Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Hancurkan


__ADS_3

Pemuda tampan yang tidak lain adalah Putra Mahkota Zhiu dari Kerajaan Tian menatap dengan penuh semangat pada Xiao Lu. Putra Mahkota Zhiu kemudian mengambil Xiao Lu dari pelukan penjaga. Ia tidak ingin orang lain menyentuh calon permaisurinya.


"Pergilah." Putra Mahkota Zhiu kemudian membawa Xiao Lu ke sebuah kamar. Dia dengan hati-hati menyodorkan Xiao Lu di tempat tidur.


"Tidak ada yang bisa memilikimu, apalagi pangeran idiot itu. Kamu hanya pantas berdiri di sisiku. Kamu adalah milikku, Xiao'er." Putra Mahkota Zhiu yang duduk disamping tempat tidur mengusap pipi Xiao Lu dengan lembut.


Saat Putra Mahkota Zhiu akan mencium Xiao Lu, Xiao Lu dengan cepat bangun dan menendang Putra Mahkota Zhiu membuat dia terpental ke dinding. Putra Mahkota Zhiu terantuk dan merasakan sakit dipunggung dan organ dalamnya.


Xiao Lu kemudian bangkit dan mendekati Putra Mahkota Zhiu. Sebelum Putra Mahkota Zhiu merespon, Xiao Lu sudah memukul kepalanya hingga tidak sadarkan diri.


"G'Rose, semuanya sudah dilumpuhkan." Terdengar suara dibalik pintu yang merupakan bawahan Xiao Lu.


"Masuk. Bawa pria menjijikkan ini." Xiao Lu keluar dengan aura kejam. Matanya berkiblat tajam dan bibirnya menyeringai.

__ADS_1


"Yah, karena putramu membuat masalah denganku, Raja Tian, jangan salahkan aku jika aku menghancurkan kerajaanmu."


Sebenarnya, kelakuan Putra Mahkota Zhiu merupakan turunan dari ayahnya sendiri. Raja Tian juga dulu menculik permaisurinya yang hendak menikah dengan seorang bangsawan. Karena Raja Tian sangat tergila-gila, dia bahkan menghancurkan keluarga calon suami permaisuri dan melakukan hal tidak senonoh bersama permaisuri didepan calon suami permaisuri. Permaisuri sendiri sebenarnya sangat membenci Raja Tian dan bahkan membenci putra yang terlahir dari Raja Tian yang tidak lain adalah Putra Mahkota Zhiu. Karena itu juga, Xiao Lu tidak akan segan-segan untuk menghancurkannya keluarga menjijikkan itu dengan persetujuan permaisuri. Permaisuri hanya ingin rakyatnya tetap aman dan kemudian mencari penguasa yang bertanggung jawab.


"G'Rose, topeng anda."


Saat Xiao Lu keluar, bawahannya sudah mengikat orang-orang Putra Mahkota Zhiu. Xiao Lu kemudian mengambil topeng dari bawahannya dan memakainya.


"Ayo pergi."


Saat mereka sampai di ibukota, Xiao Lu berpisah dengan bawahannya. Bawahannya akan memusnahkan bangsawan-bangsawan yang menjadi hama di kerajaan, sedangkan dia langsung bergegas ke istana.


Saat sampai di istana, Xiao Lu menghindari penjagaan. Dia langsung bergegas ke istana naga yang merupakan kediaman Raja Tian. Xiao Lu kemudian menaburkan serbuk putih ke udara membuat para penjaga tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Melihat para penjaga yang tergeletak pingsan di tanah, Xiao Lu langsung saja masuk ke dalam ruangan. Saat masuk, Xiao Lu mengernyit jijik melihat orang-orang ditempat tidur.


Disana, Raja Tian yang berusia lebih tua dari ayahnya, berbaring ditempat tidur dikelilingi empat perempuan yang sepertinya seusia dengan sepupunya, Ahn Shuwan.


Xiao Lu menyebarkan kembali bubuk putih ke udara. Setelah selesai, dia tersenyum seperti iblis dan mulai membunuh orang-orang yang tidur nyenyak. Mereka bahkan tidak tahu jika mereka mati dalam tidurnya. Xiao Lu juga dengan kejam mengebiri Raja Tian.


Xiao Lu menggambar mawar dengan darah korban di dinding. Dia kemudian pergi ke kediaman permaisuri yang terpencil.


"Kamu bisa pergi. Keluargamu baik-baik saja. Bawahannya sudah mengirim mereka ke perbatasan." Xiao Lu berdiri didepan pintu dan berbicara kepada orang dibalik pintu.


"Terimakasih." Orang dibalik pintu mengeluarkan suara serak. Tak lama, Xiao Lu mendengar suara gedebuk. Xiao Lu tahu jika permaisuri telah meminum racun yang dia beli dari organisasinya. Permaisuri memang memilih untuk mati dan berharap bertemu dengan kekasihnya dulu. Keluarganya juga sudah tahu dan hanya bisa pasrah dan berharap jika dia bisa bahagia didunia lain dan bersama kekasihnya.


Setelah selesai, Xiao Lu pergi dan menghilang dalam kegelapan malam. Kebetulan, bulan di langit tertutup oleh awan gelap. Dalam kegelapan malam, sekelompok orang terbunuh dalam keheningan. Pembunuhnya sendiri sekarang tengah berdiri di batang pohon yang cukup tinggi menatap langit tanpa bintang.

__ADS_1


"Semuanya sudah selesai. Chenchen, tunggu aku. Ayo kita lanjutkan pernikahan."


***END


__ADS_2