
Setelah selesai memasakkan makanan untuk pangeran imutnya, Xiao Lu berjanji lain waktu akan menepati janji pada keempat gadis yang tadi ingin berguru memasak membuat keempat gadis itu kecewa. Ia mengatakan jika saat ini ada hal yang harus disampaikan pada Raja Zhao dan akhirnya mereka pun mengiyakan jika memang Xiao Lu ada kepentingan dengan Raja Zhao.
Kini, Xiao Lu tengah duduk dihadapan Raja Zhao dengan kudapan-kudapan lezat dihadapannya.
"Jadi, ada apa Lu'er? Apa yang ingin Lu'er bicarakan dengan ayahanda?" Tanya Raja Zhao mengawali.
Xiao Lu masih terdiam. Ia memejamkan sejenak matanya dengan kaki menghentak dua kali. Raja Zhao hanya diam dengan tanda tanya besar dibenaknya akan apa yang dilakukan Xiao Lu.
Tak lama tepat sesaat setelah Xiao Lu membuka mata, bayangan hitam muncul dengan cepat dan langsung berlutut disamping Xiao Lu membuat Raja Zhao terkejut.
Ia lebih terkejut lagi saat melihat sesosok pria kekar berpakaian hitam dengan pedang ditangan kirinya menggunakan sebuah topeng. Dimana topeng itu adalah topeng sebuah kelompok yang tengah berada di puncak. Kelompok yang tidak ingin tunduk pada penguasa mana pun. Kelompok yang membuat para penguasa sangat menghormati mereka dan tidak ingin terlibat masalah apapun. Kelompok yang bahkan bisa meratakan sebuah kerajaan dalam satu malam. Topeng putih dengan ukiran rumit yang khas. Hanya satu yang terlintas di pikirannya. Blackrose Mafia. Orang itu adalah anggota Blackrose Mafia.
Raja Zhao menahan nafas saat ia tahu siapa orang ini. Ia tidak tahu apa hubungannya antara anggota Blackrose di depannya dengan Xiao Lu.
"Di-dia.."
"Ya. Salah satu anggota Blackrose Mafia. Lebih tepatnya, Ketua Tim Alpha. Tim yang berada digaris depan." Ujar Xiao Lu datar dengan aura khas seorang pemimpin membuat Raja Zhao merasa terimiditasi hanya karena suara datar itu.
'Apa jangan-jangan...'
"Aku ingin memberitahukan ini pada anda selaku penguasa di kerajaan ini karena bagaimana pun juga, Blackrose Mafia bertempat di kerajaan ini." Ucap Xiao Lu sambil menatap lurus pada mata sang penguasa yang hanya terdiam mendengarkan perkataan Xiao Lu.
"Sebelumnya, perkenalkan, aku G'rose, pendiri sekaligus pemimpin dari Blackrose Mafia." Tambah Xiao Lu membuat Raja Zhao melotot.
"A-apa?"
__ADS_1
"Aku G'rose. Ahn Xiao Lu atau calon menantumu ini adalah seorang pemimpin Blackrose Mafia." Jelasnya sekali lagi. Xiao Lu pun memerintahkan Ketua Tim Alpha yang tak lain adalah Ong Xi untuk memperlihatkan tatto pengenalnya pada Raja Zhao. Setelahnya, ia pun menggulung lengan hanfunya dan memperlihatkan tatto yang dimiliki oleh pemimpin Blackrose Mafia.
"Ti-tidak mungkin," lirih Raja Zhao yang benar-benar tidak percaya akan fakta yang ia dapat hari ini. Gadis kecil kesayangan keluarganya adalah seseorang yang kuat hingga mampu membuat para penguasa tunduk. Tangan mungil halus itu ternyata sangat ahli.
"Maaf Lu'er baru memberitahu ayahanda," ucap Xiao Lu lembut.
"Apa alasannya membuat itu?"
