
Xiao Lu kini mulai mengangkat belati ditangan kanannya. Sedangkan botol porselen yang berisi serbuk hijau itu ia letakan di meja kecil disampingnya.
"Nah, sekarang, aku harus mulai darimana dulu?" Tanya Xiao Lu sambil menempelkan belati kesayangannya pada pipi Putri Yu Mina.
Tubuh Putri Yu Mina seketika kaku saat merasakan hawa dingin dari belati yang kini menempel di pipinya. Matanya memancarkan rasa horor. Ia bahkan menahan nafasnya.
"Kenapa kau tidak menjawab?!" Ucap Xiao Lu sambil mengernyit tak suka.
"Baiklah, aku akan mulai dari wajahmu dulu. Kau sangat cantik bukan? Aku akan membuat wajahmu semakin cantik hihi." Tambah Xiao Lu sambil terkikik karena melihat raut ketakutan dari wajah Putri Yu Mina.
Putri Yu Mina menggeleng ribut mendengar perkataan Xiao Lu hingga membuat pipinya itu tergores karena belati yang masih menempel di pipinya.
"Ahhh..." rintih Putri Yu Mina saat merasakan perih di pipinya yang terluka.
"Oh? Itu bukan salahku. Salahmu karena tidak bisa diam hingga pipimu tergores." Ucap Xiao Lu sambil menatap polos Putri Yu Mina.
__ADS_1
Darah mengucur cukup deras dari pipi Putri Yu Mina yang terluka cukup lebar. Darah terus mengalir hingga ke leher Putri Yu Mina yang kini meringis.
"Jangan menangis, Tuan Putri. Jika kau menangis, luka mu akan semakin sakit." Ucap Xiao Lu sambil menghapus air mata Putri Yu Mina.
Putri Yu Mina semakin bergetar saat tangan dingin milik Xiao Lu menghapus air mata yang ada di pipinya.
"Maaf.. maafkan aku.. aku mohon... lepaskan aku..." racau Putri Yu Mina.
"Oh.. cup..cup... tenanglah.. ini tidak akan menyakitkan. Aku janji." Ucap Xiao Lu sambil tersenyum cantik yang justru seperti senyuman malaikat maut untuk Putri Yu Mina.
Xiao Lu kemudian mengambil botol porselen dengan serbuk hijau dan meletakan belatinya. Ia menggoyangkan botol porselen itu dihadapan wajah Putri Yu Mina.
"Aku tak suka penolakan!" Ucap dingin Xiao Lu saat melihat Putri Yu Mina yang tidak membuka mulutnya.
Dengan paksa, Xiao Lu membuka mulut Putri Yu Mina dan memasukkan serbuk hijau itu seluruhnya.
__ADS_1
"Telan!" Perintah Xiao Lu sambil mengatupkan bibir Putri Yu Mina kasar membuat sang empu meringis dan darah dari pipinya yang terluka semakin keluar banyak.
Setelah memastikan jika Putri Yu Mina menelan semua serbuk itu, Xiao Lu kemudian melepaskan rantai yang membelenggu Putri Yu Mina.
Putri Yu Mina yang melihat itu sedikit bersinar matanya. Ia juga tidak merasakan apapun sesaat setelah menelan serbuk yang tak tahu apa kegunaannya.
Setelah melepaskan rantai, Xiao Lu lantas berbalik. Ia kemudian duduk di kursi sebelumnya sambil menyesap teh yang memang disediakan.
Putri Yu Mina yang sudah bebas lantas melirik belati disampingnya. Ia kemudian menatap Xiao Lu yang sedang menyesap teh. Mata Putri Yu Mina memancarkan kebencian yang dalam.
'Wanita ****** bodoh! Apa dia benar-benar bodoh hingga melepaskanku?! Ah tak apa. Dengan ini, aku akan membalas rasa sakitku. Jika dia mati, maka, Pangeran Chen akan menjadi milikku. Hahaha' Batin Putri Yu Mina sambil tersenyum kejam.
Dengan cepat, Putri Yu Mina menyambar belati milik Xiao Lu. Putri Yu Mina lantas bergegas menuju Xiao Lu yang hanya menatapnya santai.
"Mati kau, ******!" Seru Putri Yu Mina sambil mengangkat belatinya hendak menusuk Xiao Lu.
__ADS_1
"Aaarrrggghhhh...."
***