Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Bangkitnya Blackrose


__ADS_3

Xiao Lu dan Mao kini sudah berada dikediaman Ong Xi dan yang lainnya. Mereka kini tengah duduk diruang tamu minimalis rumah Ong Xi. Xiao Lu tampak tengah memeriksa Diwei yang kini sudah terlihat sangat sehat.


"Kau sudah sembuh ternyata," gumam Xiao Lu namun masih bisa didengar oleh Diwei membuat Diwei tersenyum lebar sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka.


Setelah memeriksa Diwei, ia pun kini menatap Ong Xi dan yang lainnya dengan muka serius. Mereka yang melihat tatapan serius Xiao Lu pun ikut menatap Xiao Lu serius.


"Aku sudah mengatakan jika aku akan menjemput kalian bukan? Dan sekarang, sekali lagi aku tanya, apa kalian siap untuk mengikutiku?" Tanya Xiao Lu serius.


"Kami siap!" Jawab serempak Ong Xi, Diwei, Tao dan Chyou.


Xiao Lu menyeringai membuat mereka semua merinding dan meneguk ludah ngeri. Mereka sebenarnya bertanya-tanya kenapa gadis kecil didepan mereka justru bisa lebih dewasa dari mereka ditambah menyeramkan.


"Kalau begitu, berkemaslah sekarang. Kalian akan tinggal dikediamanku mulai sekarang hingga kalian mampu." Ucap Xiao Lu membuat mereka terkejut.


"Setelah kalian mampu, kita akan merekrut anggota lainnya. Dan setelah itu, kita akan mencari tempat yang cocok untuk menjadi markas kita," tambahnya.


Mereka semua tidak bisa berkata-kata. Mereka hanya mengangguk dan segera bergegas membereskan barang mereka yang tidak seberapa.


Setelah selesai, mereka pun segera berangkat menuju kediaman Ahn. Mereka berjalan dengan masing-masing berwajah datar meskipun tak sedatar Xiao Lu. Kecuali Mao dan Chyou yang menampilkan senyum kecil mereka.

__ADS_1


Orang-orang yang mereka lewati melihat mereka dengan penasaran. Terlebih saat mereka melihat Xiao Lu yang nampak tidak seperti gadis muda kebanyakan.


Xiao Lu tidak terlihat angkuh sebagai nona muda. Ia punya aura tenang namun mematikan. Wajahnya cantik beraut datar itu membuat mereka penasaran sekaligus takut.


'Kecantikan yang mematikan.' Itulah sekelebat yang ada dalam pikiran mereka saat melihat Xiao Lu.


Tak terasa, mereka kini berada didepan gerbang Kediaman Jenderal Besar Ahn. Para tetangga yang tak lain adalah para pejabat yang tadi berada diaula menatap Xiao Lu takut-takut saat kebetulan mereka berpapasan. Namun, Xiao Lu tetap menyapa mereka ramah dengan raut wajahnya yang masih datar.


Para tetangga itu berjanji dalam hati tidak akan membuat Xiao Lu marah. Mereka bahkan sudah mengingatkan keluarga mereka agar tidak memancing kemarahan seorang Ahn Xiao Lu yang tentu saja langsung dituruti oleh mereka. Meskipun mereka tidak merasakan aura yang para pria rasakan diaula, mereka masih mengingat saat pertama kali melihat Xiao Lu dipesta pertunangan. Terlebih, saat Xiao Lu dengan santai melempar tusuk rambutnya pada para penyusup yang bahkan para jenderal tidak bisa mendeteksinya.


***


Guang Ho yang kebetulan akan pergi menuju tempat latihan prajurit khusus dikediaman Ahn berhenti saat melihat adiknya membawa orang-orang yang ia perkirakan lebih muda darinya itu. Karena penasaran, ia pun menghampiri sang adik.


"Mei mei, siapa mereka?" Tanya Guang Ho dengan tatapan menyelidik ke arah Ong Xi dang yang lainnya membuat mereka berempat cukup risih.


"Oh, gege sudah pulang? Mereka akan menjadi 'orang-orangku' ge," jawab Xiao Lu santai.


"Maksudmu?" Tanya Guang Ho kembali. Ia benar-benar tidak bisa membaca apa yang akan Xiao Lu lakukan. Adiknya sekarang benar-benar berubah. Dia menjadi sosok yang dingin dan misterius ya walaupun dari dulu adiknya memang aneh karena lebih memilih berdiam diri dipavilionnya ataupun perpustakaan.

__ADS_1


"Gege akan tahu nanti." Ucap Xiao Lu.


"Maaf ge. Aku buru-buru. Jadi adik manismu ini pamit," tambahnya sambil mengangguk kecil dan pergi begitu saja diikuti orang-orangnya. Guang Ho hanya menggeleng pasrah akan perilaku 'sopan' adiknya itu.


Guang Ho pun mengedikan bahu dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat latihan walaupun banyak pertanyaan yang hinggap dibenaknya. Tapi, ia yakin. Xiao Lu tidak akan melakukan hal buruk, namun justru sebaliknya.


***


"Nah kalian akan tinggal dipavilion belakang kediaman utamaku. Disana juga terdapat kamar Mao. Jika ada sesuatu hal yang kalian perlukan, beritahu Mao akan hal itu. Dan Mao, kau bisa jelaskan tempat-tempat disini pada mereka berempat. Aku akan kembali ke kamar untuk menyiapkan keperluan latihan kita." Jelas Xiao Lu.


"Baik nona," ucap serempak kelima orang itu.


"Kalau begitu, pergilah untuk beristirahat karena pagi-pagi sekali aku akan melatih kalian semua dengan keras. Mengerti?"


"Kami mengerti!"


Xiao Lu pun mengangguk puas dan berjalan menuju kamarnya begitupun kelima orang itu berjalan menuju pavilion belakang yang memang Xiao Lu buat untuk tempat mereka tinggal sementara disini.


***

__ADS_1


__ADS_2