
Setelah mereka selesai dengan makanan-makanan enak yang tersaji, pintu kembali terbuka dan terlihat beberpa orang masuk.
Sebagian dari mereka membawa beberapa piring yang entah apa isinya. Sedangkan orang-orang yang tidak membawa apapun langsung membereskan piring-piring kotor yang ada di meja. Setelah meja bersih, orang yang membawa piring langsung menyajikan piring dihadapan semua orang membuat mereka bertanya-tanya. Setelahnya, orang-orang itu langsung saja keluar.
"Apa ini?" Tanya Jing Mi sambil menatap makanan kecil di hadapannya.
"Ini cake atau kue ya terserah kalian mau menyebutnya apa. Ini sebagai makanan penutup." Jelas singkat Xiao Lu sambil memotong sepotong cake itu dengan garfu kecil yang telah disediakan dan mengarahkannya pada Pangeran Chen.
"Chen-chen sayang, buka mulutnya. Ini sangat enak. Chen-chen pasti suka." Ucap Xiao Lu lembut sambil menatap Pangeran Chen yang tersenyum ke arahnya.
Pangeran Chen mengangguk dan membuka lebar mulutnya. Xiao Lu pun menyuapkan cake itu dan senyum tak lepas dari bibir cantiknya.
Mereka yang melihat itu langsung saja merasa iri. Berbeda dengan Jing Mi yang kini tengah melahap cake dengan berbinar.
'Bisakah mereka hentikan membuatku iri? Kenapa dari tadi Lu'er seperti sengaja membuatku iri?! Hu hu aku ingin mendapat seorang istri juga.' -Pangeran Jing.
__ADS_1
'Lu'er!! Bisakah kau hentikan itu?! Kenapa kau membuat kakak mu ini iri?! Hah.. aku juga ingin memiliki pasangan seperti Lu'er!!' -Guang Ho.
'Astaga! Aku juga ingin memiliki pasangan seimut Pangeran Chen. Aku harus meminta ayah mencarikan ku jodoh!!' -Shuwan.
'Wahhh.. Ini sangat enak dan lembut. Rasanya manis dan pas. Aku harus meminta jiejie untuk membuatkannya nanti saat dirumah!' -Jing Mi.
'Ahhh... Chenchenku memang imut. Gemes. Pengen gigit. Boleh dibawa pulang gak?!' -Xiao Lu.
***
Saat ini, mereka tengah duduk santai setelah tadi mereka memakan makanan penutup dengan berbagai macam perasaan. Kini, dihadapan mereka terhidang teh dengan aroma melati yang lembut.
Semua orang kini berfokus pada Xiao Lu, kecuali Chen yang sedang fokus pada kudapan di hadapannya tanpa memperhatikan semua orang.
"Apa yang akan kau beritahukan?" Tanya Guang Ho yang diangguki oleh yang lainnya.
__ADS_1
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa kalian dibawa kesini bukan?" Tanya Xiao Lu yang dibalas anggukan oleh semuanya.
"Ini adalah pavillionku. Maksudku, ini adalah pavillion tempat kami, Blackrose Mafia tinggal. Aku adalah G'rose, pemimpin sekaligus pendiri Blackrose Mafia ini."
Mereka semua terdiam mencerna semua penjelasan dari Xiao Lu. Guang Ho dan Pangeran Jing menatap Xiao Lu terkejut saat mereka memahami semua kata yang diucapkan Xiao Lu.
"K-kau G-G'rose?" Tanya Guang Ho gugup.
"Ya. Aku G'rose. Pemimpin Blackrose Mafia. Wanita bertopeng emas yang kejam terhadap semua musuh. Tidak pernah mengampuni mereka. Dan menghancurkan tubuh mereka seperti lilin yang meleleh." Ucap Xiao Lu dingin dengan aura pemimpinnya yang menguat membuat mereka bergetar dan menatap ngeri ke arah Xiao Lu.
"Apa kalian takut?" Ucap Xiao Lu yang kini dengan santai memakai topeng emas khasnya. Tak lupa seringai yang ia perlihatkan.
Tak lama setelah ia mengatakan itu, dari jendela, muncul 5 orang dengan topeng putih yang khas. Mereka berdiri dibelakang kursi Xiao Lu dengan aura ciri khas masing-masing.
Guang Ho dan Pangeran Jing tentu saja tahu mereka siapa. Yang paling tinggi dan atletis adalah sang pemimpin kelompok Alpha. Disebelahnya adalah pemimpin kelompok Beta diikuti oleh pemimpin kelompok Warrior lalu pemimpin kelompok Omega beserta wakil pemimpin kelompok Omega.
__ADS_1
'I-ini...'
***