Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Pesta Pertunangan (3)


__ADS_3

"Ekhm."


Suara deheman itu membuat Xiao Lu sadar akan keterpesonaannya pada Pangeran Chen. Ia menatap keluarganya yang kini menatap menggoda ke arahnya membuat ia malu namun ia langsung menampilkan wajah tenangnya kembali meskipun rona merah kini muncul dikedua pipinya.


"Ada yang terpesona eh," ejek Guang Ho.


"Kau benar, ge." Setuju Shuwan.


"Ketampanan Pangeran Kedua langsung masuk ke dalam hati," ucap Jing Mi dengan nada yang eng alay menurut Xiao Lu.


Para orangtua hanya terkekeh melihatnya. Mereka tak menyangka jika Xiao Lu akan terpesona dengan Pangeran Chen dibalik kekurangannya itu. Tapi, mereka tidak akan melarang jika Xiao Lu memang menyukai Pangeran Chen. Karena manusia memang tidak ada yang sempurna.


"Ayah akan mendukung apapun keinginanmu asal kau bahagia dan tidak melakukan kecurangan," ujar sang ayah yang makin membuat Xiao Lu salah tingkah.


"Ahhh kakak, kau harus siap untuk menyiapkan pernikahan," gurau Paman Mo.


"Wah kakak ipar, Lu'er kecil kita sudah dewasa ternyata," goda Bibi Hua yang membuat mereka terkekeh pelan.


"Berhenti menggodaku," ucap Xiao Lu ketus membuahkan tawa keras dari Jing Mi dan Shuwan membuat mereka menjadi pusat perhatian.


Seluruh tamu beserta keluarga kerajaan menatap keluarga Ahn dengan pandangan tanya. Keluarga Ahn yang sadar langsung saja menunduk meminta maaf.


"Maafkan kedua putri Jenderal ini Yang Mulia. Anak-anak Jenderal ini tengah bergurau satu sama lain tanpa melihat keadaan. Mohon Yang Mulia memberikan hukuman pada Jenderal ini untyk menebus kesalahan putri-putri Jenderal ini," ucap Jenderal Ahn dengan suara tegas dan langsung berlutut menekuk kaki kirinya menghadap Raja Zhao.


"Haha sudahlah, Zhen tidak mempermasalahkannya. Jenderal tak perlu seperti itu, berdirilah Jenderal Besar." ucap Raja Zhao sambil mengibaskan tangannya.


"Beribu terimakasih, Yang Mulia," ucap Jenderal Ahn dan berdiri namun menundukan kepalanya sedikit guna menghormati keluarga kerajaan.


"Ah, kalau boleh, bisakah Jenderal mengenalkan ketiga putri anda?" Tanya Raja yang memang tadi menatap ketiga gadis Ahn.


"Tentu," ucap Jenderal Ahn dan menoleh ke arah keluarganya.


"Kemarilah," perintahnya pada ketiga gadis Ahn.


Ketiga gadis itu langsung saja menghampiri sang jenderal dan berdiri disampingnya. Xiao Lu disamping kanan, Jing Mi dikiri dan Shuwan disamping Jing Mi.


"Hormat hamba kepada Yang Mulia. Gadis ini bernama Ahn Shuwan, putri tunggal Menteri Ahn sekaligus nona kedua kediaman Ahn" kenal Shuwan dengan suara lembutnya sambil menunduk.


"Hormat hamba pada Yang Mulia. Gadis kecil ini biasa dipanggil Jing Mi. Ahn Jing Mi. Putri bungsu Jenderal Ahn sekaligus nona ketiga kediaman Ahn," kenal Jing Mi dengan suara riang khas anak seusianya.


Raja mengangguk puas dan kini menatap penasaran pada gadis cantik berhanfu putih dan berwajah datar begitupun para tamu undangan yang lain juga menatapnya penasaran.


