
#TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2
♥️ Happy Reading Guys 😘 ♥️
★★★
Saat matahari kembali menyinari bumi, Karina yang masih berbaring di atas kasur queen size miliknya pun terpaksa harus bangun pagi karna ada meeting yang penting, jadi Karina tidak bisa menundanya untuk tidur sebentar lagi.
Karina pun langsung bergegas mengambil handuknya dan melakukan ritual mandinya. Setelah selesai Karina pun tidak sempat sarapan dulu dan rencananya akan sarapan di kantor saja, tetapi Papanya langsung memanggil untuk sarapan dulu.
"Sayang? Sarapan dulu, nak?" panggil Papanya dan Karina pun berhenti sejenak untuk menghampiri Papanya dan tersenyum kecil.
"Maaf Pah, aku gak bisa sarapan dulu, soalnya ada meeting pagi ini, dan aku sarapannya nanti saja di kantor, ya?" Karina pun langsung mengambil tangan Papanya dan mencium punggung tangan Papanya setelah itu melepaskan nya kembali dan berangkat menuju ke kantornya.
Sesampainya di kantor, sekretaris nya pun mulai menghampiri dan memberitahukan kalau meeting akan di undur jadi jam setengah sembilan.
"Maaf Bu, ada yang mau saya sampaikan kepada ibu, meeting di undur jadi jam setengah sembilan tepat?" katanya sambil tersenyum.
"Oh gitu, ya udah gapapa, Felic tolong bikinkan saya sarapan seperti biasanya, ya? Dan jangan lupa sama teh nya yang manis tapi jangan kemanisan?" titahnya dan Felicia pun mengangguk.
"Baik Bu, kalau gitu saya permisi dulu?" balasnya sambil pamit mengundurkan diri dan keluar dari ruangannya Karina.
Felicia pun sepertinya sibuk mengurusi data-data meeting nanti, jadi Felicia langsung menyuruh OB untuk menyiapkan sarapan untuk Karina.
Tak lama dari itu sang OB pun mulai mengetuk pintu ruangannya Karina.
Tokk! Tokk! Tokk!
"Iya, silahkan masuk?" teriak Karina dan tak lama pintu ruangannya terbuka dan nampaklah OB yang sedang membawa nampan sarapannya.
"Maaf Bu, tadi saya di perintahkan Mbak Felicia untuk mengantarkan sarapan Ibu kesini, karna Mbak Felicia ada kesibukan lain?" balasnya sambil menyimpan satu-satu wadah makanan itu dan gelas air tehnya.
"Okeh. Terimakasih, dan kamu bisa kembali untuk bekerja!" ucapnya sambil tersenyum kecil dan mempersilahkan Ob itu untuk kembali bekerja.
Ob itu mengangguk dan kembali untuk bekerja. "Baik Bu, saya permisi!" Karina pun mengangguk dan Ob itu berlalu pergi meninggalkan ruangan Bosnya itu.
Setelah itu Karina pun mulai memakan sarapannya.
__ADS_1
★★★
Meeting pun dimulai, Karina dan sekretaris nya pun sudah ada di ruangan meeting, begitu pun dengan asisten nya, semua rekan pun sudah ada dan siap untuk memulai meeting.
"Rencananya sangat bagus, dan kita akan mulai bekerja sama dalam rancangan bisnis yang barusan?" ucap klien tersebut setuju dengan yang di presentasikan oleh asisten dan sekretaris nya itu.
Setelah itu mereka pun mulai berjabat tangan dan meeting pun selesai. Semua klien pun keluar.
"Siapkan berkas yang lain, dan yang telah pencapaian tolong di simpan di brangkas saya?" titahnya sambil berdiri dari duduknya.
"Baik Bu, akan segera saya laksanakan!" balas Felicia mengangguk, dan Karina pun mulai berjalan keluar dari ruangan meeting itu dan di ikuti kedua orang bawahannya.
"Jefan? Tolong kamu kerjakan yang saya perintahkan kemarin? Dan saya mohon untuk segera di selesaikan!" titahnya dan Jefan pun mengangguk, setelah itu melaksanakan tugas yang di perintahkan Karina.
★★★
Setelah selesai, Karina pun langsung berniat ingin pulang saja dari kantornya. Sebelum itu, Karina pun menghubungi Felicia dulu.
¥ Via Telpon ¥
"Fell, saya akan pulang sekarang, kamu tolong handle semua tugas saya, ya?" titahnya tegas namun terdengar lembut.
