnya.


"Kamu fokus aja kerja, gak usah memikirkan tentang adik kamu terhadap saya, saya sudah melupakannya Jef!" balas Karina sambil tersenyum.


"Iya Bu, terimakasih atas semuanya?"


"Santai aja. Ya sudah saya tinggal dulu?"


"Iya Bu!"


Setelah itu Karina pun keluar dari ruangannya dan menuju ke parkiran setelah itu menuju ke caffe yang biasa di datanginya.


Karina pun langsung mengetikkan pesan singkat di whatsapp nya dan mengirimkannya pada Alex.


Sekitar dua puluh menit, Alex pun tiba dan langsung duduk di kursi di depannya Karina.


"Ada apa?" tanya Alex sambil menatap wajahnya Karina.


"Gini aja deh, elo mau gak nikah sama gue? Gue gak mau maksa lo juga, dan gue juga gak minta elo buat ngelupain Daffa secepet ini, itu terserah lo, gue gak masalah kalau lo masih cinta dan sayang sama Daffa, yang intinya lo mau enggak nikah sama gue?" jelasnya dengan serius.


"Jujur aja, gue belom siap buat nikah sekarang, karna gue juga gak mau nyakitin lo, tapi gue juga mau ngelupain Daffa, tadi aja dia datengin gue ke kantor, dia bilang ke gue kalau dia bakalan cerai sama Jenny kalau Jenny udah melahirkan," balasnya.


"Terus lo mau gitu nungguin Daffa sampe cerai sama istrinya itu?" ucap Alex.


"Ya enggak lah, yang bener aja. Gue tuh cuman gak mau ngecewain lo, bukan karna gue gak cinta dan gak suka sama lo, tapi kan ini tuh terlalu cepet buat gue, Lex."


"Ya udah, gue tunggu sampai lo siap, gue gak bakalan maksa lo kok,"


"Makasih ya?" Karina pun tersenyum dan Alex pun membalas senyumannya Karina.


★★★


Sesampainya di rumah, Karina begitu terkejutnya saat melihat Kirana tengah berbincang dengan papanya dan Citra.


Perlahan Karina pun menghampiri kembarannya itu dan langsung memeluknya.


"Gue kangen banget sama lo? Kok gak ngabarin gue kalau lo dateng kesini?" kata Karina sambil melepas pelukannya dan menatapnya.


Kirana pun tersenyum. "Gue cuman gak mau ganggu lo aja, makanya gue sama Alan gak ngabarin elo, gimana keadaan lo? Elo baik-baik aja kan?" balas Kirana.

__ADS_1


Karina pun tersenyum kecil. "Gue baik-baik aja, udah gak usah ngomongin kejadian yang menimpa gue, gue udah ikhlas kok." ucapnya.


"Karina ... lo emang adik gue yang paling hebat, gue bangga sama lo, Karin?" balas Kirana dengan senyumnya yang manis.


"Itu udah hal biasa buat gue Kiran, jadi elo gak usah hawatir, ya?" Karina pun masih dengan senyumnya yang melekat.


"Udah ... di sabarin aja, palingan nanti dia juga nyesel karna udah nyakitin lo, biasanya cowok kayak gitu, gue doain semoga elo dapat pengganti yang lebih dari dia, lebih dari apapun dan segalanya juga harus lebih. Fighting!" sambung Alan sambil menggendong Khanaya putri pertamanya.


"Pastinya dong dan itu harus. Tapi tadi dia sempet datengin gue di kantor lho," balas Karina.


"Ngapain dia ke kantor kamu?" tanya Citra.


"Gak tau juga gak jelas, dia bilang gini tadi ... gue bakalan ceraikan Jenny setelah dia melahirkan, katanya gitu?" balas Karina.


"Jangan mau dek, laki-laki yang berbicara seperti itu, itu sudah jelas bahwa dirinya memang tak baik buat kamu, meskipun kamu masih cinta dan sayang sama Daffa, kamu jangan sampai mau balik lagi sama dia kala dia cerai sama istrinya itu." ucap Adit yang baru turun dari anak tangga itu karna sudah menidurkan putranya - Davin, Citra dan Adit sudah mempunyai dua putra, yang pertama namanya Gilang dan yang kedua Davin.


"Iya gak bakalan kok, kalian semua tenang aja, aku gak mungkin lah balikan lagi sama cowok yang gak tau diri kayak dia ... ehh___, tapi___, aku ada sesuatu hal yang ingin di bicarakan sama kalian semua, yang intinya aku minta solusi kalian semua?" balas Karina sambil menatap anggota keluarganya bergantian.


"Sesuatu apa, nak? Bicarakan saja, mungpung kita masih berkumpul?" kata sang papa - Almahendra.


"Ada satu cowok yang udah kenal lama sama aku, dan tadi ibunya saja sampai datang ke kantor aku, dan beliau menginginkan aku untuk segera menikah dengan putranya itu, dan aku juga udah bicarain soal ini sama sahabat aku itu, dan dia bilang dia gak akan maksa aku pabila aku belum siap akan pernikahan itu, menurut kalian aku ini harus gimana?" jelas Karina sambil mengambil segelas air putih dan meminumnya.


"Ya ... kalau kamu juga menyukainya apa salahnya kamu menikah dengan dia, apa lagi sudah berteman lama kan, pasti kamu juga tau sifatnya dia begitu pun dengan dia?" kata Almahendra.


"Iya Pah, tapi Karina juga takut kalau dia bakalan nyakitin Karina kayak si Daffa itu, apa lagi dia dulunya sahabat deketnya Daffa." balas Karina.


"Siapa? Si tengil? Apa si jenius itu?" kata Alan.


"Alex, ya, dia memang jenius smart." balas Karina.


"Ya udah kamu sama dia aja, mungkin dia memang orang yang tepat yang Allah kirim buat kamu?" kata Citra.


"Ya udah suruh keluarganya aja dateng, biar langsung ngobrol sama papa, mungpung masih ada kita lho, biar nanti kita bantuin elo maunya gimana sama Alex?" sambung Kirana.


"Besok kali yah, kalau dianya gak sibuk, kalian tau gak sih kalau dia sekarang jadi seorang pengusaha muda yang sukses bahkan terkenal lho?" balas Karina.


"Belom tau juga sih, tapi dia memang hebat, sejak dulu masih di SMA!" kata Kirana.


"Ya syukur deh kalau dia memang begitu, gue turut seneng aja sama kemampuannya." balas Karina.


"Papa tunggu kedatangannya dia, ya?" sambung Almahendra sambil tersenyum.


Karina pun mengangguk setelah itu bermain dengan Khanaya putri pertamanya Kirana yang masih berumur enam bulan, Karina pun menggendongnya dan mengajaknya bermain di kamarnya.


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2