Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Hukuman Anming


__ADS_3

Raja Zhao pun mundur beberapa langkah dan menatap gadis yang tengah duduk dibawah. Dia menatap gadis itu datar dan akhirnya menghela nafas.


"Kau bisa melakukan apapun pada gadis Liu ini," ucap Raja Zhao tegas pada Xiao Lu membuat mata semua orang kembali melotot.


Xiao Lu mengangguk dan matanya memancarkan rasa terimakasih karena ia diperbolehkan untuk menghukum Anming.


"Berdirilah. Apa kau tak malu duduk dilantai seperti itu," ucap datar Xiao Lu.


Anming yang mendengar itu hanya diam tak bergerak sedikitpun. Ia tetap menunduk dan tak berani menatap Xiao Lu. Xiao Lu yang melihat itu hanya mendengus. Ia pun berjongkok dan mengangkat dagu Anming agar menatapnya.


"Seorang wanita memang tidak sekuat pria. Namun, seorang wanita lebih terhormat dibanding pria. Tak sepantasnya seorang wanita berani merendahkan dirinya dihadapan pria. Kau harus kuat. Bagaimana kau kelak bisa menjaga dan menjadi ibu yang baik dan dibanggakan anak-anakmu jika sekarang kau bersimpuh dihadapan banyak pria? Kau berpendidikan dan diajarkan tata krama tak sepantasnya kau seperti ini. Berdirilah," ucap Xiao Lu dingin namun terselip kelembutan disana membuat semua orang menatap kagum pada gadis kecil dihadapan mereka.


Jenderal Ahn, Guang Ho dan Raja Zhao menatap bangga ke arah Xiao Lu. Mereka merasa beruntung bisa memiliki gadis kecil itu dalam keluarga mereka. Putra Mahkota menatap teduh pada Xiao Lu. Ia hanya bisa tersenyum miris saat ingat jika ia telah menyia-nyiakan gadis kecil itu.


"Anda mempunyai gadis yang hebat dikeluarga anda," ucap Jenderal Kiri Go.


"Keluarga anda benar-benar beruntung," tambah Jenderal Kanan Ha.


Para pria yang sudah mempunyai anak gadis merasa iri akan Jenderal Besar Ahn yang mempunyai anak gadis sehebat Xiao Lu. Mereka menjadi berandai-andai jika Xiao Lu adalah anak gadis mereka.


Xiao Lu membantu Anming untuk berdiri. Ia menghapus air mata yang ada dipipi Anming dengan lembut membuat Anming kembali berkaca-kaca dan akhirnya menetes kembali.


"Astaga. Apa kau tidak kehabisan stok air mata? Kenapa menangis terus sih?" Keluh Xiao Lu dan kembali menghapus air mata Anming.


"Maafkan aku," ucap Anming bergetar sambil menatap Xiao Lu.


"Ya ya ya. Kali ini aku maafkan. Tapi tidak untuk lain waktu," ucap Xiao Lu ketus namun tetap mengusap lembut pipi Anming yang basah.


Semua orang bertambah kagum saat Xiao Lu memaafkan Anming. Padahal, tadi, Xiao Lu bahkan berkata ingin memusnahkan keluarga Liu dan sekarang ia justru seperti seorang ibu yang tengah menenangkan anaknya.


"Kau maukan berubah?" Tanya Xiao Lu yang dibalas anggukan antusias oleh Anming.

__ADS_1


"Bagus. Aku akan melatihmu," ucap Xiao Lu sambil bertepuk tangan riang membuat semua orang menjatuhkan rahang mereka.


'Kemana gadis menakutkan tadi? Kenapa sekarang berganti menjadi gadis riang yang seperti menemukan mainan baru?!' Inner semua orang.


"Yang Mulia, jangan membatalkan pertunangan Anming dan Putra Mahkota. Anming berjanji akan berubah menjadi baik. Aku juga akan membantunya. Jadi tolong kabulkan permintaan gadis imut ini," ucap Xiao Lu pada Raja Zhao dengan wajah datar.


'Wajah datar seperti itu disebut imut?!' Inner mereka kembali sambil memandang aneh Xiao Lu.


"Terserah kau saja Lu'er," ucap pasrah Raja Zhao.


'Sebenarnya disini siapa yang berkuasa? Kenapa malah zhen yang takut pada gadis kecil ini?' Ratap batin Raja Zhao.


