
'Ck.. memangnya kenapa kalau aku putri seorang jenderal?! Astaga pria jelek ini membuatku jengkel dan membuang waktuku saja!' Omel Xiao Lu dalam benaknya.
"Ada gerangan apa orang terhormat seperti anda datang kemari? Bukankah pesta ada diaula?" Tanya Xiao dengan nada sedikit ketus yang tentu saja dapat diketahui oleh Putra Mahkota Zhiu yang mana membuat pria itu semakin tertarik.
"Benwang tertarik padamu Xiao'er." Ucap Putra Mahkota Zhiu terang-terangan.
Xiao Lu yang mendengar panggilan akrab untuknya keluar dari mulut pria di hadapannya mengernyit jijik.
"Maaf kita tidak sedekat itu sehingga anda tidak boleh memanggil hamba dengan panggilan akrab." Ucap datar Xiao Lu.
"Dan juga, saya tidak tertarik pada anda. Saya sudah bertunangan. Jadi, lebih baik anda buang semua ketertarikan anda itu." Tambah Xiao Lu tajam.
Putra Mahkota Zhiu yang mendengar itu mengeraskan rahangnya dan menatap tajam pada Xiao Lu yang balas menatap tajam pada Putra Mahkota Zhiu.
"Kau tidak bisa menolak benwang!" Ucap geram Putra Mahkota Zhiu.
"Aku bisa! Karena yang menentukan hidupku adalah aku sendiri! Bahkan Raja sekalipun tidak akan membuatku tunduk!" Balas Xiao Lu tajam.
"KAU-"
__ADS_1
"Apa?!" Potong Xiao Lu tajam.
"Jika kau menolak benwang, benwang pastikan keluargamu menderita dan mungkin-"
"tunanganmu." Ancam Putra Mahkota Zhiu.
"Kau tidak akan bisa melakukan itu sialan!" Geram Xiao Lu.
Ong Xi yang berada dalam kegelapan mencengkeram erat pedangnya siap menebas pria tak tahu Malu yang berada dihadapan Nona nya.
"Benwang bisa karena benwang adalah seorang putra mahkota. Dan apapun yang benwang inginkan, harus terkabulkan. Termasuk-
"Kau tidak akan bisa melakukan itu. Tidak semua hal bisa kau dapatkan sialan. Kau seorang putra mahkota, tapi kau tidak mencerminkan dirimu seorang putra mahkota. Kau tidak ubahnya pria hidung belang yang hanya ingin memuaskan nafsu. Kau-
Menjijikan." Tukas Xiao Lu merendahkan membuat Putra Mahkota Zhiu meledak.
Putra Mahkota Zhiu mengangkat tangannya hendak menampar Xiao lu, namun, dengan cepat Xiao Lu mencegahnya dengan mencengkeram erat pergelangan tangan Putra Mahkota Zhiu membuat pria itu mengernyit merasakan sakit pada cengkeraman itu.
Putra Mahkota Zhiu tidak menyangka jika gadis cantik di depannya mempunyai tenaga yang besar. Dia benar-benar mewarisi darah jenderal.
__ADS_1
"Kau benar-benar menjijikan." Ucap Xiao Lu kembali kemudian menepiskan tangan Putra Mahkota Zhiu.
Penjaga bayangan milik Putra Mahkota Zhiu langsung keluar dan menodongkan pedangnya pada Xiao Lu bersamaan dengan Ong Xi yang juga keluar dan menodongkan pedangnya. Bahkan, ujung pedang milik Ong Xi menggores leher penjaga bayangan Putra Mahkota Zhiu.
"Berani sekali kau menodongkan pedang murahanmu itu pada nonaku!" Geram Ong Xi dengan suara sarat akan kemarahan.
Putra Mahkota Zhiu dan bawahannya terkejut mendapati sosok dengan topeng yang mereka hapal. Terlebih, topeng itu adalah topeng ketua tim terkuat di Blackrose.
Bawahan Putra Mahkota Zhiu menatap bergetar pada sosok yang menodongkan pedang padanya. Tangannya bergetar dengan kentara hingga membuat pedangnya jatuh. Sedangkan Putra Mahkota Zhiu, dia diam mematung.
Xiao Lu menatap kedua orang bodoh menurutnya itu dengan datar. Ia mengambil belati didalam lipatan baju tangannya membuat Putra Mahkota Zhiu waswas.
"Alpha, kita urus mereka nanti. Sekarang kita harus segera membumihanguskan para tikus kecil yang menyusup." Ucap datar Xiao Lu sambil memainkan belatinya membuat dua pria didepannya meneguk ludah gugup.
"Setelah itu, kita basmi kedua bedebah ini." Tambahnya dengan seringai yang tercipta di bibir mungil itu.
Setelah mengatakan itu, Xiao Lu pergi. Ong Xi yang melihat itu langsung saja bergerak cepat menyusul Xiao Lu yang mana sebelumnya, ia benar-benar menggores leher penjaga bayangan milik Putra Mahkota Zhiu. Luka itu memang tidak dalam, namun cukup untuk membuat seseorang kehabisan darah jika tidak segera diobati.
***
__ADS_1
Kembali setelah hiatus tanpa pemberitahuan. Maaf menghilang mendadak ya readers^^