
Hari ini, tepat setelah Xiao Lu melakukan pesta kecil bersama kelompoknya untuk merayakan hari mereka yang satu bulan, Xiao Lu berencana untuk pergi ke istana. Selain karena ingin bertemu sang tunangan tercinta, ia juga ingin mengetahui perkembangan Anming yang tengah dilatih khusus dalam bidang keputrian oleh salah satu anggota kelompoknya yang memang terlahir sebagai puteri. Ia juga ingin melatih 5000 pasukan yang memang diberikan padanya. Serta memberitahukan Blackrose yang sebenarnya pada Raja Zhao.
Anggota Blackrose sendiri berjumlah 100 orang ditambah lima orang yang menjadi pemimpin mereka (Ong Xi, Tao, Diwei, Cyou dan Mao). Karena Blackrose mempunyai empat tim, maka 100 orang itu dibagi menjadi 25 orang pertim. Khusus kelompok tim omega, terdiri dari 15 perempuan dan 10 laki-laki. Sedangkan tim Alpha, Beta dan Warrior, pure laki-laki.
Anggota Blackrose sendiri terdapat beberapa orang penting yang kini menjadi setara dengan anggota lainnya. Dalam anggota Blackrose, terdapat beberapa putri, pangeran dari kerajaan luar serta tuan dan nona muda bangsawan yang bergabung setelah melakukan penyeleksian khusus.
Mereka juga sangat menghormati G'rose beserta keempat ketua dan wakil ketua mereka (Mao) meskipun mereka tahu jika derajat mereka lebih tinggi diluar sana tapi disini mereka justru mempunyai derajat dibawah para ketua Blackrose terlebih G'rose, pemimpin mereka.
"Aku dan Mao ada urusan. Kalian berlatihlah sebentar. Besok aku akan kemari untuk memeberikan misi dari peradilan istana." Ucap Xiao pada keempat ketua tim.
"Baik, G'rose." Ucap keempatnya serempak.
"Bagus. Dan Chyou, aku sudah memesan stok herbal kita. Nanti akan ada kurir yang mengantarkannya." Tambah Xiao Lu.
__ADS_1
"Baik." Ucap Chyou sambil mengangguk paham.
"Kalau begitu, aku dan Mao pergi dulu. Jaga diri kalian dan anggota kalian. Sampai nanti~"
Setelah mengucapkan itu, Xiao Lu dan Mao pun bergegas ke istana setelah sebelumnya mereka melepas topeng serta berpenampilan seperti Xiao Lu dan Mao yang biasa.
Mereka berdua berjalan menelusuri pasar kota menuju istana. Banyak rakyat yang menyapa ramah karena tahu posisi Xiao Lu. Selain sebagai tunangan Pangeran Chen, mereka juga tahu jika Xiao Lu adalah gadis kesayangan kerajaan dan tentunya sebagai putri yang memegang lencana 5000 pasukan, membuat mereka menghormati Xiao Lu. Terlebih saat berita tentang Xiao Lu yang bisa mendeteksi para penyusup di acara pertunangan Putra Mahkota dan Putri Anming serta pertunangannya sendiri dengan Pangeran Chen.
***
"Anda ingin bertemu dengan Pangeran Chen?" Tanya ramah salah satu pengawal.
"Iya. Aku merindukan pangeran imutku itu. Sudah dua hari aku tidak bertemu. Ia pasti merajuk sekarang," jawab Xiao Lu dengan kekehan diakhirinya membuat para pengawal dan Mao juga ikut terkekeh.
__ADS_1
"Pasti nona. Selama dua hari kemarin, Pangeran Chen terus bolak-balik kemari berharap anda datang," ujar pengawal lainnya.
"Benarkah paman?" Tanya Xiao Lu.
"Tentu. Lebih baik anda segera menemui pangeran. Saya dengar, dari pagi ia tidak mau keluar kamar."
"Baiklah. Kalau begitu, Xiao Lu dan Mao pamit untuk ke kediaman pangeran." Ucap Xiao Lu.
"Ah Iya, ini adalah ramuan untuk kekebalan tubuh. Cuaca kini mulai mendingin karena musim dingin akan segera tiba. Xiao Lu tadi membeli beberapa untuk paman dan yang lainnya agar kalian tidak sakit saat berjaga," tambah Xiao Lu dan menginstruksikan Mao agar memberikan buntalan kain berisi obat itu pada keempat pengawal yang berjaga.
"Terimakasih atas kebaikan nona Xiao Lu," ucap keempat pengawal itu serentak. Mereka memang menyukai sifat Xiao Lu. Meskipun wajahnya tetap datar, ia tetap memberikan perhatian pada semua orang.
"Kalau begitu, gadis kecil ini pergi dulu untuk membujuk beruang kecilnya," gurau Xiao Lu.
__ADS_1
"Haha tentu nona silahkan bujuk beruang kecil anda."
***