"Baiklah. Nah, Anming, untuk sekarang, kau istirahatlah terlebih dahulu. Aku akan mulai mengajarimu mulai besok karena sekarang aku ada urusan penting." Ucap Xiao Lu yang dibalas anggukan patuh.


"Memangnya kau punya urusan penting apa gadis nakal?" Ucap Guang Ho penasaran.


"Yak! Gege! Lu'er anak baik tidak nakal!" Balas Xiao Lu sambil melotot imut pada gege-nya yang kini mendengus.


"Maaf ayah," ucap Xiao Lu.


"Ah kalau begitu kami pamit semuanya. Maaf mengganggu acara kalian. Silahkan lanjutkan. Kami undur diri dulu. Dadahh~" ucap Xiao Lu tergesa saat melihat tatapan datar ayahnya. Ia tau ayahnya nanti pasti akan menghukumnya untuk pelajaran menjadi seorang putri bangsawan yang baik. Dan itu adalah sebuah neraka bagi Xiao Lu.


Xiao Lu langsung mengangguk hormat pada Raja Zhao diikuti Anming. Ia lalu langsung menyeret Anming kembali namun lebih lembut dari sebelumnya.


Perilaku Xiao Lu benar-benar membuat mereka heran sekaligus takjub. Tadi marah, bijak, lalu kekanakan seperti usianya. Benar-benar luar biasa dan dugaan.


Saat Xiao Lu dan Anming keluar, mereka melihat Ibu Suri dan yang lainnya sedang duduk ditanah sambil saling menyender. Ia dan Anming saling bertatap heran.


"Kenapa nenek, ibunda, gege, jie jie, Mao, paman dan bibi duduk ditanah?" Tanya polos Xiao Lu membuat mereka melotot.


Apa Xiao Lu tak ingat akan apa yang terjadi tadi? Jika bukan karena aura menyeramkan Xiao Lu, mereka tidak akan duduk ditanah dan membuat pakaian sutra mereka kotor seperti ini.

__ADS_1


(Untuk informasi, Xiao Lu memanggil para pelayan dan penjaga baik itu kerajaan maupun penjaga, ia akan memanggil paman dan bibi. Namun, jika para penjaga dan pelayan seumuran kakak, dirinya atau adiknya, ia akan memanggil pelayan itu dengan panggilan gege/jie jie serta nama mereka bagi mereka yang seumuran dengannya atau Jing Mi adiknya)


"Kami hanya sedang mencoba merakyat," ucap asal Pangeran Jing.


Xiao Lu hanya ber'oh'ria membuat mereka semua menatap datar Xiao Lu karena TIDAK PEKA. Mereka akhirnya menghembuskan nafas pasrah dan beranjak berdiri sambil menepuk tanah yang menempel pada pakaian mereka.


"Mao, ayo kita pergi berbisnis," ucap semangat Xiao Lu pada Mao yang dibalas anggukan semangat pula.


Yang lain hanya menatap penasaran pada kedua gadis itu. Mereka berpikir, memangnya bisnis apa yang bisa dilakukan kedua gadis kecil itu?


"Bisnis apa?" Tanya Putri Fung mewakili semuanya.


"Rahasia. Ini urusan kaum muda," ucap Xiao Lu.


Xiao Lu langsung menarik Mao dan berlari menjauhi mereka semua. Mereka awalnya menatap melongo akan kelakuan ajaib Xiao Lu, namun setelah mereka sadar....


"YAK!! AHN XIAO LU/NONA!!" teriak mereka bersamaan membuat semua orang yang berada diaula tergesa-gesa keluar karena khawatir.


"Ada apa?" Itulah pertanyaan yang keluar dari mulut para pria yang baru saja keluar dari aula.


"Xiao Lu menyebalkan. Ia secara tidak langsung menyindir kami sudah tua," gerutu Ratu Li diangguki semuanya membuat para pria hanya bisa menatap dengan aneh.


'Bukankah ibunda/ibu suri, Ratu, Selir Mei dan Selir Yin memang sudah tidak muda lagi?' Inner mereka.


༺༻


**Maaf ya baru up lagi^^ tahun barunya aku rebahan gegara kesehatan kembali menurun. Jadi, aku gak pegang handphone. Tidur mulu aku tuh hehe. Makasih ya yang udah mau nunggu update-an ku:')


Selamat Tahun Baru ya reader-nim**^^


Vipot94

__ADS_1


__ADS_2