Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Bangkitnya Blackrose (2)


__ADS_3

***


Pagi-pagi sekali dimana hari masih gelap, semua orang masih terlelap dan ayam belum berkokok, Xiao Lu justru tengah berdiri tegak dibelakang pavilionnya dengan hanfu khusus yang ia buat untuk latihan. Ia kini tengah menatap intens Ong Xi dan yang lainnya. Ong Xi dan yang lainnya tidak bisa untuk tidak gugup. Rasa kantuk yang mereka rasakan tadi kini berganti dengan perasaan gugup karena terimiditasi oleh tatapan Xiao Lu.


"Kalian tahukan jika sekarang kita akan latihan? Sekali lagi aku akan bertanya untuk yang terakhir kalinya, karena setelah ini, kalian tidak bisa berhenti dan mundur atau kalian akan menerima akibatnya." Ucap Xiao Lu tegas dan datar. Aura mendominasi sangat kental bahkan mengalahkan para jenderal dan raja.


"Jadi, kalian benar-benar siap untuk ikut bersamaku bukan?" Tanyanya tegas.


"Kami siap!" Ucap Ong Xi, Diwei, Tao, Chyou dan Mao serempak dengan lantang membuat Xiao Lu menyeringai puas.


"Bagus. Kita akan latihan setiap pagi agar tidak menimbulkan banyak pertanyaan. Dan kalian harus selalu siap. Paham?"


"Kami paham, nona!"


"Eit..eit... jangan panggil aku nona. Panggil aku G'Rose. Mengerti?"


"Mengerti, G'Rose!"


"Sekarang kita akan mulai latihan. Untuk latihan pertama, aku akan melatih fisik kalian terlebih dahulu agar kalian kuat. Aku akan melatih kalian berbagai jenis bela diri dan juga senjata. Selain itu, aku akan secara khusus mengenalkan kalian dengan berbagai racun dan penawarnya. Terlebih, untuk Chyou dan Mao yang khusus dibidangnya." Xiao Lu mulai menjelaskan tentang pelatihan pertama mereka dan pelatihan-pelatihan kedepannya.


Xiao Lu menggunakan metode pelatihan keras militer pada masa-nya seperti push up dan yang lainnya. Ia juga telah mengubah hutan dibelakang pavilionnya sebagai tempat latihan. Untung hutan itu tidak terjamah oleh siapapun sehingga ia dengan bebas menggunakannya.


Hari pertama mereka latihan terasa begitu berat terlebih Chyou dan Mao. Tapi saat mereka mengingat tujuan mereka, mereka kembali semangat. Ong Xi dibalik wajah datarnya terlihat tekad yang begitu kuat. Ia selalu berkata jika ia harus kuat agar mampu melindungi saudara dan nona kecilnya. Ia bertekat akan membalas orang-orang yang dulu dengan kejam membunuh keluarganya dan keluarga saudara-saudarinya.

__ADS_1


Diwei serta Tao juga tidak kalah dengan Ong Xi. Tao bersyukur dapat bertemu dengan Xiao Lu. Sekarang, hidup mereka tidak akan susah lagi. Ia harus membalas kebaikan yang diberikan Xiao Lu pada keluarganya.


Xiao Lu tersenyum teduh melihat semangat dan tekad mereka. Ia bersyukur bertemu dengan mereka. Dikemudian hari, mereka akan menjadi orang-orang yang hebat. Dan ia akan mewujudkan semua itu.


***


Tak terasa, sebulan sudah mereka melewati segala macam latihan yang menurut mereka bagaikan neraka. Dalam sebulan ini, Xiao Lu sangat puas akan kemampuan mereka yang berkembang pesat. Mereka itu bisa dibilang cerdas.


Ong Xi, Tao dan Diwei sudah sangat ahli dalam hal bela diri. Mereka bertiga bisa menggunakan berbagai macam senjata. Xiao Lu sendiri secara pribadi membuatkan mereka senjata.


Pedang tajam dengan ukiran naga untuk Ong Xi, pedang kembar untuk Tao, panah dan katana pendek yang bisa diselipkan dalam pakaian untuk Diwei, berbagai jenis jarum untuk Chyou dan belati kembar untuk Mao.


Chyou dan Mao juga telah banyak menguasai ilmu kedokteran tradisional maupun modern yang ia ajarkan. Ia juga mengajarkan mereka untuk membuat racun serta berbagai obat.


***


"Aku bangga dengan kalian. Kalian benar-benar hebat. Hanya dalam waktu satu bulan, kalian bisa dengan cepat mempelajari semua yang aku berikan." Ucap Xiao Lu dengan nada bangga membuat mereka semua tersenyum lebar termasuk juga Ong Xi yang selalu berwajah datar, kini menampilkan senyum menawannya yang tentu tidak akan bisa dilihat oleh siapapun kecuali mereka.


"Terimakasih kepada G'Rose yang sudah melatih kami," ucap Ong Xi sambil menunduk mewakili semuanya.


"Karena kalian telah belajar dengan baik. Aku akan memberikan misi pertama untuk kalian." Ucap Xiao Lu.


"Untuk misi pertama Ong Xi dan Tao, kalian akan mencari orang-orang berbakat untuk menjadi bagian Blackrose. Usahakan untuk mereka yang sudah tidak memiliki keluarga. Dan jika bisa, prioritaskan orang-orang seumuran kalian. Cari sebanyak mungkin yang kalian bisa. Paham?"

__ADS_1


"Paham, G'Rose."


"Diwei, kau aku tugaskan untuk menyebarkan berita tentang Blackrose. Kau sebarkan berita jika kami adalah organisasi hebat pembunuh bayaran namun kami hanya membunuh orang yang memang pantas dibunuh dan siap melayani mereka. Kau juga sebarkan jika kami adalah ahli dalam bidang pengobatan. Ingat jangan sampai kau membuka identitasmu, oke?"


"Siap."


"Chyou dan Mao, kalian ikut aku mencari sebuah bangunan untuk kita membuka praktek pengobatan. Kita juga akan membeli beberapa bahan herbal untuk stok kita."


"Baik, G'Rose."


"G'Rose, jika kami sudah menemukan orang-orangnya, apa kami bawa kemari?" Tanya Ong Xi.


"Tidak. Aku sudah mendapatkan tempat yang cocok untuk kita. Kalian bawa saja mereka ke sebuah pavilion yang berada ditengah hutan sana. Aku sudah menyiapkannya jauh-jauh hari. Kita hanya tinggal pindah saja," balas Xiao Lu yang dibalas anggukan oleh Ong Xi dan yang lainnya.


"Baiklah. Mari mulai misi pertama kita. Tapi sebelumnya, ambilah ini-" ucap Xiao Lu sambil membagikan topeng putih polos dengan ukiran rumit disamping topeng itu.


"Ini agar kita tetap aman. Apalagi aku akan pergi ke peradilan kekaisaran guna mengikat bisnis dengan mereka agar kita bisa mendapat misi cepat jika peradilan tidak bisa menangani masalah." Tambah Xiao Lu dan mereka mengangguk mengerti.


Semuanya memakai topeng putih polos dengan ukiran rumit itu. Xiao Lu juga memakai topeng, hanya saja, topengnya berbeda. Topeng itu berwarna emas dengan ukiran rumit setangkai mawar berwarna hitam.


Setelah memakai topeng, mereka pun segera bergegas dengan melompati pagar dan atap. Mereka begitu cepat hingga tidak bisa dideteksi oleh para penjaga kediaman Ahn.


***

__ADS_1


__ADS_2