
Hari ini adalah hari yang dijanjikan Xiao Lu untuk menjemput keempat saudara yang ia temui tempo hari bersama dengan Mao.
Kini, mereka tengah bersiap pergi ke kediaman Ong Xi dan yang lainnya. Namun, sebelum itu, mereka harus berangkat ke istana terlebih dahulu guna menemui sang pangeran kesayangan Xiao Lu.
"Ayo berangkat," ajak Xiao Lu pada Mao dan langsung dibalas anggukan oleh gadis kecil itu.
***
Mereka kini telah sampai digerbang istana. Penjaga gerbang yang melihat Xiao Lu langsung membungkuk dan menyapa dan tentu dibalas oleh anggukan kecil dari Xiao Lu.
Xiao Lu dan Mao berjalan memasuki istana dan sesekali menyapa para pelayan maupun penjaga yang berpapasan dengan mereka.
"Lu'er," panggil seseorang membuat Xiao Lu menengokkan kepalanya pada si pemanggil.
Terlihat Putri Ping tengah berjalan anggun dengan senyum menawannya membuat Xiao Lu membalas senyuman itu.
"Lu'er memberi hormat pada Putri Pertama," sapa Xiao Lu diikuti Mao pada Putri Ping yang kini menatap kesal mereka.
"Bukankah aku sudah bilang untuk memanggilku jie jie? Kau tidak mau menuruti perintahku?!" Ucap kesal Putri Ping yang dibalas kekehan oleh Xiao Lu, Mao dan pelayan Putri Ping.
"Baiklah-baiklah. Maafkan Lu'er yang manis ini ya Ping jie jie," ucap Xiao Lu.
"Baik. Jie jie memaafkanmu," ucap Putri Ping sambil tersenyum.
"Lu'er akan bertemu Chen ge?" Tanya Putri Ping yang dibalas anggukan kecil oleh Xiao Lu.
"Baiklah. Ayo kita temui Chen ge. Jing, Fung dan Ning'er juga berada disana," ucap Putri Ping antusias dan langsung menarik tangan Xiao Lu menuju Paviliun Lotus Biru tempat dimana Pangeran Chen tinggal.
__ADS_1
Para pelayan hanya menggeleng melihat kelakuan Putri Ping yang selalu berbeda jika sudah berhadapan dengan Xiao Lu. Bahkan, para putri lainnya pun sama.
Mereka bersyukur akan adanya Xiao Lu. Istana terasa lebih berwarna lagi karena Xiao Lu. Meskipun, mereka juga bersalah karena mereka pernah termakan akan runor yang beredar diibukota. Namun, Xiao Lu hanya tertawa dan mengucapkan tak apa-apa saat mereka meminta maaf.
Kembali pada Xiao Lu dan Putri Ping. Keduanya kini berjalan agak cepat karena ingin segera berkumpul bersama yang lainnya. Apalagi Xiao Lu yang sudah merindukan pangeran kecilnya.
Xiao Lu memang menganggap Pangeran Chen sebagai pangeran kecil. Bukan hanya karena sikapnya yang memang childish namun karena umur mereka juga berbeda. Jiwa Xiao Lu yang sekarang adalah jiwa seorang perempuan dewasa berusia 25 tahun yang terlempar pada tubuh berusia 16 tahun. Sedangkan Pangeran Chen, 5 tahun dibawah usia Xiao Lu asli.
Saat mereka akan berbelok menuju Paviliun Lotus Biru, mereka berpapasan dengan Liu Anming yang memang telah menetap diistana karena statusnya sebagai Putri Mahkota walaupun belum terikat pernikahan.
Xiao Lu langsung merubah raut wajahnya menjadi datar saat melihat wajah angkuh Anming. Putri Ping mendengus sebal melihat keangkuhan calon kakak iparnya.
"Salam pada Putri Mahkota," sapa Xiao Lu, Putri Ping, Mao beserta pelayan setia Putri Ping dengan nada yang errr malas.