"Hormat hamba. Gadis kecil ini adalah Ahn Xiao Lu. Nona muda pertama kediaman Ahn sekaligus putri pertama Jenderal Ahn," ucap Xiao Lu datar.


Mereka yang mendengar itu langsung saja terkesiap. Mereka tidak menyangka jika gadis bak dewi ini adalah Xiao Lu yang mempunyai rumor buruk diseluruh penjuru kerajaan. Bahkan, Putra Mahkota pun melotot tak percaya karena menyia-nyiakan keindahan didepannya.


Ibu Suri dan Selir Yin melongo mendengarnya. Mereka bertatapan dan tersenyum membuat Selir Mei mengernyit melihat kedua wanita berbeda usia itu.


"Ada apa?" Bisiknya pada kedua wanita itu.


"Gadis itu tadi menatap terpesona pada Chen'er. Tidak seperti gadis lain yang jijik. Ia justru tersenyum lembut sambil menatap Chen'er," beritahu Selir Yin pada Selir Mei dengan berbisik pula.


"Benar. Jika dia menyukai Chen'er-ku, aku setuju. Ia tidak seperti gadis lain yang menginginkan harta maupun kekuasan. Ah tidak. Maksudku, ketiga gadis kediaman Ahn memang berbeda dengan gadis bangsawan lainnya," sambung Ibu Suri.


Selir Mei yang mendengar itu cukup terkejut dan melihat Xiao Lu. Ia terkesiap saat melihat Xiao Lu memandang teduh Chen'er-nya yang kini tengah makan dibantu oleh Jing. Ia lalu tersenyum lembut melihat itu. Ibu Suri dan Selir Yin juga tersenyum melihatnya.


"Kau Xiao Lu?" Tanya Raja ragu.


"Ya," jawab Xiao Lu singkat.


"Apa ada yang salah, Yang Mulia?" Tanya Xiao Lu dan dengan berani menatap sang Raja dengan wajah datarnya membuat sang Raja terkesiap dengan mata tajam itu.


Raja mengerjapkan matanya dan langsung duduk tegap karena jujur, ia sedikit terimiditasi oleh tatapan gadis kecil dihadapannya.


"Tidak ada," ucap sang Raja lembut.


"Hanya saja, karena Zhen baru bertemu denganmu, Zhen merasa terkejut," tambahnya.

__ADS_1


Xiao Lu hanya mengangguk paham dan menundukan kembali kepalanya setelah sekilas melirik ke arah Pangeran Chen yang menatapnya bingung. Hal itu tidak luput dari mata tajam Raja Zhao.


Raja Zhao tersenyum simpul pada Xiao Lu. Ia bisa melihat ketulusan dari gadis muda ini. Gadis ini berbeda dengan gadis lainnya. Ia menyukai gadis yang apa adanya seperti Xiao Lu.


Raja Zhao beranjak dari singgasananya dan berjalan menuju Xiao Lu yang tetap tenang meskipun tahu tujuan Raja Zhao. Sedangkan yang lain menatap penasaran pada Raja Zhao.


Raja Zhao menunduk pelan dan menaruh kedua tangannya dipundak Xiao Lu. Xiao Lu mendongkak dan menatap datar Raja Zhao sedangkan Raja Zhao menatap intens ke dalam mata hitam Xiao Lu.


Keluarga Ahn begitu khawatir dan gelisah melihat itu. Sedangkan keluarga Menteri Liu terlihat tersenyum sinis dan menyangka Xiao Lu akan dihukum berat.


"Kau menyukai putraku Chen?" Tanya Raja Zhao serius.


Xiao mengangkat sebelah alisnya dan memiringkan kepalanya menatap Raja Zhao yang masih memegang pundaknya.


"Jika iya kenapa dan jika tidak kenapa?" Tanya balik Xiao Lu.


Raja Zhao sempat terkejut mendengar tanggapan dari Xiao Lu. Ia kemudian tersenyum tulus dan melirik Chen yang juga tengah menatap mereka berdua.


