
Pesta dilanjutkan dengan begitu meriah. Para kaum muda juga menunjukan bakat mereka seperti bersyair, bermusik, menari. Xiao Lu terlihat menguap bosan melihat itu begitu pula Jing Mi dan Shuwan. Hanya mereka bertiga yang tidak maju ke depan untuk pertunjukan karena mereka terlalu malas. Keluarga mereka pun tak mempermasalahkannya.
Hingga saat Xiao Lu membuka lebar matanya, tepat dihadapannya kini berdiri Pangeran Chen yang didampingi oleh Pangeran Jing. Pangeran Chen tersenyum cerah pada Xiao Lu membuat Xiao Lu menatapnya tanpa kedip.
"Ekhm," Shuwan dengan sengaja berdehem agar sang kakak kembali dari keterpesonaannya.
Xiao Lu pun terlihat salah tingkah dengan tatapan keluarga dan Pangeran Jing. Ia terus saja merutuki kecerobohannya yang membuat ia menjadi sangat-sangat ooc.
"Ada keperluan apa pangeran?" Tanya Guang Ho pada Pangeran Jing sambil berdiri dari duduknya.
"Gege ingin duduk bersama nona Xiao Lu," jawab Pangeran Jing ramah.
"Ah kalo begitu, kemarilah. Duduklah disamping Xiao Lu," ucap Guang Ho dan langsung menyingkir dari kursinya agar Pangeran Chen duduk dikursinya yang bersebelahan dengan Xiao Lu.
"Biar pelayan mengambilkan kursi lagi untuk anda, Jenderal Muda," ucap Pangeran Jing dengan rasa tak enak.
"Tak perlu. Aku bisa berdiri," ujar Guang Ho ramah.
Xiao Lu tak menghiraukan kedua pria itu. Ia langsung menarik pelan Pangeran Chen agar duduk. Pangeran Chen menurut pada Xiao Lu. Ia begitu merasa nyaman jika didekat Xiao Lu. Ia seperti berada disamping ibu yang sangat menyayanginya.
Xiao Lu tersenyum kecil melihat senyum polos pemuda didepannya. Ia juga mengenalkan adik beserta sepupunya hingga membuat keduanya antusias untuk bercengkrama dengan Pangeran Chen.
Pangeran Jing yang melihat itu langsung saja tersenyum lega saat melihat terbukanya Keluarga Ahn dalam menyambut kakaknya. Ia merasa bersyukur begitu melihat Xiao Lu. Ia dari dulu khawatir akan nasib sang kakak. Namun, kini ia tak perlu khawatir seperti dulu lagi karena ia percaya, kediaman Ahn adalah keluarga terhormat dan menjungjung tinggi kejujuran dan kesetiaan. Ia lega menyerahkan sang kakak pada keluarga ini.
Pangeran Jing dan Guang Ho kini duduk bersisian setelah pelayan membawa dua kursi tambahan dimeja keluarga Ahn. Ia ikut bergabung guna menjaga sang kakak. Mereka mengobrol akrab tanpa menghiraukan pertunjukan ditengah aula.
Keluarga kerajaan hanya menggeleng pasrah melihat kedua bersaudara itu duduk bersama kediaman Ahn dan tampak bercengkrama hangat layaknya keluarga pada umumnya membuat para putri iri dan cemburu karena jujur, mereka juga ingin mengenal calon ipar mereka yang begitu menarik.
Anming hanya bisa menatap geram Xiao Lu. Harusnya, ini menjadi pestanya. Ia yang menjadi ratu pesta disini. Tapi, semua itu lenyap karena kehadiran Xiao Lu yang sukses mematahkan rumor yang beredar. Tak berapa lama, ia pun menyeringai licik sambil menatap Xiao Lu.
"Yang Mulia," ucap Anming dengan nada mendayu.
"Ya?" Raja Zhao menoleh ke arah calon menantunya itu.
"Kita semua belum melihat bakat yang dimiliki oleh nona Xiao Lu. Bagaimana jika nona Xiao Lu menunjukan salah satu bakat yang ia miliki?" Ucap Anming sambil tersenyum manis.
Raja Zhao yang mendengar itu membenarkan perkataan Anming. Ia lalu menatap keluarganya yang hanya bisa mengangguk menyetujui. Raja Zhao pun menghela nafas pelan.
