
Guang Ho sampai didepan pavillion Blackrose dengan wajah pucat pasi. Ia merasa perutnya bergejolak saat dibawa lari oleh orang Blackrose. Guang Ho berdiri dengan menyangga tubuhnya pada tiang disampingnya. Anggota Blackrose itu hanya menatap datar Guang Ho tanpa merasa bersalah sedikit pun. Tak lama, muncul kereta dengan ukiran mawar didepan pavilion. Guang Ho hanya melirik sekilas dan memejamkan matanya.
...
Shuwan dan Jing Mi saling menggenggam tangan mereka. Badan mereka tidak berhenti bergetar. Mereka memang tidak menangis. Tapi mata mereka terus berkaca-kaca.
"Jiejie.. bagaimana ini?" Tanya Jing Mi dengan nada bergetar.
"Aku juga tidak tahu." Jawab Shuwan pelan.
"Nona, silahkan turun." Ucap anggota Blackrose itu sambil membuka pintu kereta.
Shuwan dan Jing Mi saling menatap sebelum akhirnya turun perlahan dimulai dari Shuwan lalu Jing Mi.
Saat kaki mereka telah menapak di tanah, mereka melirik sekitar dan menemukan banyak orang berpakaian hitam dengan topeng putih.
Saat mereka menatap ke arah depan, mereka melihat sosok yang sangat mereka kenal. Mata mereka membulat.
"Gege!" Seru keduanya sambil berlari cepat menghampiri Guang Ho yang oleng karena terkejut.
__ADS_1
Guang Ho langsung membuka matanya saat mendengar seruan dari suara yang sangat ia kenal. Ia menatap ke arah gerbang dan melihat dua adiknya yang lain tengah berlari ketakutan ke arahnya.
Tepat saat Shuwan dan Jing Mi berada dihadapan Guang Ho, mereka berdua langsung saja memeluk Guang Ho erat. Untung saja ia telah pulih dan hanya sedikit oleng.
"A-aku takut." Ujar kedua gadis itu dipelukkan Guang Ho dengan tubuh bergetar.
"Tenang lah. Gege disini." Ujar Guang Ho pelan menenangkan keduanya.
"Kalian telah tiba? Mari ikut saya." Intrupsi seseorang membuat pelukan ketiga saudara itu terlepas.
Mereka bertiga melihat seorang wanita muda yang tentunya memakai topeng putih tersenyum ke arah mereka.
Jing Mi dan Shuwan masing-masing merangkul erat tangan Guang Ho. Guang Ho mengusap pelan tangan mereka.
Mereka terus berjalan ke dalam mengikuti wanita didepan mereka. Mereka berjalan ke arah lorong temaram.
Mereka akhirnya tiba disebuah pintu besar. Ketiganya hanya diam tak bersuara. Wanita muda di depannya pun mengetuk pintu itu pelan.
"G'rose, tamu anda telah datang." Beritahu wanita muda itu.
__ADS_1
"Persilakan masuk." Ucap samar dari dalam ruangan itu.
Ketiganya mengernyit saat merasa jika suara itu terdengar familiar di telinga mereka. Namun, mereka langsung menggeleng.
Wanita muda itu langsung saja membuka pintu dengan pelan. Setelah terbuka, ia berbalik menatap ketiganya dengan senyum ramah.
"Silahkan masuk." Ucapnya lembut.
Guang Ho meneguk ludahnya gugup lantas berjalan perlahan untuk masuk diikuti kedua adiknya. Saat ia masuk, ia mengangkat kepalanya untuk melihat sekitar. Ia langsung membulatkan matanya dengan mulut terbuka.
Shuwan dan Jing Mi yang melihat jika sang gege berhenti berjalan, mereka ikut berhenti dan dengan hati-hati menyembulkan kepala mereka menatap ke depan dengan penasaran.
Saat keduanya melihat apa yang ada didepan mereka, ekspresi mereka sama seperti sang gege yang masih mematung dengan tampang bodohnya.
"Jiejie!" Seru keduanya.
Mereka benar-benar tidak menyangka jika orang yang tengah duduk itu adalah kakak mereka. Ahn Xiao Lu. Disampingnya duduk Pangeran Chen yang tampak serius memakan kudapan di hadapannya. Disamping Pangeran Chen, terlihat Pangeran Jing dengan wajah mendung dan memakan kudapan dengan kasar.
***
__ADS_1