Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Kemarahan Pertama Xiao Lu (2)


__ADS_3

"Le-lepaskan a-aku a-atau k-kau a-kan dihukum." Ucap Anming dengan bergetar karena takut.


Para pelayan, penjaga, Mao bahkan Putri Ping hanya diam kaku melihat Xiao Lu yang menyeret Putri Mahkota. Mereka tidak berani beranjak ataupun bersuara sekecil apapun karena takut akan aura yang dikeluarkan gadis kecil itu. Bahkan untuk bernafas pun mereka sangat takut.


Xiao Lu tidak bergeming dan terus menyeret Anming yang meronta dengan tubuh menggigil. Para pelayan dan penjaga yang berpapasan dan melihat itu langsung berdiri kaku dengan menatap takut tanpa mengehentikan Xiao Lu. Mereka juga menggigil karena aura Xiao Lu yang bahkan mengalahkan Raja mereka.


Saat dipersimpangan, mereka kembali berpapasan dengan Yang Mulia Ratu, Selir Mei dan Selir Yin. Ketiga wanita dewasa itu mengernyit sebelum akhirnya merinding karena merasakan aura kemarahan Xiao Lu. Mereka menatap terpaku ke arah Xiao Lu yang menyeret Anming. Bahkan, para pelayan ketiga wanita kesayangan kaisar ini hampir saja terjatuh karena lutut mereka melemas merasakan aura yang baru pertama kali mereka rasakan.


Xiao Lu melewati mereka begitu saja dengan Anming yang sudah berderai air mata karena takut. Ia bahkan menatap memelas kepada siapapun yang mereka lewati namun tak satupun menanggapi karena takut akan aura menyeramkan Xiao Lu.


Mereka kini telah berada dihalaman aula pertemuan Raja beserta para menteri. Penjaga yang menjaga digerbang langsung berdiri kaku saat melihat tatapan serta aura tajam Xiao Lu. Mereka tidak berani melarang Xiao Lu untuk masuk.


Dan saat mereka berdiri didepan pintu besar aula, kasim, pelayan serta penjaga disana jatuh terduduk karena kaki mereka melemas seketika. Xiao Lu tidak melirik mereka sedikit pun. Ia juga tidak menghiraukan isakan Anming.


"Ma-ma-af.. a-aku mo-hon ma-afkan a-aku..." racau Anming sambil sesenggukan. Wajahnya memerah dan penuh air mata. Matanya memperlihatkan ketakutan. Ia bahkan lebih takut pada Xiao Lu dibanding Raja.


"Buka.pintunya." ucap Xiao Lu penuh penekanan dengan aura yang semakin tajam.


Tak jauh dari gerbang aula, Ratu Li, Selir Mei, Selir Yin, Putri Ping, Mao dan semua pelayan mereka kini berjalan tergesa walaupun kaki mereka gemetar. Ketiga wanita kesayangan Raja terlihat marah dibalik gemetaran mereka. Saat diperjalanan kemari, Putri Ping telah menceritakan semuanya walaupun dengan nada bergetar. Mereka marah terlebih Selir Mei karena ialah yang melahirkan Pangeran Chen. Ia tak terima putra kesayangannya dihina seperti itu. Ratu Li dan Selir Yin pun tak berbeda jauh. Meskipun mereka bukan ibu kandung Pangeran Chen, namun mereka sangat menyayangi pangeran polos itu.

__ADS_1


Sedangkan dikediaman Paviliun Lotus Biru, pangeran dan para putri menggeram marah mendengar laporan salah satu penjaga. Pangeran Chen hanya menunduk dengan mata berkaca-kaca.


"Gege tenanglah. Liu Anming-lah yang bodoh." Ucap Putri Fung menenangkan.


"Gege adalah pria kuat. Gege juga pandai," tambah Putri Ning.


"Lebih baik kita pergi ke aula. Gege, gege harus menenangkan kemarahan Lu'er. Jika tidak, aku tak yakin ia akan mengacaukan apapun," ucap Pangeran Jing.


