
Xiao Lu dan Pangeran Jing langsung menoleh saat mendengar seruan dari Jing Mi dan Shuwan. Sedangkan Pangeran Chen masih sibuk dengan kudapannya.
"Oh? Kalian sudah sampai. Ayo duduk." Ucap Xiao Lu seraya berdiri dan menghampiri saudara-saudarinya.
Xiao Lu menarik tangan Jing Mi dan Shuwan lalu mendudukkan mereka dihadapan Pangeran Chen dan Pangeran Jing.
Setelah mereka duduk, Xiao Lu langsung menatap sang kakak yang masih menatap bodoh ke arahnya.
Mulut Xiao Lu berkedut saat melihat wajah bodoh dari sang kakak. Ia berdehem pelan dan langsung menarik sang kakak ke kursi yang berhadapan dengannya langsung.
Mereka bertiga (Guang Ho, Jing Mi dan Shuwan) masih menatap linglung sambil berkedip. Mereka masih memproses apa yang terjadi.
Xiao Lu diam dan mengangkat sebelah alisnya. Pangeran Jing juga sekarang merubah ekspresinya yang tadi kesal menjadi berwibawa.
__ADS_1
"Oke. Semua orang sudah berkumpul. Aku akan memberitahu sesuatu. Tapi, sebelum itu, mari kita makan terlebih dahulu." Ucap Xiao Lu mengawali.
Tak lama, pintu terbuka menampilkan beberapa orang yang membawa piring-piring makanan. Mereka langsung menaruh piring-piring itu dengan rapi dihadapan Xiao Lu dan yang lainnya. Setelah semua piring tertata, orang-orang itu langsung berbalik dan menutup pintu.
Guang Ho kembali pada kesadarannya begitupun Jing Mi dan Shuwan. Mereka menatap pada Xiao Lu yang hanya memberikan mereka senyuman tipis.
"Makanlah terlebih dahulu." Ucap Xiao Lu saat melihat sang kakak hendak berbicara.
Makanan didepan mereka sangat menggugah selera. Meskipun ada beberapa makanan yang tidak mereka ketahui.
"Ini apa?" Tanya Jing Mi penasaran sambil terus menatap makanan di depannya.
"Itu namanya mie." Beritahu Xiao Lu.
__ADS_1
"Yang ini steak. Daging panggang dengan bumbu khusus. Kalian pakai garfu dan pisau itu untuk memakannya. Yang ini namanya tempura. Udang yang dibalut dengan tepung yang sudah diberi bumbu. Kalau yang ini namanya bulgogi." Tambah Xiao Lu sambil menunjuk masing-masing makanan.
Berhubung disini masih menerapkan jika makan haruslah ada nasi, Xiao Lu juga menyiapkan semangkuk kecil nasi untuk pelengkap.
Mereka terdiam mendengar penjelasan Xiao Lu. Makanan mereka benar-benar membuat mereka meneguk ludah karena tergoda untuk mencicipi. Tapi, belum ada yang menyentuhnya sama sekali.
Xiao Lu yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas. Ia pun mengambil satu potong steak pada piring kosong didepannya. Lalu, ia memotong-motong steak itu dengan kecil. Setelahnya, ia menukarkan piring yang berisi steak yang telah ia potong itu dengan piring kosong didepan Pangeran Chen. Ia lalu mengambil steak kembali untuk dirinya sendiri. Yang lain menatap Xiao Lu serius. Lalu, Guang Ho mulai mengambil sepotong diikuti yang lainnya kecuali Pangeran Chen. Mereka memotong steak dengan cara yang sama seperti Xiao Lu. Dengan kaku mereka memotong steak itu. Untung saja mereka cerdas.
Setelahnya, mereka kembali melihat Xiao Lu yang tengah mengajarkan Pangeran Chen menggunakan garfu. Mereka lalu mengikuti Xiao Lu mengambil garfu dan menancapkannya pada steak yang telah mereka potong. Lalu, mereka membawa steak itu pada mulut mereka. Mereka mengunyah pelan steak itu dan mata mereka langsung berbinar saat merasakan rasa nikmat yang baru pertama kali mereka rasakan.
"Enak!" Seru mereka dan mulai bersemangat memakan steak di piring mereka. Xiao Lu hanya dengan santai menyuapkan steak pada mulutnya. Sesekali ia akan menyuapi Pangeran Chen.
***
__ADS_1