"Kau gadis yang berbeda dari semua gadis yang pernah aku temui. Aku sangat berterima kasih jika nona Xiao Lu memang menyukai Chen'er dengan tulus. Aku berharap akan ada yang bisa menjaga dan membimbing Chen'er-ku."


Xiao Lu lumayan terkejut saat mendengar raja memanggil dirinya sendiri dengan aku bukan zhen seperti biasanya. Ia tersenyum kecil pada Raja Zhao.


"Ya. Aku menyukainya," jujur Xiao Lu dengan nada tegas dan serius.


Ia memang menyukainya. Entah kenapa, ia merasa harus melindungi Pangeran Chen dan terus bersama dengan Pangeran Chen. Feelingnya selalu tepat dan ia akhirnya mengikuti feeling serta keinginan hatinya. Ia tak masalah jika harus bersama dengan Pangeran Chen. Pangeran Chen adalah pemuda polos yang jujur. Jadi, ia tidak akan takut akan pengkhianatan atau pun diduakan oleh pangeran polos itu.


"Bagus. Aku menyukainya," ucap Raja Zhao sambil menepuk pelan pundak Xiao Lu sambil tersenyum lebar.


Semua orang yang berada diaula menatap penasaran pada obrolan keduanya. Jenderal Ahn pun penasaran dengan percakapan putrinya itu. Ia hanya mendengar kata Pangeran Chen yang diperbincangkan. Berbeda dengan Jing Mi dan Shuwan yang sepertinya mengerti arah percakapan itu. Mereka berdua saling bertatap dan tersenyum lebar.


Raja Zhao pun kembali ke singgasananya setelah mengusap pelan kepala Xiao Lu. Ia kemudian menatap ke arah Selir Mei yang sepertinya paham dan kemudian mengangguk sambil tersenyum tulus begitu pula Ratu, Ibu Suri dan Selir Yin.


Putra Mahkota, Pangeran Ketiga dan para Putri menatap penasaran. Mereka terus menerka apa yang diperbincangkan oleh Raja Zhao dan Xiao Lu.


"Kembalilah ke tempat kalian," ucap Raja Zhao pada Jenderal Ahn dan ketiga nona muda Ahn.


Jenderal Ahn dan ketiga nona muda Ahn langsung saja kembali ke tempat duduk mereka. Setelah sampai, Xiao Lu diberi banyak pertanyaan dan membuat Xiao Lu jengah dan hanya menjawab mereka singkat.


"Baiklah. Sekarang Zhen akan meresmikan pertunangan Putra Mahkota dan Nona Pertama Kediaman Liu. Nona Liu, bisakah kau kemari?" Ucapan Raja sukses membuat semua yang tadinya fokus pada Xiao Lu kini menatap Liu Anming yang tampak tersenyum angkuh.


Liu Anming berjalan ke tengah aula dan berdiri angkuh disana. Putra Mahkota berjalan mendekat dengan raut datar ke arah Anming. Ia benar-benar tidak dalam suasana yang baik setelah melihat Xiao Lu.


Putra Mahkota berdiri disamping Liu Anming. Pendeta bersama Raja Zhao mendekati mereka guna meresmikan pertunangan.


Xiao Lu, Jing Mi dan Shuwan tidak menghiraukan acara itu. Mereka kini terus memakan kudapan dihadapan mereka membuat keluarganya hanya bisa menghela nafas pelan.


"...Lu,"


"Lu'er," tegur Jenderal Ahn membuat Xiao Lu tersedak. Guang Ho langsung memberinya minum dan menepuk pelan pundak Xiao Lu.


Xiao Lu menatap kesal pada Jenderal Ahn. Ia masih belum sadar jika dirinya tengah menjadi pusat perhatian. Ia juga memberengut saat melihat pelototan dari gege-nya.


"Ada apa ayah?" Ucapnya kesal.