"Nona Xiao Lu," panggil Raja Zhao membuat semua orang menatap Xiao Lu yang tengah bercengkrama dengan Pangeran Chen.
"Ya, Yang Mulia,"
"Karena kau baru terlihat dimuka publik, bisakah kau menunjukan bakatmu pada Raja ini?" Tanya Raja Zhao.
"Haruskah?" Ujar Xiao Lu datar membuat mereka menatap tak percaya.
"Kau akan menjadi bagian kerajaan. Sepantasnya kau menunjukan bakatmu. Nona Anming pun tadi telah menunjukan kepiawannya dalam bersyair. Sekarang giliranmu," ucap Ratu Li lembut. Ia berbicara seperti itu bukan karena tak suka akan Xiao Lu. Tapi ia tahu maksud dari Anming. Ia adalah pemimpin diistana dalam, jadi ia tahu sifat-sifat perempuan. Termasuk kedua calon menantunya. Ia menghela nafas kecewa saat tahu menantunya yang asli adalah Anming bukan lagi Xiao Lu.
Xiao Lu mengangguk paham dan melepaskan tautan tangannya dengan Pangeran Chen yang langsung cemberut menatap Xiao Lu. Xiao Lu yang melihat kelucuan Pangeran Chen langsung mencubit pipinya gemas. Hal itu sukses membuat Pangeran Chen meringis sedangkan yang lain hanya terkekeh geli.
"Tunggulah disini. Tunanganmu yang cantik dan imut ini akan menunjukan bakatnya yang luar biasa," ucap Xiao Lu dengan penuh percaya diri membuat semua orang terkekeh.
__ADS_1
Pangeran Chen tertawa kecil melihat kelucuan Xiao Lu. Ia pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju. Xiao Lu yang melihat itu pun berdiri dan melangkah ke tengah aula.
Xiao Lu menghampiri pemain musik dan memberikan arahan agar bermain musik dengan nada halus dan lembut. Para pemain musik mengangguk mengerti saat Xiao Lu memberikan beberapa arahan pada alat musik mereka.
Semua orang menatap penuh tanya ke arah Xiao Lu. Mereka bertanya-tanya apa yang akan ditampilkan oleh gadis berusia 16 tahun itu yang sukses membuatnya menjadi bintang pesta akan kehadirannya yang dulu penuh dengan rumor buruk sekarang justru membuatnya menjadi bintang utama.
Xiao Lu lalu beranjak kembali ke tengah aula. Ia membuka sepatunya membuat ia bertelanjang kaki. Terlihat kaki dengan jari ramping nan imut seputih salju dimata mereka. Xiao Lu pun membungkuk pelan ke arah keluarga kerajaan.
Xiao Lu menoleh ke arah pemain musik dan mengangguk pelan sebagai tanda untuk memulai permainan. Para pemain musik pun mulai memainkan alat musik mereka dengan lembut dan halus sesuai intruksi.
Xiao Lu langsung saja bergerak lincah menampilkan tarian ballet sederhana. Ia melompat kecil dengan sangat indah. Musik dan tarian ballet milik Xiao Lu menyatu membuat mereka yang melihat terpesona. Hanfu putih yang berkibar membuat Xiao Lu amat sangat cantik. Aura yang memancar sangatlah kuat. Xiao Lu beruntung dulu ia disuruh mengikuti sang adik untuk les ballet dan ia menjadi sedikit mahir.
Semua orang sangat terpukau dengan keindahan didepan mereka. Keluarga Ahn pun melongo tak percaya karena mereka tak tahu jika Xiao Lu mahir dalam menari. Tubuhnya pun sangat lentur saat meliuk-liukkan badan rampingnya.
Anming menatap tak percaya pada Xiao Lu. Ia tadinya ingin membuat Xiao Lu malu karena menurut kabar yang ia dengar, Xiao Lu adalah gadis bodoh yang tidak bisa apa-apa. Tapi kini... ia justru dibuat takjub oleh keindahan yang ditampilkan Xiao Lu.
