Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Gadis Kecil Kejam


__ADS_3

Setelah selesai mengeksekusi mereka, Xiao Lu lantas memerintahkan kelima anggota Blackrose itu agar membawa semua mayat keluar.


Mayat-mayat yang membusuk namun tidak tercium bau busuk atau bau anyir darah itu pun dibawa keluar oleh kelima pria itu dengan cara menyeretnya kasar.


Diluar, anggota Blackrose yang sempat menyamar telah menyiapkan sebuah hamparan kain putih tebal. Mereka kini telah memakai identitas mereka kembali sebagai anggota Blackrose sehingga orang-orang tidak tahu identitas mereka yang sebenarnya. Mereka berjaga disetiap sudut kain itu.


Xiao Lu beserta kedua pria disampingnya lantas ikut keluar diikuti oleh Raja Zhao dan yang lainnya yang penasaran namun juga ketakutan.


Setelah diluar, mereka bisa melihat jika mayat-mayat itu sudah terkumpul diatas kain putih itu. Xiao Lu melangkah mendekati mayat itu. Ia lantas berjalan diatas kain yang memang setiap mayat diberi sebuah jarak guna ia berjalan.


Ia mengeluarkan sebuah bubuk yang tidak bisa mereka lihat dengan jelas karena biasnya cahaya matahari. Xiao Lu mulai menaburkan bubuk itu pada setiap mayat. Setiap bubuk yang jatuh pada mayat itu, mereka bisa melihat jika tubuh mayat itu langsung meleleh beserta tulang membuat mereka ngeri.


Ada yang mual, takut, histeris, dan ada yang hanya bisa diam tak bergerak melihat kejadian itu didepan mata mereka. Terlebih, mereka yang baru pertama kali melihatnya.


Xiao Lu kini kembali ke tengah dua pria yang selalu mengawalnya. Ia menatap datar pada mayat-mayat yang setengahnya sudah meleleh.


Setelah semua meleleh, anggota Blackrose yang memang menjaga setiap sudut kain langsung saja menggulung kain itu. Lelehan para mayat tidak menembus keluar kain membuat mereka bertanya kain apa itu.


Setelah digulung, keempatnya lantas membawa kain itu secara gotong royong dan mereka berdiri hormat dihadapan Xiao Lu.

__ADS_1


"G'rose, penyusup yang lainnya telah kami amankan tapi pihak kerajaan meminta agar mereka yang mengeksekusi." Lapor salah satu dari mereka.


"Tak apa. Itu urusan mereka." Ucap acuh Xiao Lu.


"Kita telah selesai. Ayo kembali!" Seru Xiao Lu dengan langsung melompat ke arah pohon lalu ke atas atap diikuti oleh semua anggota Blackrose termasuk jenderal pasukannya yang memakai topeng Blackrose.


Mereka yang melihat terkagum karena kelincahan dan kecepatan Blackrose. Bahkan, keempat anggota membawa gulungan kain besar berisi lelehan mayat namun mereka seolah tidak membawa apapun.


Mereka semua masih mematung di halaman aula hingga akhirnya, sebuah deheman membuat mereka kembali pada kesadaran mereka.


"Ekhem."


Terlihat seorang gadis berpakaian bangsawan tengah menatap mereka datar sambil menyandarkan tubuhnya pada gerbang aula.


Mereka bingung sejak kapan gadis itu berdiri disana. Mereka menatap gadis yang tengah menatap mereka datar.


"Ayah, bisakah aku, bibi dan kedua adikku pulang? Mereka sepertinya masih sedikit terkejut," ucap gadis yang tak lain adalah Xiao Lu.


Kening Raja Zhao dan Jenderal Besar Ahn mengernyit melihat Xiao Lu.

__ADS_1


'Bukankah ia baru saja pergi bersama orang-orangnya? Sejak kapan ia berganti pakaian dan berdiri disana? Cepat sekali. Tapi, tidak heran bagi pemimpin Blackrose memang.' Batin mereka dengan sedikit menatap ngeri pada Xiao Lu.


"Ayah!" Seru Xiao Lu yang kini malah mendapati ayahnya melamun sambil menatapnya.


"Ki-kita akan segera pulang," ucap terbata ayahnya.


"Ahh karena ada kejadian ini, Zhen persilakan kalian untuk kembali. Terimakasih telah hadir dan maaf membuat kalian tak nyaman karena peristiwa ini," sesal Raja Zhao.


"Tak apa. Kami memakluminya," jawab Putra Mahkota Zhiu yang diangguki oleh yang lainnya.


Mereka pun membubarkan diri setelah sebelumnya memberi selamat atas pernikahan Putra Mahkota dan Putri Mahkota.


Setelah mereka bubar, Xiao Lu berjalan mendekati sekumpulan pria yang berisi Raja Zhao, Jenderal Besar Ahn, Menteri Ahn, Putra Mahkota dan kakaknya, Guang Ho.


Xiao Lu mengedipkan matanya pada kedua pria -Raja Zhao dan Jenderal Besar Ahn- tanda misi sukses membuat kedua pria itu hanya tersenyum kaku karena masih mengingat kekejaman gadis kecil mereka.


'Gadis kecil kesayanganku sangat kejam. Tapi aku suka,' ratap keduanya.


***

__ADS_1


Entah dapet hidayah darimana jadi pengen terus up hehe


__ADS_2