
"Jamuan apa?" Tanya Shuwan penasaran.
Anggota Blackrose itu hanya diam tak menjawab dan malah membuka tirai kereta menandakan mereka harus segera naik.
Jing Mi dan Shuwan kembali menatap ke arah Menteri Ahn. Menteri Ahn menghela nafas pelan dan mengangguk.
Dengan ragu mereka berdua pun berjalan menuju kereta. Tatapan mereka sangat memelas. Kaki mereka sangat kaku saat bergerak. Enggan rasanya untuk berjalan. Mereka benar-benar ketakutan.
"Jadilah anak yang baik. Jangan membuat kekacauan apapun. Kalian mengerti?" nasehat istri Menteri Ahn.
"Baik bibi/ibu." jawab pelan Jing Mi dan Shuwan secara serempak.
Sebelum mereka berdua naik ke dalam kereta, Menteri Ahn dan sang istri mengusap pelan kepala mereka terlebih dahulu dan memberikan senyum hangat menenangkan untuk keduanya.
Mereka berdua pun mulai naik ke dalam kereta. Mereka bisa melihat jika tempat duduk yang tersedia sangatlah lembut dan empuk membuat mereka nyaman saat duduk.
__ADS_1
Di meja juga terdapat kudapan-kudapan yang menggugah selera serta teh dengan aroma melati yang sangat lembut membuat mereka dengan perlahan mengambil cangkir dan menyesap teh dengan pelan. Mereka memejamkan mata saat merasakan aroma teh dengan perpaduan melati lembut yang masuk ke penciuman mereka. Lidah mereka merasa nyaman saat menyicip rasa teh itu.
"Ini teh terenak yang aku coba!" Seru Shuwan pelan yang diberi anggukan oleh Jing Mi.
Shuwan kembali mencicipi teh itu. Sedangkan Jing Mi, ia mengambil satu kue dengan bentuk lucu karena ia benar-benar tergoda untuk mencicipinya. Ia pun memasukan sepotong kue itu pada mulutnya. Seketika, ia berbinar karena rasa manis dengan aroma susu dalam kue itu.
"Jiejie! Cobalah. Kue ini sangat enak!" Seru Jing Mi semangat sambil kembali memasukan sepotong kue ke dalam mulutnya dan matanya terus berbinar.
Shuwan yang melihat itu langsung saja ikut mencicipi kue didepannya. Dan saat kue itu masuk ke dalam mulutnya, mata Shuwan langsung berbinar karena pertama kali mencoba kue ini.
Disisi lain...
Guang Ho kini tidak tahu harus berekspresi apa. Pikirannya campur aduk dengan kening yang berkerut dalam menandakan ia tengah berpikir keras.
Bagaimana tidak. Ia kini diangkat dengan cara seperti membawa karung beras oleh orang yang menjemputnya yang tak lain anggota Blackrose.
__ADS_1
Ia laki-laki tapi ia harus dibawa seperti ini dengan orang yang membawanya berlari bahkan tak jarang melompat membuat kepala Guang Ho pusing serta perut yang seperti dikocok. Ia sangat mual dan ingin muntah.
'Aku seorang jenderal diperlakukan seperti ini?! Ini sangat memalukan!! Bagaimana jika bawahanku tahu? Mau ditaruh dimana mukaku yang tampan ini?! Jika saja yang membawaku bukan dari anggota Blackrose Mafia, aku pasti akan langsung menghajarnya. Sial! Ini benar-benar memalukan. Aku harap tidak ada yang melihat ini. Jika ada? Aku tak tahu harus apa..hu hu..' ratap sang jenderal dengan hati yang menangis.
...
"Chen-Chen kesayangan Lulu, cobalah kue ini. Ini adalah kue khusus yang Lulu buat." ucap Xiao Lu sambil mengarahkan kue yang berada ditangannya pada Pangeran Chen.
Pangeran Chen tentu saja langsung berbinar dan menerima suapan dari Xiao Lu. Sedangkan Pangeran Jing cemberut karena ia malah menjadi obat nyamuk dan harus menyaksikan kemesraan kakak dan kakak iparnya.
'Ibu... Jing juga ingin punya seorang istri~' ratap Pangeran Jing. Ia dengan kasar mengunyah makanan yang ada dimulutnya dengan mata yang memancarkan ke'irian.
***
**Heyyyyyouuuu... Author balik lagii nih hehe... Gak up banyak ya sekarang. Hanya satu hihi..
__ADS_1
Nah, Pangeran Jing kita ingin punya istri tuh.. Adakah yang mau?? hehe**