Tak berapa lama, Xiao Lu mengakhiri tarian balletnya setelah melompat tinggi dan berputar membuat mereka semua terpukau. Xiao Lu pun menunduk hormat sebagai tanda usainya tarian yang ia bawakan. Ia juga mengangguk kecil ke arah pemain musik tanda berterima kasih membuat para pemain musik tersenyum lebar.
Xiao Lu mengambil dan memakai kembali sepatunya. Saat ia menegakkan badannya, ia langsung merasakan pelukan erat dari Pangeran Chen yang tengah tersenyum lebar.
"Lulu sangat hebat," puji Pangeran Chen yang membuat Xiao Lu salah tingkah sedangkan yang lain hanya melongo menatap keduanya. Keluarga Kerajaan juga tak percaya akan sikap yang ditunjukkan oleh Pangeran Chen pada Xiao Lu. Namun, mereka tetap merasa senang.
Tepuk tangan meriah mulai terdengar. Xiao Lu hanya tersenyum tipis yang tidak bisa dilihat oleh orang lain namun terlihat oleh Pangeran Chen. Ia menggenggam tangan Pangeran Chen yang menggenggamnya pertama kali.
"Mohon maaf jika tarian gadis kecil ini tidak sesuai harapan anda," ucap Xiao Lu dengan nada datar namun penuh hormat itu.
"Itu menakjubkan. Zhen baru melihat tarian itu. Kau memang menantu Zhen yang luar biasa haha," ucap Raja Zhao sambil tertawa.
"Terimakasih atas pujiannya," balas Xiao Lu dan membungkuk ala putri Inggris.
Xiao Lu yang mendengar itu menggaruk lehernya yang tak gatal dan hanya mengangguk kecil sebagi jawaban.
"Aku juga ingin," ucap serempak Putri Ping dan Ning tanpa memperdulikan etika keputrian mereka membuat Ratu menatap tajam mereka namun mereka hiraukan.
"Tentu," balas singkat Xiao Lu membuat mereka menahan pekikkan senang.
"Jika sudah, hamba mohon undur diri untuk kembali ke tempat," ucap Xiao Lu yang langsung diberi anggukan dan senyuman oleh Keluarga Kerajaan.
Xiao Lu pun berbalik sambil menggenggam tangan Pangeran Chen untuk kembali duduk. Saat ia melangkah dilangkah kelima, ia menghentikan langkahnya dan langsung melepaskan genggaman tangan Pangeran Chen cepat. Ia berlari cepat ke arah Raja Zhao yang menatap bingung ke arah Xiao Lu begitu pula yang lainnya.
Tepat didepan Raja Zhao, tiba-tiba saja Xiao Lu menangkap sebuah anak panah yang meluncur ke hadapan Raja Zhao. Matanya memicing tajam menatap anak panah yang ada ditangannya.
Semua orang shock terlebih lagi dengan Raja Zhao dan Keluarga Kerajaan. Ia menatap Xiao Lu dan anak panah yang berada tepat didepan wajah Xiao Lu yang telah Xiao Lu tangkap dengan mata membulat kaget.
Xiao Lu tanpa menghiraukan tatapan yang lain langsung saja membuang anak panah itu dan mengambil tusuk rambut berujung tajam yang ia pakai. Ia melemparkan tusuk rambut itu ke arah sudut gelap di aula dengan penuh tenaga.
Bruuk..
Tiba-tiba saja, seonggok bayangan hitam terjatuh dari ketinggian. Para penjaga yang melihat itu langsung saja mengepung orang yang berpakaian hitam itu.
"Penyusup," seru salah satu penjaga membuat mereka tersadar dan berdiri dengan wajah takut.
__ADS_1
Jenderal Ahn dan Guang Ho lantas mengamankan keluarga mereka begitupula yang lainnya. Para penjaga berbondong-bondong masuk dan membuat penjagaan pada keluarga kerajaan.
Xiao Lu langsung berlari menghampiri Pangeran Chen yang masih ada ditengah aula. Ia memeluk tubuh bergetar Pangeran Chen.
"Sttt.. tenanglah. Lulu akan menjaga Chen dengan baik," bisik Xiao Lu menenangkan.
Pangeran Chen memeluk balik tunangannya itu dengan erat. Ia menyembunyikan wajahnya pada bahu kecil Xiao Lu.
