TITIPAN CINTA

TITIPAN CINTA
CHAPTER 18 #NURI YANG BERHASIL KABUR


__ADS_3

Rudi, dan Oxy mendengar Nuri yang tengah mengaduh kesakitan segera melihat dan menghampiri Nuri.


"Kau kenapa, Nona? " Tanya Rudi cemas.


Oxy yang melihat hal tersebut tidak respek dengan Nuri. " Paling wanita itu hanya bersandiwara! " Sahutnya.


Semenjak kejadian tempo lalu, Kini Oxy tak percaya dengan buaya betina yang ada di depannya, namun berbeda dengan Rudi nampaknya ia percaya dengan tipu daya Nuri.


"Jangan lepaskan wanita itu! Bisa saja dia kabur. " Pesan Oxy.


Tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke ponsel Oxy, gegas ia pun menganggakatnya dan menjauh keluar.


Tinggalkan Rudi, dan juga Nuri yang berada di ruangan tersebut. Ini adalah kesempatan Nuri untuk kabur dari tempat terkutuk ini.


"Sepertinya dia akan mudah di pengaruhi! " Batinnya.


Nuri pun mulai berakting kembali, ia pun merintih layaknya Seseorang yang sedang kesakitan hingga membuat Rudi begitu iba padanya.


"Kau kenapa, Nona? Katakanlah! " Ujarnya.


"Tolong lepaskan aku, perutku sakit!! " Ucapnya dan berakting cukup bagus.


Tanpa fikir panjang, dan menaruh curiga akhirnya Rudi melepaskan Nuri hingga Nuri terbebas, dan Rudi mengantar Nuri ke dalam Toilet. Tapi tanpa di sangka Nuri malah menendang kelakian Rudi hingga Rudi merasakan sakit yang luar biasa di alat vitalnya, dan Rudi nampak mengaduh kesakitan.


"Aduh, sakit!! " Rintihnya.


Dengan kecepatan kilat, Nuri segera berlari dari hadapan Rudi yang menahan sakit akibat tendangan dari Nuri.


"Hey, jangan kabur!! " Teriak Nuri yang berusaha bangkit dan mengejar Nuri sembari memegangi alat vitalnya.


Nuri berlari dengan sangat kencang sehingga Rudi kewalahan mengejarnya, hingga Nuri berhasil keluar dari markas milik Rendi dengan cara mengendap-endap bak seorang maling.


"Hey, Tungu!! " Teriak Rudi.


Oxy yang baru selesai menerima telepon seperti mendengar teriakan Rudi. " Sepertinya itu teriakan Rudi! Ada apa dengannya? " Gumamnya.


Oxy bergegas menuju asal suara hingga membawanya keluar dari markas, dan bertemu dengan Rudi. " Ada apa, Rud? " Tanya Oxy, sesaat melihat Rudi yang tengah mengaduh nampaknya orang kesakitan.


Rudi menunjuk ke arah dimana Nuri melarikan diri. " Wanita itu kabur!! " Ujarnya.


Oxy yang mendengar hal tersebut pun tersentak kaget. " Apa. Kabur? Bagaimana bisa? " Tanyanya sembari menyugar rambutnya.


Tanpa menunggu jawaban dari Rudi, lantas Oxy bergegas mengajar Nuri yang mungkin belum jauh.

__ADS_1


Oxy mencari Nuri namun Oxy sama sekali tak menemukan keberadaan Nuri. " Dimana wanita itu? " Gumamnya.


Saat ini Nuri tengah bersembunyi di balik semak-semak, ia melihat Oxy yang mulai mendekat ke arahnya dan hampir saja menyibak semak tempatnya bersembunyi. Nuri memejamkan mata takut jika Oxy berhasil menemukannya.


Saat Oxy mulai mendekat ke arahnya, dan hendak menyibak semak tersebut, tiba-tiba....


"Oxy! " Panggil Rudi sembari memegang bahunya.


Oxy tersentak kaget, dan menghela nafasnya sembari mengelus dadanya. " Kau mengagetkan saja! " Sahutnya.


"Apa kau sudah menemukan wanita itu? " Tanyanya.


Oxy menggeleng. " Belum. Ayo cari sebelum Pak Rendi marah besar! " Ajak Oxy.


Kini Oxy, dan Rudi kembali berpencar mencari keberadaan Nuri.


Sementara Nuri, ia selamat dan bisa bernafas dengan lega sebab bisa lolos dari kejaran Oxy, dan juga Rudi.


"Selamat, selamat!! " Ucapnya lirih.


Nuri pun bangkit, dan mencoba mencari kendaraan yang akan membawanya pergi namun hingga 1 jam berlalu tak ada satu kendaraan pun yang menawarkannya tumpangan.


