
Saat ini, Xiao Lu tengah berada disebuah kamar mewah. Disana juga berbaring seorang wanita muda yang tengah bersandar pada kepala ranjang. Dalam dekapan wanita muda itu, terdapat sebuah buntalan yang tak lain adalah bayi merah yang sangat jelas baru saja lahir.
"Aku harap, pangeran kecil bisa seperti bibinya yang tangguh ini." Ucap wanita muda itu sambil menatap hangat putra kecilnya.
"Tenang saja. Bibinya yang gagah berani ini pasti akan mengajarinya banyak hal." Balas Xiao Lu sambil mengusap kening bayi yang tengah tertidur pulas itu.
"Terimakasih karena dulu telah memaafkan aku. Aku tidak tahu apa jadinya jika aku masih sesombong dulu. Aku tidak pernah menyangka akan sebahagia ini." Ucap wanita itu sambil menampilkan senyum tulusnya.
"Sudahlah jangan membahas masa lalu. Jadikan itu sebagai pelajaran ke depannya." Ucap Xiao Lu sambil menatap hangat wanita muda itu.
"Omong-omong, apakah kau dan Putra Mahkota sudah memberikan little prince nama?" Tanya Xiao Lu.
"Li.. li apa?" Tanya wanita itu bingung dengan kata asing yang terlontar dari Xiao Lu.
"Ah maksudku, pangeran kecil. Sudahkah kalian memberinya nama?"
"Kami berniat agar bibinya lah yang memberi nama untuk keponakan tampannya." Sebuah suara seorang pria tiba-tiba saja menginterupsi obrolan kedua perempuan itu.
Xiao Lu dan wanita yang tak lain adalah Liu Anming, sang Putri Mahkota, sontak saja langsung menatap ke arah pintu.
Disana, berdiri dua pria tampan nan gagah. Mereka memakai pakaian mewah khas seorang pangeran. Kedua pria itu lalu berjalan mendekati peraduan dimana wanita yang mereka cintai sedang berbincang.
__ADS_1
"Lu'er, maukah kau memberikan nama untuk pangeran kecil keponakanmu ini?" Tanya pria yang tak lain adalah Putra Mahkota Zhao Yang.
Putra Mahkota Zhao Yang kini duduk disamping sang istri. Ia mengecup kening istrinya lalu mengusap pipi kemerahan putranya dengan lembut.
"Kenapa harus aku? Kalian kan orangtuanya." Ketus Xiao Lu.
"Oh, ayolah. Beri nama untuk keponakanmu. Kau tahu kan, jika Putra Mahkota tidak bisa membuat nama yang bagus?" Ucap Anming.
Putra Mahkota Zhao Yang yang mendengar itu langsung saja cemberut. Padahal, nama-nama yang dulu diajukan oleh Putra Mahkota sangat bagus menurutnya. Kenapa istrinya malah berbicara seperti itu?!
"Sudahlah, Lulu. Beri saja nama untuk pangeran kecil." Ucap pria tampan yang kini duduk disamping Xiao Lu sambil mengusap sayang kepala Xiao Lu membuat sang empu memejamkan mata nyaman.
Ya. Pria itu adalah Pangeran Chen tentu saja. Pangeran Chen sudah sembuh dari penyakit kekanakannya dua bulan lalu.
Sebenarnya itu tidak sepenuhnya sembuh. Ada beberapa waktu dimana ia akan kembali bersifat kekanakkan. Itu biasa terjadi saat hanya ada Xiao Lu dan Pangeran Chen saja.
"Baiklah..Baiklah.." Balas Xiao Lu pasrah.
Gadis itu kemudian memejamkan matanya untuk berpikir nama apa yang bagus untuk keponakan kecilnya.
"Xiao Hui." Bisik Xiao Lu sambil membuka matanya membuat mereka semua menatap Xiao Lu.
__ADS_1
"Nama little prince adalah Xiao Hui. Zhao Xiao Hui. Itu karena dia lahir tepat saat cahaya matahari pagi muncul. Aku berharap, ia akan layaknya matahari yang akan menyinari dan memberikan kehangatan pada semua orang. Ia akan menjadi matahari bagi kita. Mentari kerajaan kita." Tambah Xiao Lu mantap sambil menatap bayi mungil yang kini telah membuka matanya. Bayi mungil itu menatap Xiao Lu dan tertawa.
"Wah.. sepertinya, pangeran kecil menyukai nama yang diberikan oleh bibinya." Seru Pangeran Chen sambil terkekeh membuat mereka juga ikut terkekeh.
"Baiklah. Namamu sekarang adalah Zhao Xiao Hui." Ucap Putra Mahkota Zhao Yang sambil menatap putranya yang masih tertawa.
"Jadilah seperti apa yang diharapkan bibimu. Kelak, kau akan menjadi murid bibimu yang hebat." Tambah Putra Mahkota Zhao Yang yang mana membuahkan protesan dari Xiao Lu.
"Siapa yang akan mengangkatnya menjadi murid?!" Protes Xiao Lu.
"Aku tidak membuka pendaftaran untuk menerima murid." Tambah Xiao Lu ketus.
"Oh, ayolah. Apa salahnya menjadi guru keponakanmu sendiri?" Rengek Putra Mahkota Zhao Yang membuat Xiao Lu ingin muntah.
Putra Mahkota Zhao Yang terus saja berdebat dengan Xiao Lu tentang menjadikan Pangeran Xiao Hui agar menjadi murid Xiao Lu yang tentu saja akan menolak. Meskipun itu keponakannya, ia tak ingin menjadi gurunya. Ia hanya ingin mengajar sedikit tanpa menjadi guru. Entahlah apa maksudnya..
"Dan terjadi lagi~" gumam Pangeran Chen dan Putri Mahkota Anming sambil menghela nafas. Sedangkan pangeran kecil, ia hanya menatap sekeliling dengan wajah polos.
Mereka memang sudah terbiasa melihat tingkah keduanya yang seperti ini. Mereka bahkan heran kenapa Putra Mahkota Zhao Yang akan bisa merengek seperti Pangeran Chen saat ia masih kekanakan.
***
__ADS_1