
Xiao Lu yang sedang berpura-pura pingsan menahan amarah dan jijiknya saat dibawa oleh orang-orang yang menculiknya.
'Tahan Xiao Lu. Ada waktunya untuk menebas tangan kotor mereka.' Batin Xiao Lu.
Setelah beberapa lama ia digendong, ia kemudian merasakan bahwa ia ditempatkan diatas kuda dan kuda itu melaju kencang.
Xiao Lu membuka sedikit matanya dan melirik sekitar. Ia kemudian menggerakkan tangannya tanpa siapapun yang melihat. Dan setelah itu, beberapa bayangan di kegelapan, berlari seperti kilat didahan-dahan pohon.
Setelah melihat itu, Xiao Lu langsung saja memejamkan matanya dan tertidur nyenyak tanpa rasa takut apapun meskipun ia tahu sedang diculik.
'Nah, mainanku sayang, aku datang menjemput kalian..' batinnya bersorak.
....
Entah berapa lama ia dibawa oleh mereka karena ia sendiri tidak ingat karena ia benar-benar tertidur disaat seperti ini.
Saat Xiao Lu membuka sedikit matanya, ia bisa melihat jika matahari sudah mengeluarkan cahaya keorenan.
__ADS_1
'Oh, ini pagi hari atau sore hari ya?' Pikirnya bodoh.
Xiao Lu yang diculik pada malam hari, lalu tertidur pulas tanpa memikirkan apapun, ia kemudian bangun pada sore hari. Para penculik saja sedikit heran. Mereka jelas tahu jika obat itu hanya bisa bertahan sepuluh jam. Namun, korban mereka belum memberikan tanda-tanda bangun. Dan sekarang, sudah hampir malam kembali.
"Ketua, apakah dia masih hidup?" Tanya bawahan penculik yang menunggang kuda disamping ketuanya.
"Dia masih bernafas." Ucap ketua itu cukup bingung.
"Tapi, kenapa dia masih belum sadar? Bukankah reaksi obat hanya bertahan 10 jam? Ia sudah lebih dari 10 jam." Ucap bawahannya kembali.
"Tidak apa. Justru bagus jika ia tidak sadar sampai kita ke tempat Yang Mulia." Ketua itu berbicara dengan tenang walaupun hatinya merasakan firasat tak enak.
Xiao Lu yang mendengar itu benar-benar menyayangkan kebodohan mereka. Mereka bahkan tidak mencoba memeriksa atau mencurigai apapun. Dan, yang lebih utama, mereka tidak bisa mendeteksi hawa keberadaan orang-orang yang sudah mengepung mereka dari kegelapan.
'Orang itu benar-benar mengirimkan orang-orang tidak berotak. Harusnya mereka mengirimkan orang yang lebih cakap untuk menculik. Ini bahkan tidak lebih baik dari pemula di organisasiku. Jika mereka masuk organisasiku, aku pasti sudah menendang mereka.' Pikir Xiao Lu menyayangkan.
Jika saja mereka tahu apa yang dipikirkan oleh korban mereka, mereka pasti akan memuntahkan darah karenanya.
__ADS_1
Menjelang malam, mereka tiba disebuah bangunan yang megah dan dikelilingi banyak penjaga. Penjagaan disana sangat ketat. Mungkin, seekor tikus pun tidak akan bisa keluar.
Seorang pria paruh baya yang berdiri didepan pintu langsung saja memberi kode pada para penculik untuk mengikutinya.
...
"Menyebar. Taruh bola-bola peledak ditempat yang sudah ditentukan oleh G'Rose. Jangan sampai terlewat. Dan poin penting juga ada di istana. Untuk kediaman ini, kita lumpuhkan para prajurit yang berjaga. Habisi semuanya. Dan seperti kode yang disampaikan G'Rose, lumpuhkan para penculik. Siksa mereka tapi jangan biarkan mereka mati." Perintah seorang pria dengan topeng khas pada 20 anggota dibelakangnya.
"Mengerti, kapten!" Dari 20 orang, 18 orang menyebar ke segala arah, sedangkan 2 orang lainnya, melumpuhkan pra penjaga bersama sang kapten.
...
"Yang Mulia, nona Xiao Lu ada disini." Ucap pria paruh baya didepan sebuah pintu besar.
Pintu terbuka memperlihatkan sesosok pemuda tampan namun kilatan licik tidak lepas dari matanya. Mata itu memindai sesosok tubuh lemah yang berada digendongan salah satu penculik.
"Permaisuriku, akhirnya kau akan menjadi milikku selamanya."
__ADS_1
***