
Saat mereka mulai memasuki pavillion, mereka terus berpapasan dengan anggota Blackrose yang masih memakai pakaian misi mereka.
Setiap mereka berpapasan, pasti orang-orang yang berpapasan dengan mereka akan menganggukan kepala mereka hormat pada Xiao Lu membuat Pangeran Jing semakin bertanya-tanya.
Mereka kini memasuki lorong dengan pencahayaan temaram membuat Pangeran Jing meneguk ludah gugup. Terlebih, semakin kalian masuk kedalam, semakin mencekam dengan aura mendominasi yang kuat. Bahkan, Pangeran Chen sampai memeluk erat tangan Xiao Lu.
'Ayahanda bahkan tidak memiliki aura seperti Ini,' Batin Pangeran Jing ngeri.
Setelah beberapa lama melewati lorong, mereka akhirnya berhenti tepat didepan sebuah pintu kayu yang terlihat kokoh.
Xiao Lu langsung membuka pintu itu santai.
"Ayo masuk," ucapnya.
Pangeran Jing terus mengikuti. Saat melangkah masuk, bulu kuduknya langsung berdiri saat merasakan aura dingin diruangan itu. Ia bisa melihat ada sebuah meja dengan beberapa kursi, senjata yang jumlahnya banyak, bahkan, dia bisa melihat botol-botol giok berisi ramuan berbeda warna yang ia asumsikan sebagai obat.
"Duduklah." Ucap Xiao Lu.
Pangeran Jing langsung duduk dan berhadapan langsung dengan Pangeran Chen. Sedangkan Xiao Lu duduk disamping Pangeran Chen.
__ADS_1
"Sebelum aku menjelaskan, kita akan menunggu beberapa tamuku lagi." Beritahu Xiao Lu.
"Tamu?" Tanya Pangeran Jing yang hanya diberi anggukan ringan oleh Xiao Lu.
"Mao!" Panggil Xiao Lu tiba-tiba. Dan dalam sekejap, seorang gadis kecil yang setahu Pangeran Jing adalah pelayan Xiao Lu, muncul dibalik pintu.
"Gadis kecil ini disini, nona. Apa nona membutuhkan sesuatu?" Tanya Mao dengan suara khas nya.
"Panggil saja jiejie seperti biasa." Ucap Xiao Lu cemberut yang hanya dibalas anggukan kecil oleh Mao.
"Tolong bawakan seteko teh herbal dan beberapa camilan untuk tamu kita." Tambah Xiao Lu.
Mao pun menghilang dibalik pintu. Pangeran Jing memperhatikan sekitarnya. Entah apa, tapi ia merasa banyak yang mengawasi. Tentu ia tidak bodoh jika disini pasti banyak anggota Blackrose yang mengawasi dia dan kakaknya.
Dilain tempat...
"Kami utusan dari G'rose membawa perintah untuk mengundang Nona Muda Kedua dan Nona Muda Ketiga untuk menghadiri jamuannya ke pavillion." Ucap datar salah satu anggota Blackrose pada seorang penjaga di kediaman Jenderal Besar Ahn membuat mereka merasa khawatir.
"Anda dapat yakin jika pemimpin kami tidak akan melukai nona kediaman anda." Tambahnya.
__ADS_1
"A-akan saya sampaikan pada tetua kedua," ucap salah satu penjaga dengan bergetar.
Tetua kedua tak lain dan tak bukan adalah Ahn Jun Mo, Menteri Ahn, sekaligus paman Xiao Lu.
Memang. Jika Jenderal Besar Ahn tidak ada ditempat, maka semua urusan di kediaman akan ditangani oleh Menteri Ahn. Dan jika mereka berdua tidak ada, maka mereka mempercayakan pada Xin Hua, selaku Nyonya Kedua Kediaman Ahn.
Anggota Blackrose itu mengangguk membiarkan salah satu penjaga untuk melapor.
Tempat pelatihan prajurit...
Saat ini, para jenderal senior maupun muda tengah memberi arahan para prajurit untuk lebih giat berlatih untuk menjaga wilayah mereka.
Hingga di pertengahan, tiba-tiba saja sekelebat bayangan hitam melintas didepan mata mereka dan berhenti tepat dihadapan Jenderal Besar Ahn.
Saat mereka melihat sosok itu, mereka segera waspada dan menatap waswas pada sesosok pria berpakaian hitam dengan topeng putih serta pedang yang ada di tangannya. Jangan lupakan dengan tatto khas yang mereka punya.
"Saya diutus oleh G'rose untuk mengundang Jenderal Muda Guang Ho untuk datang ke pavillion." Ucap datar orang itu.
***
__ADS_1