
Tak berselang lama, pernikahan Putra Mahkota pun dimulai saat Raja, Ratu dan Ibu Suri datang.
Putra Mahkota dan Putri Anming mulai berjalan dengan arahan seorang penata pernikahan. Semua orang pun terdiam dan melihat proses pernikahan itu dengan khidmat.
Xiao Lu kini menegakkan punggungnya dan melirik ke arah salah satu orangnya yang menyamar saat melihat sebuah kode yang diberikan padanya. Xiao Lu pun mengangguk sebagai tanda untuk menjalankan rencana.
Bawahan Xiao Lu itu pun perlahan keluar menuju halaman dimana tempat para rakyat melihat acara tersebut.
Bawahan Xiao Lu yang melihat kedatangan salah satu rekannya pun mengangguk serentak dan mulai mencari para penyamar.
Salah satu dari mereka menghampiri penjaga dan memberi isyarat. Penjaga pun mengangguk paham dan berbalik menuju rekan-rekannya untuk memberitahu. Setelah itu, beberapa penjaga itu mulai menyebar pada setiap pintu masuk untuk berjaga. Dimana, diluar pintu, telah berjaga prajurit yang dipimpin jenderal-jenderal muda supaya tidak ada penyusup yang lolos.
Xiao Lu yang melihat anak buahnya telah keluar, langsung saja berbisik pada Guang Ho yang berada disampingnya. Guang Ho mengangguk dan langsung berbisik kepada ayahnya yang langsung dipahami sang ayah.
Raja Zhao yang memang sedari tadi melirik ke arah mereka, menghela nafas saat tahu ini saatnya. Ia pun menginstruksikan pada penata pernikahan guna mempercepat proses.
Penata pernikahan yang memang sudah mengetahui situasi langsung mengangguk dan tidak melama-lamakan acara tapi acara tetap sakral.
__ADS_1
Akhirnya, kedua pasangan itu telah resmi menjadi pasangan suami istri. Putra Mahkota yang kini memang menerima Anming sepenuh hati tersenyum bahagia begitupun sang istri. Awalnya ia tidak bisa menerima Anming dan berusaha menarik Xiao Lu kembali, namun Xiao Lu langsung menghajarnya sesaat setelah Raja Zhao mengangguk. Ia langsung menghajar Putra Mahkota dan menceramahinya panjang lebar yang mana membuat telinga mereka yang mendengar mendenging dikarenakan Xiao Lu memberi nasehat dengan suara yang keras hampir berteriak. Ia menasehati Putra Mahkota untuk menerima Anming karena Anming mencintainya tulus serta telah berubah begitupula keluarganya yang tidak ingin kena amuk Xiao Lu dan menyingkirkan keinginannya untuk merebut Xiao Lu dari Pangeran Chen.
Xiao Lu memberi kode pada kedua adiknya. Kedua adiknya yang sudah mengetahui rencana juga mengangguk paham. Xiao Lu memang memberitahu keduanya akan situasi yang akan terjadi agar mereka tidak terlalu terkejut dan ketakutan begitupula paman dan bibinya. Ia juga menitipkan Pangeran Chen pada mereka berdua. Mereka berdua memang sekarang cukup mahir dalam bela diri karena dilatih langsung oleh Xiao Lu agar mereka bisa menjaga diri mereka sendiri nantinya.
Xiao Lu pun beranjak dari duduknya setelah Pangeran Chen mengangguk. Guang Ho pun juga ikut beranjak bersama sang adik. Mereka berdua pun berjalan berlawanan arah.
Pria yang sedari awal memperhatikan Xiao Lu mengangkat alisnya saat melihat Xiao Lu beranjak. Ia pun ikut beranjak dan berjalan mengikuti arah yang Xiao Lu lalui tadi.
Xiao Lu terus berjalan hingga ia merasakan jika seseorang mengikutinya. Ia mengernyit bingung. Apakah orang ini salah satu dari mereka atau bukan.
Xiao Lu berjalan biasa seolah tidak mengetahui jika tengah diikuti. Tapi, dalam otak cantiknya, ia sudah punya rencana. Seringai pun tercipta di bibir tipisnya.
Setelah beberapa saat terdiam, ia pun berbalik karena merasa tidak ada pergerakan. Saat berbalik, ia menemukan sesosok pemuda tampan dengan pakaian mewah bersulam emas. Tapi menurutnya, Chennya tetap yang paling tampan.
Xiao Lu pun berpura-pura terkejut saat menatap pemuda itu membuat pemuda itu tersenyum tipis.
"Kau siapa?" Tanya Xiao Lu polos dengan ekspresi terkejut yang masih kentara.
__ADS_1
"Benwang adalah Putra Mahkota dari kerajaan Tian, Zhiu Huangli." kenal pria yang ternyata adalah Putra Mahkota dari kerajaan seberang.
Putra Mahkota Zhiu pun berjalan mendekati Xiao Lu yang masih menampilkan ekspresi 'polos'.
Dalam benak Xiao Lu, ia hanya mencibir saat melihat nafsu yang ada dimata pria yang ada di depannya. Ia diam-diam mendengus jijik melihat senyuman atau lebih tepatnya seringaian dari pria itu.
'Dasar laki-laki. Melihat yang bening sedikit, tu mata langsung minta di colok,' Pikir Xiao Lu jengkel.
"Oh,"
"Salam untuk Putra Mahkota. Maafkan karena si kecil ini tidak mengenal anda," ucap Xiao Lu sambil membungkukkan badannya sedikit dengan T.E.R.P.A.K.S.A.
"Bolehkah benwang tahu siapa nona muda ini?" Tanya Putra Mahkota Zhiu saat berdiri didepan Xiao Lu.
"Yang kecil ini adalah Ahn Xiao Lu, nona muda pertama kediaman Jenderal Ahn," jawab Xiao Lu pelan.
"Oh, putri seorang jenderal rupanya," ucap pelan Putra Mahkota Zhiu pelan sambil tersenyum.
__ADS_1
***