Time Slip : Xiao Lu

Time Slip : Xiao Lu
Pernikahan Putra Mahkota


__ADS_3

Seminggu lagi, akan diadakan pesta pernikahan Putra Mahkota dengan Liu Anming. Kerajaan mulai sibuk untuk mempersiapkan pernikahan calon penguasa itu begitu pula para rakyat.


Raja Zhao sendiri memerintahkan pasukan para jenderal senior maupun muda untuk mempersiapkan keamanan nanti karena ia tidak mau hal yang terjadi saat malam pertunangan kembali terulang karena kurangnya penjagaan. Tak lupa, ia juga menyewa Blackrose Mafia agar ikut mengawasi jalannya keamanan dari kegelapan. Xiao Lu secara pribadi memimpin Blackrose Mafia dalam misi kali ini.


Xiao Lu sendiri membagi pasukan dalam misi yang terdiri dari 20 orang itu untuk melindungi anggota kerajaan dengan masing-masing anggota mendapat penjagaan dari dua orang dan sisanya mengawasi jalannya pesta.


Ong Xi sendiri mengajukan diri agar ia menjaga sang tunangan nona-nya (Pangeran Chen). Xiao Lu sempat menentang keras tapi Ong Xi meyakinkannya dan mengatakan jika Xiao Lu lebih baik fokus pada keluarga terlebih dahulu meskipun ada penjaga bayangan dari Jenderal Besar Ahn dan kakaknya, Guang Ho.


Untuk anggota Blackrose Mafia yang lain, mereka akan hadir sebagai tamu dengan menggunakan topeng kulit agar identitas asli mereka tidak diketahui siapapun. Sebagian lagi juga akan menjaga kediaman mereka, klinik serta kediaman nona mereka.


Tim Omega sendiri mereka akan tinggal di klinik dan sebagian menjadi tamu dengan membawa peralatan yang mudah mereka gunakan jika nanti ada yang terluka. Tentu saja mereka akan melakukan penyamaran dengan topeng kulit yang dibuat khusus oleh Xiao Lu seperti para anggota yang lain.


***


"Kali ini kita tidak boleh gagal."


"Tentu saja."


"Kalian harus bisa membunuh Raja Zhao. Jangan melakukan kesalahan seperti tiga orang bodoh waktu itu."


"Baik."


"Kita harus membunuh mereka secara perlahan satu persatu."

__ADS_1


***


"Bagaimana persiapannya?"


"Ayahanda tenang saja. Lu'er sudah mengatur sebaik mungkin."


"Pasukan profesional juga telah siap. Anda tidak perlu risau, Yang Mulia."


"Baguslah."


"Ahhh... Aku jadi iri akan anak-anakmu, Jenderal. Guanho menjadi jenderal muda berbakat. Lu'er yang yah cantik namun mematikan. Putri bungsu dan keponakanmu juga sangat cantik dan pintar."


"Anda tidak perlu iri, Yang Mulia. Putera dan puteri anda juga hebat."


Sontak saja ucapan percaya diri Xiao Lu membuat kedua pria paruh baya itu tertawa. Xiao Lu memang selalu saja membuat mereka tidak bisa berkata-kata.


Sekarang, Xiao Lu bersama ayahnya tengah berada diruang kerja Raja Zhao untuk mendiskusikan keamanan untuk pesta pernikahan Putra Mahkota.


Saat mereka tengah mengobrol ringan, tiba-tiba saja sesosok bayangan masuk ke dalam lewat jendela dengan cepat dan langsung berlutut dihadapan Xiao Lu membuat mereka menghentikan perbincangan.


Xiao Lu melihat jika dihadapannya sekarang adalah salah satu anggota Tim Warrior, tim yang terkenal akan cepatnya mencari informasi yang bahkan dirahasiakan sekecil apapun.


Anggota tim itu pun langsung menyerahkan sebuah gulungan pada Xiao Lu yang langsung diambil oleh gadis itu. Setelahnya, anggota tim itu langsung pergi dengan cepat bahkan membuat para penjaga bayangan kagum akan kecepatan yang dimiliki Blackrose Mafia.

__ADS_1


Sempat dulu salah satu penjaga bayangan diberi tugas untuk mengikuti salah satu anggota Blackrose Mafia. Namun, mereka justru kehilangan anggota Blackrose Mafia itu didepan mata mereka sendiri. Padahal, mereka tidak pernah melepaskan pandangan mereka dari anggota Blackrose Mafia, tapi anggota Blackrose Mafia dengan mudahnya hilang dari pandangan mereka.


"Apa itu?" Tanya Raja Zhao pada Xiao Lu yang kini sedang melihat isi gulungan dengan pandangan dingin.


Sang ayah yang berada disampingnya mengerutkan kening karena tidak paham akan tulisan yang dipakai dalam gulungan itu.


Gulungan itu ditulis menggunakan huruf alfabet dan berisi sebuah informasi penting. Memang, Xiao Lu mengajarkan semua anggotanya mengenai huruf alfabet sebagai huruf dalam berkomunikasi dalam surat yang mereka tulis agar saat surat itu diambil oleh orang lain atau musuh, mereka tidak dapat mengetahui isinya.


"Hanya sebuah informasi tentang tikus-tikus kecil yang akan sedikit mengacau." Ucap Xiao Lu datar.


Raja Zhao dan Jenderal Ahn langsung saja menatap Xiao Lu serius setelah mendengar perkataan Xiao Lu.


"Jadi?" Tanya Raja Zhao.


"Mereka akan menyamar menjadi tamu. Tapi kalian bisa tenang karena anggotaku sudah mengetahui identitas mereka yang akan menyamar. Sekarang anggotaku tengah menggambar tikus-tikus itu dan lusa kemungkinan akan aku berikan pada ayah agar ayah memperlihatkan pada pasukan keamanan wajah-wajah yang harus diawasi."


"Kau memang luar biasa Lu'er."


"Ayah bangga padamu, nak."


"Hehe.."


***

__ADS_1


__ADS_2