
Tok.. Tok.. Tok..
"Jiejie, Chen gege ada didepan." Ucap Jing Mi sambil mengetuk pintu kamar Xiao Lu.
"Bilang pada Chen aku sedang bersiap." Balas Xiao Lu dari balik pintu.
Jing Mi yang mendengar itu lantas berbalik untuk pergi ke aula dimana Pangeran Chen kini tengah duduk menunggu sang pujaan dengan ditemani oleh Guang Ho yang sedang bebas tugas.
"Chen gege, kata jiejie dia sedang bersiap jadi gege harap tunggu sebentar." Ucap Jing Mi saat ia sampai ditempat kedua pria yang kini tengah mengobrol tentang hal-hal berbau pertarungan.
__ADS_1
"Tentu." Balas Pangeran Chen sambil tersenyum ramah.
"Baiklah, Jing Mi akan pergi ke kamar Shuwan jiejie dulu." Ucap Jing Mi lalu pamit pergi untuk menemui sepupu cantiknya itu.
"Jadi, Yang Mulia Raja sudah menentukan tanggal pernikahan kalian?" Tanya Guang Ho disela menyesap tehnya.
"Benar. Ayahanda bilang jika menurut penjaga kuil, hari baik untuk kami menikah adalah hari keenam bulan depan." Balas Pangeran Chen tenang. Namun, Guang Ho bisa melihat binar bahagia dimata tajam yang dulu selalu menampilkan tatapan polos itu.
"Kau tenang saja. Aku sudah berjanji akan selalu menjadikan Lulu wanitaku satu-satunya dihati dan hidupku. Xiao Lu adalah satu-satunya gadis yang membuatku hingga seperti ini. Kau dapat yakin, di hidupku sampai aku mati, aku hanya akan bersama Lulu." Ucap Pangeran Chen dengan mata berkilau sungguh-sungguh.
__ADS_1
Pangeran Chen memang berjanji pada dirinya sendiri agar menjadikan Xiao Lu satu-satunya pemilik hati dan tubuhnya. Ia tidak akan bisa melirik wanita lain. Xiao Lu lah yang mengajarkannnya banyak hal mana mungkin ia membuang Xiao Lu setelah apa yang dilakukannya.
Untuk melirik gadis lain saja Pangeran Chen merasa jijik. Ia akan selalu mengingat cemoohan semua gadis pada dirinya dulu. Sekarang, ia bahkan semakin jijik melihat mereka yang kini berubah haluan menjadi pengagumnya.
"Lalu, bagaimana jika Xiao Lu tidak bisa memberikanmu keturunan dan keluargamu memintamu untuk mencari wanita lain?" Tanya Guang Ho serius.
"Tentu saja aku akan tetap bersama Xiao Lu. Aku tak masalah jika tak punya keturunan. Kami berdua pun sudah cukup. Asal bersama Xiao Lu, aku akan baik-baik saja. Bahkan, jika keluargaku menyuruhku untuk melakukan itu, aku akan lebih baik mencopot gelarku sebagai pangeran dan memilih menjadi rakyat biasa asal aku tetap bersama Xiao Lu." Balas Pangeran Chen dengan senyum yang penuh kasih sayang membuat Guang Ho tenang.
"Lalu, bagaimana jika Xiao Lu mencintai pria lain?" Tanya Guang Ho sambil tersenyum miring. Senimannya semakin jelas saat melihat rahang Pangeran Chen mengeras namun tak berapa lama, ia bisa melihat jika Pangeran Chen kembali tenang.
__ADS_1
"Jika Xiao Lu mencintai pria lain, aku tetap tidak akan melepaskannya. Aku akan mengingatkannya bagaimana cinta dan kasih sayang kami. Perjuangannya dalam menghadapi semua sifatku dulu atau sekarang. Hal-hal yang telah kami lewati bersama. Bagaimana perasaan cemburu kami muncul. Semua hal tentang kami akan aku ingatkan padanya. Bagaimana dia berjuang dalam kesembuhanku bahkan tak peduli ia juga menantang kerajaan lain yang mencoba untuk mengambilku atau mengambilnya. Aku akan terus mengingatkan Xiao Lu seberapa besar rasa cintaku padanya. Bahkan, seluruh alam ini tidak akan bisa menyamakan sebesar apa aku mencintainya." Jelas Pangeran Chen membuat Guang Ho menelan ludahnya sendiri. Guang Ho benar-benar tidak percaya jika orang di depannya akan berkata seperti itu. Luar biasa.
***