
"Bblakrose," ucap salah satu dari mereka dengan bergetar.
"Ah.. ternyata kalian sangat mengenali kami eh.." kekeh Xiao Lu.
"Baguslah. Jadi kami tidak perlu repot memperkenalkan diri bukan? Haha." Tambah Xiao Lu dengan tawa merdu tapi menurut mereka itu seperti lonceng kematian mereka.
"Tidak usah basa-basi. Ayo kita basmi," komando Xiao Lu dingin dan langsung melesat ke arah sekumpulan orang yang hanya bisa mematung menatap ketiga orang yang kini mendekati mereka.
Pertarungan pun tak terelakkan. Mereka memang takut, tapi mereka juga tidak ingin mati sia-sia.
Melihat lawannya mulai memberontak, Xiao Lu melebarkan seringainya dan dengan beringas menusukkan belatinya lalu merobek tubuh mangsanya dengan beringas. Bahkan, ada beberapa tubuh dengan anggota tubuh bagian dalam yang nyaris keluar karena dalamnya robekan Xiao Lu. Padahal, Xiao Lu hanya menggunakan belati kecil.
Ada beberapa orang yang mencoba kabur. Namun, Xiao Lu dengan sigap melemparkan jarum-jarum tipis yang tak terlihat ke arah mereka. Jarum itu adalah jarum yang juga ia buat khusus untuk para wanita yang tidak bisa menggunakan senjata lain. Jarum yang mana telah ia rendam dengan racun mematikan tapi racun itu tidak akan menyakiti semua anggota Blackrose karena mereka telah diberi penawar oleh Xiao Lu.
Pemberontak dengan jumlah lebih dari 500 orang itu segera menjadi mayat busuk yang menumpuk di halaman bangunan itu. Semua penghuni bangunan tewas termasuk para pelayan yang bekerja disana.
__ADS_1
Setelah selesai, Xiao Lu langsung saja melemparkan beberapa batu pemantik api. Ong Xi dan jenderal muda itu dengan sigap membakar seluruh tempat termasuk para mayat.
Kebakaran besar terjadi didalam hutan lebat membuat asap melambung ke langit. Membuat yang melihat pasti waspada.
Setelah selesai, mereka langsung bergegas menuju istana. Seperti saat mereka berangkat, mereka berlari cepat tanpa rasa lelah karena memang Xiao Lu telah melatih fisik mereka.
Mereka akhirnya sampai diistana. Tepatnya didepan aula membuat semua orang terpekik karena kemunculan mereka yang tiba-tiba.
Mereka semua ketakutan dan mulai berasumsi jika kerajaan pernah menyinggung mereka hingga membuat Blackrose datang. Bahkan, ini bukan anggotanya tapi langsung pemimpinnya.
Didalam aula, kejadian serupa pun terjadi. Bahkan, para penjaga langsung mengamankan anggota kerajaan begitupun para bangsawan yang datang.
Semua orang terlihat takut kecuali Raja Zhao dan ayahnya, Jenderal Besar Ahn serta pamannya.
Xiao Lu kini berdiri ditengah aula dan menatap datar Raja Zhao. Raja Zhao pun mengibaskan tangannya tanda bahwa mereka akan baik-baik saja.
__ADS_1
Xiao Lu tanpa kata langsung melempar sebuah perkamen ke hadapan Raja Zhao. Ia memang tidak sopan. Tapi itulah Blackrose. Tidak akan tunduk pada siapapun.
Kasim yang berdiri disamping singgasana Raja langsung mengambil perkamen itu dengan badan gemetar. Bahkan, berkali-kali jatuh karena merasakan aura tajam dari Xiao Lu.
Raja Zhao dan Jenderal Besar Ahn pun sama meskipun mereka tahu siapa orang dibalik topeng itu. Namun, ini kali pertama mereka berhadapan dengan sisi lain orang tersayang mereka.
Karena merasa kasihan pada sang kasim, Jenderal Besar Ahn langsung beranjak dari tempatnya dan membantu sang kasim berdiri. Ia pun mengambil perkamen itu dan diserahkan pada Raja Zhao yang mengucapkan terimakasih yang dibalas anggukan samar oleh Raja Zhao.
Jenderal Besar Ahn dan sang kasim langsung kembali ke tempat mereka masing-masing. Raja Zhao pun membuka perkamen itu dengan tangan bergetar.
Ia mulai membaca isi perkamen dan tak lama mengeraskan rahangnya dan menggenggam perkamen itu erat hingga kusut.
"Bedebah!" Geram Raja Zhao.
***
__ADS_1