POV Daffa
Setelah pekerjaan nya selesai Daffa pun berniat untuk pulang dan ingin menemui kekasihnya itu, namun saat baru pertengahan jalan entah bagaimana Daffa bertabrakan dengan seorang perempuan, ya, bisa di bilang cantik namun menurutnya hanya Karina perempuan yang paling cantik yang ada di hatinya.
"Maaf saya tak sengaja menabrak anda, saya sedang buru-buru!" kata Daffa tegas dan terlihat cool. Hidungnya yang mancung itu penambah tamvan dalam wajahnya. Perawakan yang tinggi serta kekar bisa membuat para wanita terpana dengan pesonanya itu.
"Gapapa kok," balasnya ramah sambil tersenyum kecil, setelah itu Daffa pun pergi tanpa sepatah kata pun. "Oh my God cowok itu ganteng banget, jadi pengen dapetin dia seutuhnya deh!" batinnya tersenyum kikuk.
Setelah itu wanita itu pun kembali melanjutkan perjalanan nya untuk sampai di ruang HRD.
★★★
Seorang wanita cantik, yang berhasil melamar di PT Praja Sejahtera itu pun kembali pulang dengan motor miliknya, sepanjang perjalanan dia tak hentinya melamunkan sosok pria tampan yang menabraknya tadi-Daffa.
Sepertinya wanita ini sangat mengharapkan Daffa akan menjadi miliknya, panggil saja dia-Jenny. Sesampainya di rumah, Jenny langsung bersantai di dalam rumahnya tak lama dari itu sang kakak Jenny pun pulang dari kantornya dan duduk di sofa di dekat Jenny.
__ADS_1
"Kenapa lo senyam-senyum sendiri? Udah gila?" cetus Jefan sambil menatap heran ke arah Jenny.
"Eh lo tau gak sih Kak, gue kan baru melamar kerja di PT Praja Sejahtera tadi, dan gue keterima disana, walaupun jadi staf biasa sih, terus gue bertabrakan sama cowok yang gantengggg banget, kayaknya gue suka deh sama dia?" balas Jenny sambil tersenyum malu.
"Gebet aja lah, itu pun kalau dia nya masih jomblo?" kata Jefan.
"Walau pun dia udah punya pacar, gue bakalan bikin mereka putus aja, lagian gue cantik kan, Kak?" balas Jenny dengan pedenya.
"Gak boleh dong, kasian yang jadi ceweknya, elo juga kan cewek, kalau posisinya nanti cowok itu di rebut orang lagi gimana?" kata Jefan mengingatkan.
"Bodo amat! Itu urusan belakangan!" balas Jenny sambil melenggang pergi meninggalkan Jefan.
"Dasar ya punya adik keras kepala banget, hukum karma itu lebih pahit daripada kurma yang manis!" gumamnya sambil berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.
POV Daffa
Sesampainya di rumah Karina, Daffa pun langsung bergegas masuk ke dalam rumahnya Karina. Seperti biasa pelayanan di rumahnya Karina sangat baik.
Tak lama dari itu Karina pun turun dari kamarnya dan menghampiri Daffa.
"Tumben udah kesini? Kangen, ya?" goda Karina sambil duduk di sampingnya Daffa.
"Iya aku kangen banget sama kamu?" Daffa pun langsung memeluk tubuhnya Karina.
"Nyaman, ya? Kasian banget deh, gara-gara sibuk kerja jadi kita jarang ketemu!" Karina pun membalas pelukannya Daffa.
"Iya, sabar dulu, ya? Sebentar lagi kita akan melangsungkan pernikahan, kamu doain aja yang terbaik buat kita semua?" Daffa pun mengelus lembut rambutnya Karina yang menjuntai lurus sampai ke punggung.
"Aamiin. Pokoknya dia terbaik buat calon suami aku?" Karina pun tersenyum setelah itu melepaskan pelukannya.
"Udah makan belom? Makan yuk?" ajak Daffa sambil menatap netra hitam disana.
"Ayo? Kebetulan aku juga belom makan lagi, ini udah terasa laper?" balasnya sambil mengusap-usap perutnya.
"Ya udah, yuk?" Karina pun mengangguk dan mereka berdua pun mulai pergi ke lestoran yang sering mereka kunjungi.
Mereka pun makan berdua disana sambil bercanda dan sesekali melakukan hal yang romantis yang membuat keduanya tersenyum girang.
__ADS_1
#bersambung