
Seminggu sudah Pangeran Chen tinggal di Pavillion Blackrose. Pangeran Chen sudah diberi penjelasan oleh Xiao Lu jika Pangeran Chen akan dilatih oleh Ong Xi dan akan dirawat oleh Chyou dan Mao yang telah belajar psikologis dari Xiao Lu.
Guang Ho dan yang lainnya juga sudah lulus tes. Guang Ho sendiri membagi waktu antara menjadi jenderal dan anggota Blackrose.
Guang Ho dan Pangeran Jing berada dalam tim yang sama yaitu tim Alpha. Mereka juga menjadi duo dalam misi apapun. Tak jarang, mereka akan dilatih keras oleh Xiao Lu.
Jing Mi dan Shuwan sendiri berlatih keras bersama anggota Tim Omega yang sudah menjadi senior disana. Kenapa tidak dilatih oleh Xiao Lu, Chyou dan Mao? Itu karena mereka bertiga fokus pada pengobatan Pangeran Chen agar sifatnya bisa normal sesuai dengan usianya.
Raja Zhao, Jenderal Besar Ahn dan Menteri Ahn sendiri sudah tahu akan apa yang dilakukan anak mereka. Mereka mendukung anak-anaknya yang ingin bergabung dengan Blackrose. Menteri Ahn dan istrinya sendiri lega dan terkejut saat Xiao Lu membeberkan fakta yang sebenarnya.
Setiap bulan saat dibuka perekrutan anggota, banyak orang dari dalam maupun luar kerajaan datang untuk ikut tes. Tapi, dari ratusan orang hanya akan terpilih beberapa puluh orang yang memang memenuhi syarat dan tentunya tidak mempunyai niat apapun.
***
Tak terasa, sudah satu tahun Xiao Lu tinggal disini. Organisasinya sendiri sudah menjadi organisasi nomor satu dan paling disegani. Misi selalu datang tiap hari dan tentu saja uang pun mengalir.
__ADS_1
Guang Ho, Pangeran Jing, Jing Mi dan Shuwan sendiri sangat senang saat melihat uang yang mereka hasilkan selama menjadi anggota. Meskipun uang mereka tidak lebih banyak dari para ketua tim atau Xiao Lu yang notabene adalah pemimpin Blackrose Mafia, mereka tetap senang terlebih, setelah tahu gaji seorang pejabat negara bahkan kalah dengan uang hasil keringat mereka.
Orangtua mereka tentu saja bangga dengan kesuksesan anak mereka. Terlebih pada Xiao Lu yang bahkan membuat para Raja iri akan kekayaannya.
Xiao Lu bahkan membuat sebuah rumahsakit seperti didunia modern. Hanya saja, perbedaannya tidak ada alat medis modern dan obatnya pun berupa ramuan serta tonik-tonik tradisional. Tapi jangan salah. Keampuhan mereka sudah diakui oleh semua orang.
Xiao Lu juga mempekerjakan para tabib muda yang tidak masuk ke dalam anggotanya untuk magang disana. Xiao Lu bahkan membuka tempat semacam les setiap minggu untuk para tabib maupun ksatria.
***
"Sebentar lagi selesai. Tak apa, biarkan saja kakak iparmu itu mengomel." Balas Xiao Lu tanpa mengalihkan tatapannya pada kertas di tangannya.
"Sudah. Ayo pergi." Ucap pria itu sambil merampas kertas ditangan Xiao Lu lalu merapihkan kertas-kertas yang berserakan diatas meja.
"Kau semakin menyebalkan." Gerutu Xiao Lu yang hanya dibalas kekehan oleh pria itu.
__ADS_1
Pria itu kemudian membantu Xiao Lu berdiri. Ia merapihkan rambut berantakan Xiao Lu. Xiao Lu hanya memandang wajah tampan itu dengan tatapan hangat.
"Kau tahu kan kita sebentar lagi akan menikah. Jangan terlalu lelah. Aku tak mau kau sakit." Ucap pria itu penuh perhatian.
Pria itu kemudian membawa tubuh mungil Xiao Lu pada dekapan hangatnya. Xiao Lu membalas pelukan pria itu dan tersenyum sambil menutup matanya saat merasakan kecupan-kecupan ringan pada puncak kepalanya.
"Aku sangat mencintaimu, Lulu." Bisik pria itu.
***
***Hallo semuanya:) pada kangen gak? hehe.. maaf yah aku baru bisa update sekarang. Berjuang banget buat selesein satu chapter juga. Alhamdulillah bisa nulis satu juga.
Kalian pasti kesel banget yah? Sekali lagi maaf ya. Karena kesibukan yang gak bisa ditinggalkan, aku harus nahan diri buat nulis.
Mungkin satu chapter emang gak bikin kalian puas. Tapi, dengan satu chapter ini juga aku ngasih tahu kalian jika aku gak ada niatan buat gak lanjut. Aku bakal tetep lanjut meskipun aku gak bisa janjiin buat sering update karena emang ada kesibukan.
__ADS_1
Makasih buat yang ngasih support dan tetap menunggu karyaku***:)