"Alasan? Aku hanya ingin melindungi orang-orang terdekatku. Begitupun dengan semua anggotaku. Meskipun kebanyakan anggota Blackrose Mafia sudah menjadi sebatang kara, namun sekarang mereka mempunyai kami sebagai keluarganya. Kami harus saling melindungi. Kami juga ingin menjunjung keadilan. Kami ingin melindungi pihak-pihak yang memang pantas dilindungi dari orang-orang serakah dan tidak mementingkan kehidupan orang yang mereka tindas." Jelas Xiao Lu jujur walaupun ada sebagian yang tidak ia beritahu, yaitu tentang membunuh musuh-musuh para anggotanya.
Raja Zhao terharu mendengar penuturan Xiao Lu. Hanya karena ia ingin melindungi orang-orang terdekatnya, Xiao Lu, gadis kecil itu bahkan rela menanggung resiko dari ini.
"Ayahanda tidak akan mempermasalahkan ini jika itu tujuan dibentuknya Blackrose Mafia. Beda lagi kalau Lu'er membuatnya untuk menggulingkan ayahanda, maka ayahanda tidak akan diam." Ucap Raja Zhao dengan nada gurau diakhir kalimatnya membuat Xiao Lu terkekeh.
"Ck. Kau benar-benar keturunan darah jenderal." Sarkas Raja Zhao yang membuahkan tawa ringan dari Xiao Lu.
"Ah iya, ayah. Sebenarnya, Lu'er tidak hanya ingin memberitahukan ini. Lu'er juga ingin memberitahukan bahwa Lu'er ingin melatih langsung 5000 prajurit yang ayahanda berikan pada Lu'er." Ucap Xiao Lu.
"Lu'er hanya ingin melatih mereka agar menjadi pasukan hebat. Yah, seperti pasukan bayangan, jika pasukan utama yang diarahkan para jenderal melemah, maka pasukan Lu'er akan menjadi tameng pasukan utama. Bagaimana?" Tambahnya.
"Idemu cemerlang. Ayahanda rasa itu bagus. Kau bisa melakukan apapun pada pasukanmu. Sekarang mereka dibawah pimpinanmu." Ucap Raja Zhao.
"Ah, omong-omong. Blackrose Mafia tidak ingin berada dibawah pimpinan raja ini, eh?" Gurau Raja Zhao.
"Tidak. Kami tidak akan dibawah pimpinan siapapun. Hanya aku dan keempat kawanku yang menjadi pengarah mereka. Aku akan berdiri digaris depan jika ada yang berani mencelakai atau membuat masalah dengan seluruh temanku." jelas Xiao Lu tegas.
__ADS_1
Ong Xi terharu mendengar penuturan Xiao Lu. Ia bahkan tidak mengatakan hanya dia yang memimpin, ia justru mengatakan jika nona mudanya itu beserta ia dan saudaranya mengarahkan yang berarti membimbing para anggota. Ong Xi sangat terharu karena Xiao Lu justru seperti seorang kakak yang akan ada melindungi dan membimbing mereka.
"Terimakasih." Lirih Ong Xi yang hanya bisa didengar oleh Xiao Lu.
Xiao Lu hanya mengangguk kecil dan tersenyum tipis. Ia pun kembali menatap ke arah Zhao yang kini tengah tersenyum teduh seorang ayah pada anaknya.
"Kau benar-benar gadis baik Lu'er. Jika kau berdiri paling depan untuk semua anggotamu, maka ayahanda dan ayahmu yang akan berdiri paling depan untukmu," ujar Raja Zhao sungguh-sungguh.
"Aku tahu." Ucap Xiao Lu.
***
**Hallo semuanya...
Maaf ya lama up-nya. Moodku sedang tidak baik hehe..
Oh iya. Mungkin ada yang udah baca ini disebelah. Dan nama authornya sama. Ya gimana gak sama orang kita itu satu orang yang sama hehe. Nah jadi aku bukan jiplak ya. Aku hanya publish ulang ceritanya ditempat berbeda aja hehe
Mungkin aku juga bakal lama lagi buat up soalnya tangan kananku belum membaik:( jadi agak lama buat ngerjain beberapa hal. Ya contohnya mengetik ini. Jujur aja, ngetik pake tangan kiri itu, kaku banget. Jadi mohon bersabar ya readers:')
Sekian~
See you~
Vipot94**
__ADS_1