"Putri ini menerima salam kalian," ucap angkuh Anming dengan dagu yang terangkat.
"Kalau begitu, kami permisi," ucap Putri Ping mewakili dan langsung berlalu sambil menyeret kembali Xiao Lu.
"Tidak sopan," geram Anming namun tidak mereka pedulikan.
"Berani sekali kalian mengacuhkan Putri ini," ucapnya keras membuat beberapa pasang mata yang berada didekat mereka menatap mereka.
Xiao Lu menghentikan langkahnya begitu pula Putri Ping dan yang lainnya. Xiao Lu menengok ke belakang menatap Anming dengan alis terangkat sebelah membuat Anming bertambah emosi.
Para pelayan yang kini bekerja dibawah Anming hanya menghela nafas karena jungjungan mereka yang begitu cepat emosi. Sejujurnya, saat Yang Mulia Ratu menyuruh mereka menjadi pelayan pribadi Anming, mereka ingin menolak. Jika bisa, mereka justru ingin menjadi pelayan Xiao Lu. Meskipun selalu berwajah datar dan dingin, Xiao Lu tetap ramah dan baik kepada mereka. Xiao Lu juga tidak membedakan status mereka sedangkan Anming benar-benar selalu menjatuhkan harga diri mereka.
"Apa?" Tanya Xiao Lu dingin.
__ADS_1
"Aku bahkan belum mengijinkan kalian, dan kalian langsung berlalu begitu saja? Dasar tidak punya tata krama!!" Ucap marah Anming.
"Terlebih kau!! Kau hanya anak seorang jenderal yang bodoh tak tahu malu! Terlebih, sekarang kau ditunangkan dengan pangeran idiot dan bodoh. Kalian memang serasi. Pasangan idiot dan bodoh!" Tambahnya membuat semua orang membulatkan mata.
Para pelayan dan penjaga begitu pula Putri Ping menatap tak percaya ke arah calon ratu masa depan mereka. Mereka tahu jika Anming memang angkuh namun, mereka tidak menyangka jika Anming akan mengatakan itu. Pangeran Chen adalah kesayangan seluruh penghuni istana dibalik kekurangannya. Dan Anming? Dia mengatakan hal yang menyakitkan. Mereka menatap marah pada Anming.
"KAU-"
"Biar aku saja." Potong Xiao Lu saat melihat Putri Ping akan meledak pada Anming.
Xiao Lu menatap tajam Anming dan berjalan menuju Anming. Pelayan, dan para penjaga merinding takut melihat kemarahan yang terlihat jelas diwajah datar Xiao Lu tak ayal Anming pun bergidik melihat tatapan gajam gadis yang lebih muda darinya itu.
"Beraninya kau, Liu Anming! Aku tak akan memaafkan siapapun yang menghina dan menyakiti orang-orang kesayanganku." Ucap dingin Xiao Lu yang membuat semua orang meneguk ludah takut. Bahkan ada yang berjalan mundur tanpa disadari oleh mereka sendiri.
"Aku tidak akan melepaskanmu, *****!" Tambahnya tajam.
Saat ia sudah berada dihadapan Anming, ia mengeluarkan aura bengisnya membuat Anming tanpa sadar mundur begitupun para pelayannya. Xiao Lu yang melihat itu hanya diam memandang tajam Anming.
"Jie jie, dimana Yang Mulia Raja sekarang?" Ucap dingin Xiao Lu.
Putri Ping yang mendengar itu menatap takut-takut pada gadis muda yang kini berdiri tegak dihadapan Anming. Ia menelan ludah gugup saat akan menjawab.
"A-ayahanda i-itu...di-aula... ra-ra-pat," jawab Putri Ping dengan kalimat yang tak jelas saking menggigil tubuhnya karena aura mencengkam yang keluar dari Xiao Lu.
Xiao Lu mengerti apa yang diucapkan Putri Ping. Ia dengan segera menyeret Anming yang menggigil ketakutan dengan cepat.
***
__ADS_1