"Yang Mulia memanggilmu," bertitahu Paman Mo yang diangguki oleh Bibi Hua dan Guang Ho sedangkan Jing Mi dan Shuwan masih tidak mengerti.


"Nona Ahn Xiao Lu," panggil Raja Zhao dengan suara tegasnya membuat Xiao Lu menoleh dan menatap ke arah Raja Zhao.


Ia baru sadar jika peresmian pertunangan Putra Mahkota dan Liu Anming telah selesai. Terlihat, Anming yang telah duduk angkuh disebelah Putri Fung yang terlihat tidak suka dengan Anming.


Ia juga melihat jika orang-orang menatapnya dengan pandangan errr kasihan entah karena apa ia tak akan peduli.


"Ya, Yang Mulia?" Ucap Xiao Lu sembari berdiri dari duduknya dan menatap ke depan tanpa rasa takut sekalipun.


"Kemarilah. Aku telah mendekritkan pertunangan untuk dirimu dan Chen'er-ku. Apakah kau menerima lamaran dekrit ini?" Ucap Raja Zhao.


Xiao Lu mengerjapkan matanya dan memiringkan kepalanya sedikit membuat gestur berpikir yang membuat orang-orang yang melihat itu memekik gemas. Xiao Lu yang sadar langsung saja mengubah ekspresinya kembali menjadi tenang dan datar.

__ADS_1


Ia menatap ke arah keluarganya yang tengah tersenyum. Mereka memang benar-benar tidak keberatan jika Xiao Lu bersama Pangeran Chen. Karena jika Xiao Lu bahagia, mereka juga pasti akan bahagia.


"Apa aku bisa menolak?" Tanya Xiao Lu dengan wajah jenaka membuat Raja Zhao tertawa lebar.


Semua orang terperangah saat melihat Raja Zhao yang tertawa lepas karena ucapan seorang gadis muda Ahn. Bahkan, keluarga istana pun tidak pernah melihat tawa itu keluar.


"Kau tidak takut akan hukuman dari Zhen?" Tanya Raja Zhao menanggapi ucapan jenaka Xiao Lu.


"Aku tidak bersalah. Jadi aku tidak boleh diberi hukuman." Ucap Xiai Lu penuh percaya diri.


"Kau memang luar biasa, Lu'er,"


Panggilan Raja Zhao membuat semua orang membulatkan mata mereka. Baru kali ini Raja Zhao memanggil orang yang tidak dekat dengannya dengan panggilan kecil.


Anming yang melihat itu mengepalkan tangannya. Wajahnya memerah karena marah. Harusnya, perhatian keluarga kerajaan itu ada padanya bukan Xiao Lu yang akan menjadi pendamping pangeran kelainan itu.


"Jadi, apa pendapatmu?" Tanya Raja Zhao kembali setelah meredakan tawanya.


"Gadis kecil ini menerima perintah anda Yang Mulia," ucap Xiao Lu sembari membungkuk ala-ala bangsawan Inggris yang pernah dilihatnya dari televisi dulu.


Keluarga Ahn dan Keluarga Kerajaan terkekeh geli melihat kelakuan Xiao Lu dan Raja Zhao. Terkecuali Putra Mahkota yang menatap tak suka pada Pangeran Chen yang tengah menatap Xiao Lu polos.


Pangeran Jing beserta para putri lainnya tersenyum sumringah menatap calon ipar mereka begitu pun Ratu, Ibu Suri, Selir Mei dan Selir Yin.


"Kalau begitu, kemarilah untuk mendapatkan dekrit ini," perintah Raja Zhao yang diangguki oleh Xiao Lu.


Xiao Lu berjalan dengan anggun dan menatap lurus ke depan dengan raut datar yang tetap menghiasi wajah cantiknya.


Ia berdiri ditempat Liu Anming tadi. Selir Mei yang melihat itu langsung berdiri dan beranjak menuju putra kesayangannya. Setelah itu, ia mengajak sang putra yang tengah menampakan raut wajah bingung ke tengah aula.


