Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Pernikahan Putra Mahkota (2)


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Hari ini adalah hari pernikahan Putra Mahkota dengan Liu Anming. Xiao Lu pun sudah memberikan sketsa wajah orang-orang yang akan merusak pesta. Orang-orang itu tak lain dan tak bukan adalah pembunuh bayaran yang dikirim oleh kerajaan tetangga yang memang tengah berselisih dengan kerajaan ini.


Xiao Lu tampak cantik dengan hanfu putih dan riasan sederhana. Ia kini berada di kediaman Selir Mei atas kemauan Selir Mei sendiri.


"Lu'er sangat cantik," puji Selir Mei pada calon menantunya.


"Ibunda juga sangat cantik." Balas Xiao Lu.


"Ibunda tidak sabar menantikan pernikahanmu dengan Chen," ujar Selir Mei dengan mata berbinar.


"Ibunda," ucap Xiao Lu pelan dengan wajah memerah.


"Lu'er benar-benar menggemaskan," ucap Selir Mei sambil menangkap wajah Xiao Lu membuat Xiao Lu terkekeh.


"Lulu,"


Panggilan dari arah pintu itu membuat kedua wanita berbeda usia itu menengok ke asal suara. Disana, berdiri Pangeran Chen dan Pangeran Jian.


Xiao Lu terpaku di tempatnya saat melihat Pangeran Chen yang begitu tampan dengan hanfu berwarna biru dengan jahitan benang emas. Rambut panjang Pangeran Chen diikat rapi dan digulung hingga memperlihatkan rahang tegasnya membuat siapapun terpesona.


Pangeran Chen sendiri menatap Xiao Lu berbinar saat melihat Xiao Lu yang tampak cantik dan anggun namun tidak menghilangkan aura tegasnya.


Selir Mei dan Pangeran Jian sendiri hanya terkekeh geli melihat sepasang kekasih yang tengah saling mengagumi itu.


"Ekhm. Kakak ipar, liurmu hampir menetes loh saat melihat kakak Chen," gurau Pangeran Jian membuat Xiao Lu tersadar dan tanpa sadar mengusap bibirnya yang mana membuahkan kekehan dari Selir Mei dan Pangeran Jian. Sedangkan Pangeran Chen, ia masih menatap berbinar ke arah Xiao Lu.

__ADS_1


"Kau jail sekali, Pangeran Jian." Ucap Xiao Lu kesal membuat Pangeran Jian semakin terkekeh.


"Sudah-sudah. Kalian ini selalu saja seperti ini jika bertemu. Dan Jian, jangan suka menggoda kakak iparmu itu," nasehat Selir Mei.


"Tapi itu menyenangkan," ucap Pangeran Jian sambil cengengesan yang mana membuahkan dengusan dari Xiao Lu.


"Sudah. Ayo kita ke aula. Para tamu pasti sudah datang. Acara juga sebentar lagi akan dimulai." Ucap Selir Mei.


Mereka pun bergegas ke aula istana dengan Pangeran Jian yang menggandeng ibunya dan Xiao Lu yang menggandeng Pangeran Chen diikuti para pelayan Selir Mei, Pangeran Jian dan Pangeran Chen dibelakang mereka.


Ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan Selir Yin beserta kedua putrinya. Mereka pun akhirnya berangkat bersama-sama menuju aula dengan beberapa candaan yang terlontar membuat penghuni istana yang melihat mereka langsung tersenyum akan keharmonisan mereka begitupula para tamu yang berpapasan dengan mereka.


Akhirnya mereka telah sampai di halaman aula. Banyak para pejabat yang membungkuk hormat ke arah mereka dan mempersilahkan mereka untuk berjalan terlebih dahulu.


"SELIR MEI, SELIR YIN, PANGERAN KEDUA, PANGERAN KETIGA, PUTRI PERTAMA, PUTRI KETIGA BESERTA NONA AHN XIAO LU MEMASUKI AULA..."


Sontak saja mereka yang ada didalam ruangan mengalihkan tatapannya pada Xiao Lu dan yang lainnya. Mereka membungkuk hormat.


Beberapa pangeran, putri serta bangsawan yang belum melihat Xiao Lu keheranan dan bertanya-tanya siapa Xiao Lu. Terlebih, Xiao Lu datang bersama dengan keluarga kerajaan.


Xiao Lu yang melihat itu hanya acuh dan kembali menatap Pangeran Chen yang tengah bercerita disampingnya.


"Siapa nona yang menggandeng Pangeran Kedua?"


"Aku baru pertama kali melihatnya. Siapa dia?"

__ADS_1


"Astaga gadis itu cantik sekali,"


"Masih cantikkan juga aku."


"Siapa dia?"


"Ah, apakah itu Ahn Xiao Lu nona muda pertama dari kediaman Jenderal Ahn?"


"Kau tahu?"


"Yah. Kabarnya nona Xiao Lu adalah tunangan Pangeran Chen."


"Jangan bercanda. Gadis secantik dewi itu bertunangan dengan-"


Bisik-bisik terus terdengar namun tidak digubris oleh mereka. Mereka terus berjalan ke tempat yang sudah disediakan. Xiao Lu pun kini berjalan ke arah meja keluarganya bersama dengan Pangeran Chen yang tidak mau berpisah dengannya.


Saat sampai di meja keluarganya, keluarganya langsung menyambut hangat keduanya. Bahkan, Jing Mi sudah tidak segan lagi dan menarik Pangeran Chen duduk diantara Jing Mi dan Shuwan membuat Xiao Lu hanya memutar bola mata malas. Sedangkan Guang Ho dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka akan keantusiaan kedua gadis itu.


Dilain sisi, seorang pemuda dengan perawakan tampan terus saja memperhatikan wajah cantik Xiao Lu. Matanya bahkan memperlihatkan ketertarikan akan Xiao Lu.


"Kecantikan seperti itu tidak pantas berdampingan dengan sampah. Kecantikan itu lebih pantas berdampingan dengan benwang." Gumam pria itu.


"Bagaimana pun caranya, benwang akan membawa kecantikan itu kepada sisi benwang." Tambahnya dengan seringai jahat yang tercetak di bibir seksinya.


***

__ADS_1


__ADS_2