Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Pangeran Chen


__ADS_3

Keluarga Ahn tampak masih berkumpul diaula dikarenakan Pangeran Chen yang sudah nyaman dengan Xiao Lu tidak ingin lepas dari Xiao Lu. Ia terus menggenggam tangan Xiao Lu. Xiao Lu tidak keberatan, hanya saja mereka harus pulang.


"Chen-Chen, Lulu harus pulang. Ini sudah malam. Besok Lulu akan menemui Chen-Chen lagi. Bagaimana?" Bujuk Xiao Lu.


"Tidak mau. Lulu jangan pergi," ucap parau Pangeran Chen.


"Lulu harus pulang. Chen-Chen ingin Lulu dimarahi semua orang karna tidak pulang?" Ucap Xiao Lu sok sedih membuat Pangeran Chen termenung.


"Tapi, ayah pasti akan menolong Lulu," ucap Pangeran Chen yang masih teguh supaya Xiao Lu tak pulang.


Keluarga Ahn dan Keluarga Kerajaan hanya menyimak percakapan keduanya tanpa membantu apapun. Mereka merasa lucu melihat wajah Xiao Lu yang biasanya datar justru memberengut lucu.


Selir Mei yang kasihan karena Keluarga Ahn yang menunggu hingga malam akhirnya turun tangan. Ia mendekati Pangeran Chen dan Xiao Lu. Xiao Lu yang melihat itu langsung menatap memelas ke arah Selir Mei yang kini terkekeh geli.


'Kemana wajah datar tadi? Kenapa berganti dengan wajah menggemaskan ini?!' Batin mereka.


"Chen, Chen bersama ibu dulu ya? Lulu besok akan kembali kemari untuk menemani Chen. Kasihan Lulu. Lihatlah dia begitu kelelahan. Dan dia harus pulang kembali ke rumahnya. Chen juga harus kembali ke kediaman Chen begitupun semuanya. Jadi, biarkan Lulu pulang dulu ya," jelas Selir Mei sambil mengusap sayang kepala Pangeran Chen.


"Ta-tapi, Lulu akan kesini lagi kan bu?" Tanya Pangeran Chen pada sang ibu.


"Tentu saja. Lulu akan sering kemari menemui Chen. Bukan begitu, Lulu?" Ucap Selir Mei sambil tersenyum hangat.


"Tentu. Lulu akan sering kemari untuk menemui Chen," ucap Xiao Lu riang sambil menampilkan deretan gigi putihnya.


'Kyaaa Lu'er/jie jie menggemaskan sekali.'


'Sial! Jika aku tahu dia tidaklah sama dengan apa yang dirumorkan, aku tidak akan memutuskan dekrit itu. Aku mungkin akan menjadi pria yang beruntung mendapat kecantikan ini dikediamanku! Dan sekarang, kecantikan ini akan bersama dengan Chen si pangeran berkelainan? Aku tidak bisa diam saja. Aku harus merebut kembali apa yang harus menjadi milikku! Maaf Chen, gege tidak bisa membiarkan Xiao Lu ada disampingmu.'


"Baiklah. Lulu boleh pulang. Tapi Lulu janji harus menemui Chen lagi," ucap Pangeran Chen dengan wajah murung.


"Janji," ucap Xiao Lu cepat.

__ADS_1


Mereka yang ada disana tersenyum senang melihat Xiao Lu dan Pangeran Chen. Xiao Lu dan Pangeran Chen terlihat sangat serasi. Jika saja Pangeran Chen seperti pria pada umumnya, sudah dipastikan mereka adalah pasangan nomor satu dikekaisaran ini.


Keluarga Ahn pun mulai berpamitan pada Keluarga Kerajaan. Keluarga Kerajaan pun mengantar Keluarga Ahn hingga sampai dikereta mereka. Pangeran Chen masih belum melepas genggaman tangannya membuat Xiao Lu hanya bisa pasrah sedangkan yang lain hanya bisa tersenyum geli dan menggelengkan kepala.


Saat sampai didepan kereta, Pangeran Chen menatap Xiao Lu memelas karena tak rela berpisah cepat dengan tunangannya itu membuat Xiao Lu menggaruk pipi kanannya yang tak gatal karena tak tahu harus melakukan apa.


"Chen, lepaskan tangan Lulu. Lulu harus menaiki keretanya," bujuk Selir Mei.


"Iya ge. Biarkan Lu'er untuk pulang," tambah Pangeran Jing membantu sang ibu dalam membujuk kakak seibunya itu.


"Chen gege bersama kami dulu. Besok baru bersama Lulu jie jie," ucap Putri Ketiga yang diangguki oleh dua putri lainnya.


Pangeran Chen dengan cemberut dan tak rela perlahan melepaskan genggaman tangannya. Ia kemudian menundukkan wajah murungnya membuat Xiao Lu terkikik geli.


"Jangan murung seperti itu atau Lulu tidak akan menemui Chen lagi," ancam Xiao Lu membuat Pangeran Chen dengan cepat mengangkat wajahnya dan matanya langsung berkaca-kaca membuat Xiao Lu gelagapan.