"Chen'er, ini adalah Ahn Xiao Lu. Lu'er yang akan menemanimu nantinya," ucap lembut Selir Mei pada Pangeran Chen.


"Lulu?" Ucap Pangeran Chen sembari menatap Xiao Lu dengan mengerjapkan matanya polos.


"Kyaaaaaa kau imut sekali," pekik Xiao Lu gemas dan menangkup kedua pipi Pangeran Chen membuat Pangeran Chen terkejut begitupun semua orang.


Xiao Lu menatap Pangeran Chen berbinar dan senyuman lebar membuat para kaum adam terpesona dengan paras cantiknya itu, begitupula Putra Mahkota yang menampilkan raut kecut. Dan membuat kaum hawa iri termasuk Anming yang menatap benci ke arah Xiao Lu.


"Aku Ahn Xiao Lu. Senang berkenalan denganmu Pangeran," kenal Xiao Lu sambil menjabat tangan Pangeran Chen yang masih menatap kaget Xiao Lu. Sedangkan Selir Mei terkekeh geli dengan keantusiasan Xiao Lu.


Selir Mei tidak menyangka akan bertemu gadis seperti Xiao Lu yang tidak menghiraukan ucapan orang lain. Ia melakukan keinginannya sendiri tanpa takut. Dan yang lebih penting, ia menerima putranya apa adanya.


"Lulu," ucap Pangeran Chen kembali dengan ragu.


"Ya. Aku akan menjadi Lulu-mu," ucap antusias Xiao Lu.


Pangeran Chen yang mendengar itu langsung saja berbinar dan senyuman lebar menghiasi wajah tampannya membuat para kaum hawa terpesona bahkan Xiao Lu pun menatap tanpa kedip.


Dan tanpa aba-aba, Pangeran Chen mengecup pipi Xiao Lu membuat Xiao Lu menahan nafas dan semua orang membulatkan matanya begitu pula Raja yang melotot melihat itu sedangkan Pangeran dan Putri melongo dengan wajah konyolnya. Selir Mei menutup mulutnya dengan tangan karena shock. Sedangkan sang oknum penciuman hanya menatap Xiao Lu polos dengan senyum kekanakannya.


"Kyaaaaaaa," pekik Xiao Lu sambil menangkup kedua pipinya yang membuat mereka semua kembali terkejut.


Jangan salahkan Xiao Lu jika ia begitu antusiasnya. Salahkan saja sifat fangirl-nya dulu dimana meskipun ia seorang mafia kejam, ia tetap bisa luluh dengan ketampanan oppa dan kekiyutan oppa Korea. Dan saat ini, dihadapannya terdapat seonggok makhluk tampan dengan kelakuan imut yang membuat darah fangirl-nya naik ke permukaan tentu saja ia tak akan melewatkannya.


Keluarga Ahn menatap dengan pandangan tak percaya melihat kelakuan ooc dari Xiao Lu. Bahkan Jing Mi dan Shuwan langsung mengernyit aneh melihatnya.


"Ekhm,"


Deheman dari Raja Zhao membuat kesadaran Xiao Lu kembali. Ia langsung saja menampakan wajah datarnya meskipun mukanya kini telah memerah karena malu membuat Selir Mei terkekeh.


'Sial! Ini memalukan! Bodoh! Kenapa harus berfangirl ria diwaktu tak tepat sih?! Hancur sudah imageku huhu,' ratap batin Xiao Lu.


"Mari lanjutkan acaranya," ucap Raja mengurangi kecanggungan yang tiba-tiba terjadi.


Mereka pun melaksanakan proses pertunangan dengan khidmat. Xiao Lu kembali pada tempatnya begitu pula Selir Mei dan Pangeran Chen yang tadi merengek ingin bersama 'teman' barunya.


***

__ADS_1


__ADS_2