Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Part 46


__ADS_3

Setelah kejadian yang membuat Kerajaan Yu berpindah tangan, kini, semakin banyak kerajaan yang takut untuk berurusan dengan anggota keluarga Kediaman Jenderal Besar Ahn. Tapi, meskipun begitu, banyak pangeran ataupun para putra bangsawan yang ingin mempersunting ketiga nona muda kediaman Ahn. Itu karena mereka tahu jika kediaman Jenderal Besar Ahn mempunyai hubungan baik dengan Blackrose Mafia sehingga mereka ingin menjadikan hal itu sebagai batu loncatan agar pamor mereka melejit jika mereka juga bisa menjalin hubungan baik dengan Blackrose Mafia. Tentu saja, hal itu sudah diketahui oleh pihak Jenderal Besar Ahn dan tentunya Kediaman Jenderal Besar Ahn menolak semua lamaran.


Pangeran Chen sendiri kini telah banyak penggemarnya. Hanya saja, para gadis yang berminat pada Pangeran Chen harus mengubur niatan mereka untuk menjadi wanita Pangeran Chen karena tahu akan kekejaman nona sulung Kediaman Ahn yang tak lain dan tak bukan adalah tunangan Pangeran Chen sendiri, Ahn Xiao Lu.


Xiao Lu juga semakin terkenal. Baik karena kecantikannya, keberaniannya, kehebatannya yang menurun dari sang ayah, dan juga kekejamannya pada setiap orang yang ia anggap musuh.


Pasukan Duri Mawar, yang tak lain adalah 5000 pasukan yang dipimpin oleh Xiao Lu juga semakin mengguncang dunia. Tak ada yang tidak tahu kehebatan dan kebengisan mereka saat berperang melawan musuh. Bahkan, sama seperti Blackrose Mafia, Pasukan Duri Mawar juga bisa meluluhlantakkan kerajaan besar. Pasukan Duri Mawar bahkan sangat ditakuti oleh kerajaan lain setelah Blackrose Mafia. Tak jarang, Pasukan Duri Mawar selalu digembor-gemborkan jika pasukan ini adalah pasukan yang didukung oleh Blackrose Mafia. Dan akhirnya, pasukan ini diberi julukan Pasukan Iblis.


Xiao Lu selaku pemimpin dari dua pasukan yang mengguncang dunia, hanya tertawa keras karena menerima laporan tentang desas-desus kedua pasukannya yang ia latih dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


Para Ketua Tim dan tak lupa lima jenderal yang ia tunjuk dan latih dalam Pasukan Duri Mawar kini hanya bisa tersenyum lebar dengan mata yang selalu memancarkan binar kekaguman dan hormat melihat pemimpin yang begitu mereka hormati tengah tertawa dengan begitu tidak kenonabangsawanan.


Mereka tidak terlalu mementingkan sikap yang Xiao Lu tunjukan. Mereka justru sangat menyukai sikapnya yang apa adanya dan sangat amat merakyat menurut mereka. Sangat berbeda dengan nona-nona bangsawan lain.


"Kekuatan kita sudah sangat memuncak. Kita harus mempertahankan kekuatan ini agar kita bisa melindungi orang-orang yang kita sayangi. Ingat, meskipun kita berada di puncak kesuksesan ini, kita tetaplah manusia biasa. Derajat kita sama dimata Sang Pencipta. Jadi, kita harus tetap saling tolong menolong pada orang yang membutuhkan kita. Dan ingat, kita adalah keluarga dan kita harus saling melindungi anggota keluarga kita." Ucap Xiao Lu.


"Tentu, G'rose!" Seru lantang para ketua tim dan kelima jenderal itu dengan sungguh-sungguh membuat Xiao Lu tersenyum tulus pada mereka.


"Ah? Mereka, ya? Kita ikuti saja alur mainnya terlebih dahulu. Setelah itu, kita 'berpesta'!" Ucap Xiao Lu sambil menyeringai membuahkan sorakan semangat dari kesepuluh orang itu.

__ADS_1


Jangan menganggap jika pesta yang mereka lakukan adalah pesta yang biasa dilakukan oleh para bangsawan. Pesta mereka jauh dari kata pesta yang sesungguhnya.


Pesta yang mereka lakukan adalah pesta dimana tubuh dan pedang mereka terciprat oleh banyak darah. Genangan merah yang mengalir seperti sungai yang membuat mereka bersemangat. Teriakan kesakitan yang sangat terdengar merdu dibanding dengan alunan musik pesta. Tak lupa, gunungan mayat yang akan mereka jadikan sebagai bahan api unggun.


Yah. Mereka benar-benar dibuat seperti psikopat gila oleh Xiao Lu. Tapi, siapa yang akan melarang Xiao Lu? Mungkin, sebelum kau menasehatinya, kau akan menjadi mainannya terlebih dahulu.


Xiao Lu tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang padanya. Ia sangat tidak menyukai sifat mereka yang selalu menyombongkan status dan harta mereka hingga mereka menyakiti orang-orang yang kesusahan. Oleh karena itu, ia lebih memilih membawa orang-orang miskin atau yatim piatu untuk menjadi pasukannya. Selain untuk membalaskan rasa sakit yang telah mereka alami, Xiao Lu juga ingin melihat mereka mempunyai tujuan dalam hidup. Dan tujuan kedua pasukan ini tentu saja untuk saling menjaga dan membantu mereka yang kesusahan. Kedua pasukan ini sudah dicap sebagai keluarga besar oleh mereka dengan Xiao Lu yang mereka jadikan kepala keluarga dan panutan mereka. Jadi, jika ada salah satu dari kedua pasukan yang disakiti, maka, bersiaplah untuk menerima balasan dari ribuan orang karena telah menyakiti salah satu dari mereka.


'Jika kau punya uang, kau bisa menggunakan uang mu untuk apapun. Jika kau punya kekuatan, maka, kau akan sangat disegani oleh siapapun. Dan jika kau punya keduanya, itu adalah hal yang sangat baik. Punya uang tapi tak punya kekuatan? Percuma. Punya kekuatan tapi tak punya uang? Lebih percuma lagi.' -Xiao Lu.

__ADS_1


***


__ADS_2