
Xiao Lu dengan diikuti oleh Ong Xi bergegas menuju pintu belakang dekat taman istana. Mereka akan menuju tempat dimana para pemberontak tinggal lalu membunuh mereka.
"Apa si brengsek itu ada diaula?" Tanya dingin Xiao Lu.
"Iya nona." Jawab Ong Xi.
"Jika seperti itu, kita harus cepat." Setelah mengucapkan itu, Xiao Lu langsung berlari dan melompati gerbang setinggi 2 meter lebih itu dengan diikuti Ong Xi.
Untunglah ia memakai rok yang terpisah dari atasannya sehingga ia bisa dengan leluasa merobek rok sutra kualitas tinggi itu dengan belatinya dan digantikan dengan celana hitam yang serupa dengan bajunya.
Mereka terus berlari dengan melompati pohon ataupun atap penduduk. Beruntunglah karena saat ini para penduduk tengah berada di halaman istana guna menyaksikan pernikahan.
Xiao Lu sendiri kini telah memakai topeng khas pemimpin Blackrose. Aura dingin menguar dari tubuhnya membuat Ong Xi berkali-kali kesulitan bernafas. Padahal, ia sudah terbiasa merasakan aura ini. Namun, tubuhnya tetap saja tidak bisa terbiasa.
Mereka berdua berlari dengan cepat sehingga bagi yang melihat, mereka seperti melesat bagai angin. Hanya terlihat bayangan hitam yang melesat.
Tak berapa lama, mereka sampai pada bangunan kokoh ditengah hutan dekat perbatasan kerajaan.
__ADS_1
Xiao Lu berhenti pada dahan pohon yang tak jauh dari bangunan itu dengan Ong Xi disampingnya. Xiao Lu dan Ong Xi melihat penjagaan ketat disekitar bangunan itu.
Xiao Lu tersenyum sinis melihat ini. Ia menatap sekitar bangunan dan mulai menghitung para penjaga bangunan itu.
Tiba-tiba saja, seseorang berdiri dibelakang mereka. Tanpa melihat, Xiao Lu memberikan sebuah tas kain kecil yang entah apa isinya. Orang yang berada dibelakang mereka dengan sigap menangkap kain itu.
"Bagaimana dengan istana?" Tanya Xiao Lu dingin.
"Semua terkendali, nona." Balas orang itu.
"Kami menangkap mereka tanpa menimbulkan kecurigaan. Memang, ada beberapa yang berusaha lolos, tapi, semua sudah ditangani oleh jenderal lain." Tambah orang itu.
"Taburi pedang kalian dengan racun itu, Alpha, Jenderal." Ucap Xiao Lu yang langsung diangguki keduanya.
Ya. Orang yang tadi datang adalah seorang jenderal dari pasukan yang ia pimpin. Tentu kalian masih ingat jika Xiao Lu dapat memerintah 5000 pasukan bukan? Dan pria ini adalah salah satu anggota pasukan itu yang ia angkat menjadi jenderal.
Pasukan yang dipimpin Xiao Lu pun sudah mengetahui identitas lain Xiao Lu sebagai pemimpin Blackrose. Karena itulah mereka semakin tunduk pada Xiao Lu. Awalnya mereka memang tidak percaya jika pemimpin mereka adalah seorang gadis kecil. Namun, saat Xiao Lu yang saat itu membawa Ong Xi dan Mao lalu memperkenalkan dirinya sebagai G'rose, mereka akhirnya tidak meremehkan Xiao Lu seperti di awal. Mereka justru merasa terhormat karena dilatih langsung oleh organisasi terkuat dinegeri ini.
__ADS_1
Setelah kedua pria itu menaburi pedang mereka dengan racun buatan Xiao Lu, mereka bertiga lantas saja melompat turun dan berpencar untuk menghabisi para penjaga.
Tak lama, para penjaga telah mereka lumpuhkan. Tubuh para penjaga itu perlahan mulai membusuk karena racun yang ada pada senjata mereka bertiga.
Mereka bertiga saling berpandangan dan mengangguk. Setelah itu, mereka pun mendobrak gerbang bangunan yang mana membuat para penghuninya waspada.
Saat para penghuni bangunan itu melihat ke arah gerbang, jantung mereka serasa berhenti berdetak melihat ketiga orang yang memakai topeng yang tentu saja sangat mereka kenal.
Terlebih, saat melihat orang yang berada ditengah dengan menggunakan topeng emas dan menguarkan aura dingin membuat mereka bergetar. Terlebih, saat melihat ditangan kanan orang itu terdapat sebuah belati dengan darah yang terus menetes.
Meskipun hanya menggunakan belati, Xiao Lu tetap bisa melumpuhkan orang-orang dengan kemampuan yang ia miliki dari masa depan. Tanpa pedang atau senjata lainnya pun, ia bisa membunuh mereka semua.
"Kalian benar-benar tikus nakal eh," ucap Xiao Lu sambil terkekeh dingin.
"Tikus harus berada dalam tanah bukan? Jadi-
aku akan membantu menggalinya untuk kalian." Tambah Xiao Lu dengan seringai yang tercipta membuat mereka gemetaran.
__ADS_1
***