Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Ingin Merebut Chen? Bermimpilah!


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana dirayakannya kelahiran Pangeran Zhao Xiao Hui. Semua tamu sudah berkumpul. Rakyat berada diluar gerbang. Mereka senang akan kelahiran putra kecil dari Putra Mahkota Zhao Yang dan Putri Mahkota Liu Anming.


Xiao Lu sendiri dengan menahan kantuk, ia berdiri disamping tunangannya, Pangeran Chen. Pangeran Chen bahkan tidak sungkan merangkul sang kekasih yang tengah menahan kantuk itu.


"Lebih baik, Lulu ke Kediaman Bulan saja untuk beristirahat." Ucap Pangeran Chen penuh perhatian.


Kediaman Bulan adalah salah satu kediaman yang berada di istana. Kediaman Bulan dibangun berdampingan dengan kediaman milik Pangeran Chen. Kediaman itu dibangun khusus oleh Yang Mulia Raja Zhao untuk menantunya itu.


"Tidak. Ini adalah perayaan little prince. Aku tidak mungkin tidak menghadirinya. Hoaammm.." Ucap Xiao Lu sayu sambil menguap.


Pangeran Chen menutup mulut Xiao Lu yang tengah menguap dengan tangannya. Xiao Lu memang tidak peduli sekitar. Menguap pun ia sangat tidak sopan. Namun, siapa yang akan berani menasehatinya. Semua orang tahu bagaimana ketidakputrian seorang Ahn Xiao Lu.


"Nona, apakah kau tidak punya sopan santun? Seorang putri bangsawan seharusnya menjaga kelakuannya."


Oke. Ucapan sinis itu sontak membuat Xiao Lu kehilangan kantuknya. Beberapa orang yang berada di dekat mereka langsung menelan ludah gugup. Ayolah, Xiao Lu terlalu menakutkan jika marah.


"Yang Mulia, kenapa anda mempunyai tunangan yang tidak sopan seperti itu? Harusnya, anda memutuskan pertunangan dan mencari gadis berpendidikan dengan tata krama baik." Tambah gadis itu dengan menatap Pangeran Chen dengan tatapan memuja dan sikap malu-malu.


"Tutup mulutmu!" Seru Xiao Lu cukup keras membuat keadaan yang tadinya ramai langsung berubah menjadi hening.

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah Xiao Lu yang kini sudah merubah raut wajahnya menjadi datar. Orang-orang dari Kerajaan Wen sangat jelas tahu siapa Xiao Lu yang sebenarnya hanya bisa menatap iba pada gadis bangsawan itu.


Pangeran Chen sendiri takut. Sifat kekanakannya akan tetap mendominasi sisi Pangeran Chen. Dia takut jika Xiao Lu sudah bersikap seperti ini. Bukan takut karena Xiao Lu. Ia tahu siapa sebenarnya Xiao Lu dan ia tak peduli. Ia hanya takut Xiao Lu akan meninggalkannya. Pangeran Chen langsung mencengkeram lengan Pangeran Jing yang ada di sebelahnya. Pangeran Jing yang mengerti langsung saja mengusap tangan bergetar kakaknya. Jing Mi dan Shuwan juga langsung menenangkan Pangeran Chen.


"Siapa kau berani berucap seperti itu?" Tanya Xiao Lu datar.


"Aku? Aku adalah Putri Pertama kerajaan Yu. Yu Mina" Ucap gadis itu sambil menatap angkuh pada Xiao Lu.


"Cih. Hanya kerajaan kecil dan kau berani berbicara padaku? Kau tidak layak." Balas Xiao Lu dingin.


"Yak! Apa kau pikir kau siapa?! Kau hanya gadis dari keluarga jenderal kecil dan kau berani berbicara seperti itu padaku yang adalah seorang putri? Dasar gadis rendahan! Kau tidak pantas menjadi tunangan Pangeran Chen!"


"Jaga bicara anda! Xiao Lu bukanlah gadis rendahan. Andalah gadis rendahan itu. Orang yang merendahkan orang lain adalah orang yang lebih rendah." Ucap Liu Anming dingin setelah menampar wajah mulus gadis itu membuat semua orang menatap tak percaya. Tentu saja karena selama ini, mereka tahu jika Putri Mahkota adalah sosok perempuan lemah lembut yang berbudi luhur. Sangat kecil kemungkinan jika Putra Mahkota akan bersikap kasar dan dingin seperti sekarang.


Untuk Keluarga Kerajaan, Keluarga Jenderal Besar Ahn dan Keluarga Liu beserta para pelayan dan penjaga, mereka sangat jelas tahu mengapa Putri Mahkota Anming bersikap seperti itu. Putri Mahkota Anming sangat menghormati Xiao Lu dan menganggapnya sebagai saudara. Tentu saja ia tak akan terima Xiao Lu mendapat penghinaan itu.


"Aku tidak menyangka jika sikap putri Kerajaan Yu seperti ini." Ucap datar Putra Mahkota setelah menyuruh pelayan untuk membawa putra kecilnya pergi dari aula.


Raja dan Ratu Kerajaan Yu sangat tidak terima dengan apa yang terjadi pada putri mereka. Tapi, mereka juga tahu kesalahan pertama ada pada putri mereka.

__ADS_1


"Yak! Kau berani menamparku?!" Sentak Putri Yu Mina sambil mengusap pipinya yang ditampar oleh Putri Mahkota Anming.


"Benar. Aku menamparmu! Kenapa aku harus tidak berani menampar wanita sepertimu?!" Balas tajam Putri Mahkota Anming.


"Kau-"


"Apa? Kau in-"


Ucapan Putri Mahkota Anming terhenti saat melihat Xiao Lu yang berwajah datar kini menarik tangannya pelan. Xiao Lu lalu mengkode Putra Mahkota Zhao Yang untuk menahan istrinya yang emosi. Putra Mahkota Zhao Yang tentu saja mengerti dan langsung memeluk istrinya untuk menenangkannya.


"Kau tadi bilang jika aku tak layak dengan Pangeran Chen bukan?" Tanya Xiao Lu dengan tatapan yang semakin menajam.


"Lalu, menurutmu, siapa yang layak untuk Pangeran Chen?" Tambah Xiao Lu.


"Te-tentu saja aku!" Seru Putri Yu Mina dengan gugup karena hatinya merasakan ketakutan yang dalam melihat tatapan tajam dari Xiao Lu.


"Ka-kami kesini untuk melamar Pangeran Chen untukku." Tambahnya sambil menelan ludah gugup membuat semua mata melotot tak percaya.


***

__ADS_1


__ADS_2