Penjaga telah menangkap penyusup yang jatuh karena tertusuk lemparan tusuk rambut Xiao Lu tadi. Tusuk rambut tajam itu menusuk tepat dipaha penyusup itu.
Xiao Lu masih merasakan adanya penyusup lain. Ia pun mengambil belati yang ia sembunyikan dibalik hanfunya. Dengan cepat ia berputar sambil terus memeluk Pangeran Chen. Ia melemparkan dua belati pada arah berbeda. Tak lama...
Brukk..
Brukk..
Jatuhlah dua orang berpakaian hitam dengan belati yang tertancap pada dada mereka membuat semua orang memekik kaget.
Keluarga Ahn dan Keluarga Kerajaan kini menatap Xiao Lu yang tengah memeluk erat Pangeran Chen namun metanya melirik awas pada sekitar. Mereka kagum melihat kemampuan gadis kecil itu.
"Tidak ada lagi penyusup. Sepertinya, hanya tiga penyusup yang datang," ucap dingin Xiao Lu membuat mereka sedikit bernafas lega.
"Duduklah dan tenangkan diri kalian terlebih dahulu," perintahnya yang langsung dituruti mereka semua.
"Kau tak apa?" Tanya Xiao Lu pelan pada Pangeran Chen.
"Chen sangat pusing," keluh Pangeran Chen dengan wajah yang memberengut membuat Xiao Lu terkekeh.
"Nanti juga akan hilang pusingnya," ucap Xiao Lu sambil mengusap dahi Pangeran Chen.
"Bagaimana kau bisa tahu ada penyusup?" Tanya Raja Zhao setelah menenangkan dirinya.
Semua orang menatap penasaran ke arah gadis ditengah aula yang tengah berpelukan erat tanpa berniat saling melepaskan itu.
"Aku adalah keturunan seorang Jenderal Besar. Dan pastinya, keahlian Jenderal Besar akan turun pada anak-anaknya. Dan aku juga memilikinya. Sejak awal aku sudah merasakan aura orang yang berniat membunuh, namun aku mencoba bersikap tenang tanpa mengurangi sikap waspadaku agar musuh tak menyadari jika mereka telah aku ketahui." Ucap Xiao Lu datar.
Mereka terkejut mendengar ucapan Xiao Lu. Xiao Lu telah merasakan ketiga penyusup itu sejak awal yang bahkan ayahnya saja, Jenderal Ahn tidak merasakan keanehan sekalipun dan itu sukses membuat mereka bertambah kagum.
Jemderal Ahn dan Guang Ho menatap tak percaya Xiao Lu. Mereka memang tidak menyadari hal itu. Dan cukup penasaran karena Xiao Lu justru bisa menyadarinya dengan cepat.
"Kau benar-benar putri Jenderal Besar," ucap Raja Zhao dalam keterkejutannya.
"Zhen merasa beruntung karena kau berada ditengah-tengah kami. Dengan ini, Zhen menganugerahkanmu menjadi Putri Agung Kerajaan Wen dan kau akan mendapat lencana sebagai putri yang dapat mengerahkan 5000 prajurit," tambah Raja Zhao yang membuat semua orang menahan nafas.
Lencana Putri Agung Kerajaan Wen sangatlah istimewa karena ia memang bisa memerintahkan 5000 prajurit ditangannya. Selain itu, Lencana Putri Agung sudah tidak digunakan dalam waktu yang lama. Terakhir mereka mendengar bahwa lencana itu dimiliki oleh nenek dari Raja sebelum Raja Zhao yang sekarang.
Keluarga Ahn sangat kaget begitu pun keluarga kerajaan. Sudah berpuluh-puluh tahun lencana itu tidak terikat oleh siapapun, dan kini, lencana itu justru diberikan pada gadis kecil yang mereka akui sangat hebat.
Keluarga Ahn sangat bangga kepada Xiao Lu. Bukan karena ia mendapat anugerah itu. Namun, karena kemampuannya yang memang menunjukkan identitasnya sebagai orang yang terlahir dari keluarga jenderal besar.
"Berterima kasih pada anda," ucap Xiao Lu yang masih memeluk Pangeran Chen.
__ADS_1
Dengan kejadian itu, pesta pun diselesaikan dan mereka pulang dengan tergesa ke kediaman mereka karena takut terjadi hal tertuga.
***