"Eh eh jangan menangis. Aduh kok Chen malah ingin menangis," ucap Xiao Lu gelagapan membuat yang lain hanya bisa tertawa bahkan penjaga pun juga ikut tersenyum geli akan kelakuan dua sejoli itu.


"Lulu jahat," rajuk Pangeran Chen.


"Ta-tadi Lulu bilang tak mau menemui Chen lagi, huwaaa," ucap Pangeran Chen bergetar dan tak lama, ia menangis layaknya anak kecil membuat Xiao Lu melongo sedangkan yang lainnya hanya meringis.


"Yah nangis beneran," ucap Xiao Lu dan seketika bahunya turun membuat yang lain hanya menatap aneh tingkah Xiao Lu.


Xiao Lu pun perlahan membawa tubuh yang lebih besar darinya itu ke dalam pelukannya. Ia menepuk-nepuk pelan punggung bergetar Pangeran Chen. Pangeran Chen langsung balas memeluk erat Xiao Lu.


"Lulu hanya bercanda, ok? Lulu tidak mungkin tidak menemui Chen. Lulu pasti akan selalu menemui Chen. Jadi, Chen harus berhenti menangis, ya," bujuk Xiao Lu yang dibalas anggukan kecil oleh Pangeran Chen.


Xiao Lu pun melepaskan pelukannya dan mengusap pipi yang memerah karena tangis Pangeran Chen. Ia juga mengusap ujung mata Pangeran Chen yang siap menumpahkan kembali cairan bening itu.


"Sudah jangan menangis. Lulu tidak sungguh-sungguh mengatakan itu," ucap Xiao Lu.

__ADS_1


Pangeran Chen kembali mengangguk dengan masih sesenggukan pelan. Ia menggenggam erat baju pinggang Xiao Lu.


"Kalau begitu, Lulu pulang dulu ya? Chen juga harus kembali ke kediaman Chen. Besok, Lulu akan mengajak Chen jalan-jalan. Bagaimana?" Tawar Xiao Lu yang dibalas anggukan antusias oleh Pangeran Chen membuat semua orang terkekeh geli.


"Nah, sekarang Chen bersama ibu Chen dulu ya. Besok Chen bersama Lulu," ucap Xiao Lu kembali dan Pangeran Chen mengangguk kembali.


Pangeran Chen pun melepas genggamannya pada baju Xiao Lu dan mendekati sang ibu. Selir Mei tersenyum hangat dan mengusap pipi putranya itu. Pangeran Jing langsung merangkul sang kakak dan memberikan senyum hangatnya.


"Kalau begitu, kami pamit Yang Mulia," ucap Jenderal Ahn.


"Ya. Berhati-hatilah Jenderal. Zhen sudah memerintahkan 20 prajurit terlatih untuk mengawalmu dan keluarga. Zhen takut, jika para penyusup itu masih berkeliaran." Ucap Raja Zhao.


"Beribu terima kasih Yang Mulia," ucap Jenderal Ahn sambil membungkuk diikuti oleh keluarganya.


"Tak perlu seperti itu. Kita akan menjadi keluarga haha," ucap Raja Zhao sambil mengibaskan tangannya.


Jenderal Ahn mengangguk dan tersenyum tipis pada keluarga Kerajaan. Ia mengangguk dan mulai menaiki kudanya diikuti yang lainnya.


Xiao Lu, sebelum menaiki kereta, ia menghampiri Pangeran Chen yang masih cemberut. Ia kemudian memeluk Pangeran Chen dan mengecup pipinya membuat wajah Pangeran Chen memerah dan senyum pun terbit diwajah cemberutnya tadi.


"Nah kan kalau tersenyum seperti ini, Chen jadi semakin tampan," ucap Xiao Lu membuat Pangeran Chen melebarkan senyumnya.


"Yang Mulia Selir Mei, Lu'er pamit," pamit Xiao Lu pada calon ibu mertuanya itu yang dibalas gelengan.


"Jangan memanggilku seperti itu. Kau adalah menantuku. Jadi, panggil aku ibu. Mengerti?" Ucap Selir Mei membuat Xiao Lu tersenyum tulus pada Selir Mei.


"Baik, ibu." Angguk patuh Xiao Lu membuat senyum puas terpatri pada bibir Selir Mei.


Setelah berpamitan, Xiao Lu pun menaiki kereta. Setelah itu, Keluarga Ahn pun meninggalkan kawasan istana dengan penjagaan ketat.


Xiao Lu yang saat ini kembali berkumpul dengan adik, bibi serta sepupunya, menjadi bahan godaan mereka sepanjang perjalanan. Xiao Lu menampilkan wajah datarnya namun pipinya memerah hingga telinga membuat Jing Mi dan Shuwan tertawa lebar sedangkan Bibi Hua tertawa kecil melihat keponakannya itu.

__ADS_1


'Imageku benar-benar hancur huhu. Tapi, mau bagaimana lagi, aku tidak bisa menanamkan sifatku pada Chen yang begitu menggemaskan. Astaga. Rasanya aku ingin membawa Chen pulang. Xiao Li, lihat kakakmu ini mendapatkan seorang pria tampan dan juga imut. Kau pasti iri jika melihatnya. Ia bahkan lebih tampan dari Shing ge dan Hwang ge hehe,'


***


__ADS_2