
#TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2
♥️ Happy Reading Guys 😘 ♥️
★★★
Ke esokan harinya Karina dan Daffa pun kembali beraktivitas seperti biasanya. Daffa berangkat ke kantor sekitar pukul delapan lebih, karna niatnya Daffa ingin mengecek keadaan di kantor saja, dari pada tambah jenuh di rumah saja lebih baik pergi ke kantor, fikirnya.
Saat waktu senggang, Jenny pun kembali di pertemukan dengan Daffa, pria tamvan yang menabraknya kemarin.
"Haii? Ketemu lagi kita disini?" sapa Jenny sambil tersenyum, namun Daffa kelihatannya masih dingin dan cuek.
"Maaf, kamu siapa, ya? Apa kamu mengenal saya?" balasnya tetap dingin.
"Tidak, aku melihat kamu waktu kemarin kamu menabrak aku saat jalan disini?" katanya dan tetap dengan senyum nya yang masih mengembang.
"Oh itu, maaf saya sudah melupakannya, kamu bekerja disini? Sebagai apa?" balasnya.
"Staff biasa," ucapnya.
"Oh, maaf saya ada keperluan lain, jadi tidak bisa mengobrol lebih lama lagi!" balas Daffa sambil pergi meninggalkan Jenny tanpa menunggu balasan apapun.
Jenny pun tersenyum kecil menatap kepergiannya Daffa. "Duhhh ... gantengnya gak ketulungan banget, bikin hati ini dag-dig-dug aja deh!" gumamnya sambil kembali berjalan dan melanjutkan pekerjaannya.
Author POV
Daffa pulang dari kantornya dan langsung menuju ke kantornya Karina, disana Daffa bertemu dengan Jefan asistennya Karina.
"Jefan? Dimana atasanmu?" tanya Daffa dengan tegas.
"Ibu sedang di kantornya, Pak? Mau saya panggilkan?" balas Jefan ramah.
"Tidak perlu, biar saya langsung kesana saja!" ucapnya dan Jefan pun mengangguk setelah itu Daffa pun langsung menuju ke lantai sepuluh karna disana ruangannya Karina berada.
Tokk! Tokk! Tokk!
"Masuk?" teriak Karina dan setelah itu Daffa pun membuka knop pintu ruangan kekasihnya itu dan kembali menutupnya setelah itu duduk di hadapannya Karina.
__ADS_1
"Sayang? Kamu sibuk banget, ya, hari ini?" balas Daffa sambil menatap wajahnya Karina.
"Gak terlalu sibuk sih, soalnya semua pekerjaan sudah aku suruh handle Felic sama Jefan?" ucapnya sambil berdiri dari tempat duduknya dan memeluk Daffa dari belakang.
Daffa pun tersenyum karna baru kali ini Karina memeluknya begitu. "Ikut ke kantor aku mau? Temenin aku kerja?" balas Daffa sambil mengusap lembut tangannya Karina yang melingkar di lehernya.
"Emang boleh? Ntar para pekerja wanita kamu pada cemburu lagi kalau bos mereka bawa wanita lain?" ucap Karina dengan manjanya.
"Enggak dong sayang, mau mereka cemburu atau gimana pun, ya, itu urusan mereka, kamu kan calon bojoku!" balas Daffa lembut.
"Bisa aja, ya udah tunggu aku mau beres-beres dulu, ya?" kata Karina sambil tersenyum dan melepaskan pelukannya dan mulai membereskan barang-barangnya.
Sebelum pergi dengan Daffa, Karina pun mengirimkan pesan singkat kepada Felicia. "Fell, saya pulang sekarang, berkas yang ada di meja saya tolong kamu rapihkan!" pesannya. Setelah itu pergi dengan Daffa menuju ke kantornya Daffa.
Sebelum itu, Karina pun memberikan dulu kunci mobilnya kepada Jefan agar Jefan mengantarkan mobil itu ke rumahnya.
★★★
Sesampainya di kantor Daffa, Karina pun menyuruh Daffa masuk duluan nanti ia akan menyusul, dan Daffa pun mengangguk setelah itu masuk ke dalam kantornya.