Ia sangat yakin, jika Xiao Lu tidak ditenangkan oleh Pangeran Chen, Xiao Lu pasti akan murka. Bahkan, ia tak yakin jika ayahanda-nya dapat mendinginkan api kemarahan gadis berwajah datar itu.


Mereka mengangguk dan akhirnya bergegas menuju aula. Pangeran Chen berjalan dengan tubuh yang lumayan bergetar. Pangeran Jing dengan sigap merangkul sang gege dari samping kanan. Putri Ning juga langsung merangkul tangan kiri Pangeran Chen. Sedangkan Putri Fung, ia berjalan disamping Putri Ning dengan khawatir menatap gege kesayangannya.


Di aula...


Pintu aula pun terbuka membuat semua orang yang berada diaula memusatkan perhatian mereka ke arah pintu.


Didalam aula, Raja duduk disinggasananya. Pangeran Mahkota duduk dibawah kanan Raja. Penasehat kerajaan berdiri dibawah kiri Raja. Para jenderal berdiri disebelah kiri sedangkan para menteri disebelah kanan.


Mereka menatap kedua gadis yang berbeda ekspresi itu. Yang satu tengah menatap datar namun tajam penuh kemarahan. Sedangkan yang satu, terisak dan terus meracau maaf.

__ADS_1


"APA YANG KAU-" Ucapan Menteri Liu langsung berhenti saat Xiao Lu melangkah menyeret putrinya ke dalam aula.


Dalam hitungan detik, aula dipenuhi aura mencengkam tajam membuat mereka bergetar. Bahkan, banyak pejabat dan penjaga yang langsung jatuh berlutut karena lemasnya lutut mereka.


Para jenderal menatap terkejut dengan aura yang mereka rasakan begitu pula sang Raja. Jujur saja, ini pertama kalinya mereka merasakan aura yang sekuat ini. Bahkan, saat berada dipeperangan dengan kerajaan besar, mereka tidak merasakan aura sekuat ini.


Jenderal Ahn beserta Guang Ho menatap terkejut dan gemetar begitu pula yang lainnya termasuk sang Raja. Mereka menggigil saat melihat mata gadis kecil yang menatap mereka tajam itu. Jenderal Ahn dan Guang Ho hanya bisa menatap Xiao Lu tak percaya akan aura gadis kesayangan mereka. Mereka bertanya-tanya serta takut akan keadaan Xiao Lu.


Xiao Lu tidak mengubris mereka. Ia menatap langsung ke arah mata Raja Zhao yang membuat Raja Zhao gemetar. Bahkan, Putra Mahkota dan semua orang disana menundukan kepala mereka tak ingin menatap wajah Xiao Lu.


Xiao Lu langsung saja menarik Anming hingga Anming jatuh didepannya. Menteri Liu ingin marah melihat putrinya seperti itu. Namun, ia tak berani karena aura yang keluar dari Xiao Lu membuat tubuhnya lemas seketika.


"Dia-" tunjuk Xiao Lu pada Anming yang tengah meringkuk takut sambil sesenggukan mendengar suara dingin nan tajam yang membuat mereka semua merinding.


"Tak pantas menjadi Putri Mahkota!" Tambah Xiao Lu membuat mereka kaget.


"A-apa mak-sud ucapan-mu, Lu'er?" Tanya Raja Zhao yang kini berjalan pelan karena kakinya bergetar dengan suara yang gugup.


Saat Raja Zhao sudah berada dihadapan kedua gadis itu, ia menunduk menatap Anming yang terus meracau maaf sambil menatap Xiao Lu dengan air mata yang berderai.

__ADS_1


"Liu Anming! Beritahu apa yang tadi kau ucapkan. Jika kau tidak jujur, jangan salahkan aku jika aku menghancurkanmu! Bahkan aku bisa memusnahkan Keluarga Liu kesayanganmu dalam sekejap!" Ucap rendah Xiao Lu namun tetap bisa didengar oleh seluruh orang yang berada diaula saking heningnya aula. Bahkan, orang-orang yang berdiri bergetar diluar aula pun bisa mendengarnya.


༺༻


__ADS_2