Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Pengaruh Xiao Lu


__ADS_3

Setelah Xiao Lu mengatakan jika ia akan menjadikan Putri Yu Mina sebagai mainannya, semua gadis yang ada disana sontak merapatkan diri pada keluarga mereka. Bagaimana tidak, Xiao Lu saat ini tengah menyeret Putri Yu Mina dengan tidak elit.


Tanpa keberatan apapun, Xiao Lu menyeret sebelah kaki Putri Yu Mina membuat Putri Yu Mina terseret dengan wajah dipenuhi beban. Takut, marah, malu. Ia benar-benar ingin menghilang saja.


Xiao Lu lantas keluar dari aula dan menitipkan Pangeran Chen pada kedua adiknya. Ia terus berjalan santai dengan diikuti dua sosok yang tak lin adalah ketua tim Alpha dan wakilnya.


Saat keluar dari aula, semua mata pelayan dan penjaga langsung mengarah pada mereka. Tentu saja siapa yang tidak akan menatap aneh dan ngeri pada seorang gadis yang menyeret gadis lainnya. Parahnya, ia menyeret gadis itu dengan tidak normal.


"Salam nona Xiao Lu." Sapa mereka.


Semua pelayan dan penjaga Kerajaan Wen memang sudah tidak aneh lagi dengan tingkah ajaib calon menantu Raja ini. Mereka hanya bisa mengasihani gadis yang menangis yang tengah diseret Xiao Lu itu.


Semua orang juga bisa mendengar teriakan dari dlam. Entah apa yang terjadi didalam tapi mereka yakin itu bukan hal baik. Tentu saja karena saat ini, Putra Mahkota Zhao Yang dan istrinya tengah membuat pelajaran untuk Raja dan Ratu Kerajaan Yu.

__ADS_1


Tak tanggung-tanggung memang Putri Mahkota Anming ikut aksi suaminya. Ia benar-benar gatal ingin menggaruk wajah jelek Putri Yu Mina tadi. Namun, karena itu akan menjadi mainan adiknya, ia hanya bisa melampiaskannya pada ibu dari gadis jelek tadi yang tak lain adalah Ratu Yu.


Semua tamu tidak ada yang membantu. Mereka juga marah akan apa yang keluarga itu rencanakan. Terlebih, mereka juga takut. Takut jika mereka membantu, mereka juga akan terkena imbas dari Kerajaan Wen terlebih jika nanti mereka akan dimusnahkan oleh Blackrose Mafia. Membayangkannya saja mereka bergidik ngeri.


"Penjaga! Bawa kedua orang hina ini. Pancung dia di arena Kerajaan. Putra Mahkota ini akan memberikan hal berharga untuk mereka." Perintah Putra Mahkota Zhao Yang yang langsung dituruti oleh para penjaga.


"Apa kalian ingin bermain sekarang?" Tanya Raja Zhao saat melihat putra dan menantunya beranjak mengikuti penjaga yang sudah pergi terlebih dahulu.


"Benar, ayahanda. Kami akan bermain sekarang. Selagi pangeran kecil tidur, putra ini akan bermain terlebih dahulu." Balas Putra Mahkota Zhao Yang.


"Baiklah. Ayahanda juga akan melihat kalian bermain." Ucap Raja Zhao.


"Kalian para tamuku, silahkan bagi yang ingin segera pergi, Zhen mengijinkannya." Tambah Raja Zhao sambil menatap para tamunya.

__ADS_1


"Yang Mulia, jika diperkenankan, bawahan ini juga ingin melihat permainan Yang Mulia Putra Mahkota dan Putri Mahkota." Ucap salah satu pejabat dan diangguki yang lainnya.


"Baiklah. Kalian boleh ikut ke arena untuk melihat permainan keduanya." Balas Raja Zhao.


Mereka pun akhirnya pergi bersama-sama menuju arena. Arena itu terletak disamping lapangan berlatih para prajurit. Arena itu adalah salah satu tempat khusus yang Xiao Lu pinta. Ia biasanya akan menantang para jenderal maupun prajurit dan pangeran untuk berlatih. Terkadang, sang raja juga ikut bertanding dengan taruhan-taruhan konyol.


Jangan tanya kenapa mereka jadi seperti itu. Salahkan saja sang pembawa pengaruh yang tak lain dan tak bukan adalah Xiao Lu.


Berkat Xiao Lu mereka bisa bersikap konyol. Karena Xiao Lu mereka juga sering bermain dengan musuh-musuhnya. Bahkan, berkat Xiao Lu juga, permainan itu menjadi tontonan paling ditunggu oleh semua orang di Kerajaan Wen.


Ya. Mereka tidak takut saat melihat pihak-pihak istana maupun peradilan menghukum para pemberontak ataupun musuh yang tertangkap. Mereka justru akan sangat antusias dan mereka bersemangat melihat wajah takut dan sekarat orang yang disiksa.


Para rakyat juga bisa dibilang sedikit terkena pengaruh. Mereka bisa bersikap kejam pada para pendatang yang menyalahi aturan. Kini, Kerajaan Wen sangat terkenal dengan peraturan aneh yang membebaskan rakyatnya untuk bertindak jika pada para pendatang yang menyalahi aturan. Kerajaan Wen juga menjadi Kerajaan yang paling tidak berperasaan membuat kerajaan lain akan menghilangkan niat mereka untuk memulai perang dengan Kerajaan Wen. Percaya atau tidak, rakyat biasa saja kini sudah sebanding dengan para prajurit.

__ADS_1


Pengaruh Xiao Lu memang ajaib..


***


__ADS_2