Saat Karina memasuki kantornya Daffa, tiba-tiba saja Jenny menabraknya karna sedang buru-buru.
"Aww ... sakit banget pantat gue!" ringis Karina karna kesakitan akibat terbentur lantai.
"Lebay banget sih, cuman ketabrak dikit doang juga?" cetusnya tetap berdiri tanpa memperdulikan Karina.
Tak lama dari itu Jodan yang melihat tunangan bosnya terduduk di lantai itu pun langsung membantunya untuk berdiri.
"Ibu tidak kenapa-napa?" tanya Jodan dengan sopan, tegas dan terlihat berwibawa itu.
"Saya baik-baik saja, terimakasih, ya?" balas Karina sambil berlalu pergi dari hadapannya Jodan dan Jenny.
Setelah itu Karina pun masuk ke dalam ruangannya Daffa.
Jodan POV
"Saya peringatkan dengan baik sama kamu, mau kamu bertemu dengan siapa pun, hargai dia, jangan perlakukan orang lain seperti barusan, kalau bos melihatnya, habis lah kamu?" peringat Jodan denga hati-hati.
__ADS_1
"Baik, Pak! Maaf saya tidak sengaja melakukannya, lain kali saya tidak akan mengulanginya!" balasnya sambil menunduk.
"Baiklah, sekarang kamu kembali bekerja?" titahnya dan Jenny pun mengangguk lalu pergi ke tempatnya. Dan Jodan pun kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Karina POV
Karina pun masuk ke dalam ruangannya Daffa dan duduk di sofa yang ada di ruangannya Daffa sambil tetap meringis merasakan sakit di pantatnya karna terbentur cukup keras. Daffa yang melihat itu pun langsung menghampiri kekasihnya itu karna cemas.
"Sayang? Kamu kenapa? Kok kelihatan seperti kesakitan begitu?" tanyanya sambil memegang pundaknya Karina pelan.
"Aku tadi jatoh, kayaknya karyawan kamu lagi buru-buru dan dia nabrak aku, terus tadi ada Jodan yang nolongin aku?" balasnya pelan.
"Ya ampun sayang, kamu jatoh dari mana? Salah aku juga tadi yang menuruti perkataan kamu untuk masuk duluan, bodohnya aku!" kata Daffa sambil memukul kepalanya sendiri.
Karina pun menghentikan aksi Daffa yang nekad itu. "Sayang jangan begitu, aku gapapa kok, kamu jangan menyiksa diri kamu sendiri?" balas Karina dengan suara yang di manjakan.
Daffa tersenyum kecil. "Iya sayang, aku memang bodoh! Ceroboh! Kita ke dokter, yuk?" ajaknya sambil menarik tangan Karina pelan.
"Apaan sih, aku gapapa kok, ngapain harus ke dokter? Udah deh gak usah lebay!" balasnya sambil tersenyum kecil.
"Ya ... aku takut kamu kenapa-napa, makanya aku ajakin kamu buat ke dokter?" kata Daffa.
"Udah gak usah, udah makan belom?" balasnya perhatian.
"Belom, mau ambilin aku makan emangnya? Di suapin?" katanya manja.
"Gak usah manja, makan sendiri aja, ya udah panggilin OB kamu buat siapin makanan, nanti aku suapin kalau kamu mau?" balasnya.
"Tentu saja aku mau!" cetusnya dan setelah itu mulai menelpon OB nya untuk menyiapkan makanan.
★★★
Makanan pun telah tiba di ruangannya Daffa dan Karina pun mulai menyuapi kekasihnya yang manja itu.
"Aaa ... aaa ...?" Karina pun menyuapi Daffa dengan mesranya.
Setelah makan selesai Daffa pun kembali bersantai dan memainkan rambutnya Karina yang panjang nan lurus itu. Sesekali Daffa pun mencium wanginya rambut Karina.
__ADS_1
Setelah saling bercanda selama lima belas menit, akhirnya Daffa pun mengajak Karina untuk pulang dari kantornya dan Karina pun mengangguk mengiyakan ajakannya Daffa.
#bersambung