"Sialan! " Umpatnya.


"Ahhhhhhkk... " Teriaknya lantang.


Tubuh Nuri pun ambruk di jalan, darah segar mulai mengalir di jalan. Terlihat orang-orang sudah berkerumun melihat kejadian tersebut.


Rendi yang saat itu tengah berada di tempat yang sama hanya melihatnya sekilas, tanpa mau melihat ke tempat kejadian perkara.


Rendi pun memilih melajukan mobilnya, dan meninggalkan tempat kejadian tersebut.


Sementara seseorang berusaha mengetuk pintu mobil yang telah menabrak Nuri.


"Woy, keluar. Tanggung jawab!! " Teriaknya lantang.


Tak berapa lama kemudian, terlihat seseorang turun dari mobilnya dan penabrak tersebut merupakan seorang Pria.


Pria tersebut membuka kacamatanya, dan menghampiri kerumunan. " Ada apa ini? Kenapa heboh sekali? " Ucapnya santai seolah-olah yang ia tabrak adalah seekor kucing.


Sontak saja ucapan Pria tersebut membuat para warga begitu marah. "Ada apa? Ada apa? Emang situ gak lihat yang situ tabrak orang bukan kucing! " Geramnya.


Pria tersebut terlihat begitu angkuh, ia sama sekali tak membuka kacamatanya. Ia pun memalingkan wajahnya ke arah lain. "Masalah kecil, ambil ini dan masalah selesai!! " Ucapnya sembari memberikan sejumlah uang.

__ADS_1


Perbuatan Pria tersebut membuat para warga benar-benar geram di buatnya, mereka ingin Pria tersebut bertanggung jawab atas ulahnya.


"Oke. Saya akan bawa wanita itu ke rumah sakit! Puas? " Ujarnya.


Terlihat seseorang memasukan tubuh Nuri ke dalam mobil Pria tersebut di temani beberapa ibu-ibu yang ikut serta. Pria tersebut terlihat menghela nafasnya, sebab mobil mahalnya telah kotor oleh noda darah.


Ia pun masuk ke dalam mobilnya, dan melajukannya menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, kini Nuri tengah di tangani oleh dokter dan Ibu-ibu yang mengantarnya sudah pulang dan tinggal-lah Pria tersebut.


"Menyusahkan saja wanita itu!! " Ucapnya.


Pria tersebut tak bisa pergi, sebab tak ada yang menunggu Nuri di sini sebab Ibu-ibu yang tadi ikut serta sudah pulang ke rumah masing-masing.


Seorang suster mendatangi Pria yang tengah duduk di kursi tunggu, ia pun memberitahu agar Pria tersebut segera mengisi formulir dan juga membayar biaya rumah sakit.


"Baik. Saya akan segera kesana! " Sahutnya.


Jhon pun melangkah, dan mulai mengisi formulir beserta membayar biaya rumah sakit.


"Siapa nama Anda, Tuan? " Tanya Suster.


"Jhon! " Sahutnya.


"Nama lengkapnya? " Tanya Suster lagi.


"Jhon Louis Vuitton. " Sahutnya.


Suster pun menuliskan nama lengkap Pria tersebut sebagai Bukti pembayaran.


Ya, Pria tersebut adalah Jhon. Ia yang menabrak Nuri hingga menyebabkannya masuk ke rumah sakit ini, namun Jhon sama sekali tak merasa bersalah.


Jhon si Pria dingin, kaku dan pemilik wajah sangar namun semua itu tidak terlihat, sebab rupanya yang rupawan mampu membius wanita manapun yang ia temui.


Namun hingga usianya menginjak 28 tahun, Jhon sama sekali belum memiliki istri jangankan Istri kekasih pun Jhon tak punya. Bukan Jhon tak mampu menggaet wanita, namun ia tak ingin menghancurkan karier dan juga kepribadiannya hanya karna sebuah pernikahan yang menurutnya begitu merugikan dan menjengkelkan.


"Apa saya bisa pergi dari rumah sakit ini? " Tanya Jhon, sesaat setelah menyelesaikan administrasi.


Suster terlihat menautkan kedua alisnya. " Lho, lho. Kenapa pergi? Bukankah Tuan ini adalah Suaminya pasien? " Celetuknya.


Sontak saja Jhon membulatkan matanya degan sempurna. " Suami? Mana mungkin sana beristrikan wanita seperti itu! " Sahutnya sembari bergidik kala membayangkan Nuri.


Suster pun meminta maaf atas kesalahannya, ia pun membolehkan Jhon untuk pergi. Sementara Nuri masih di rawat dan di tangani oleh Dokter. Suster sengaja meminta nomor ponsel Jhon, agar mudah menghubunginya ketika kekurangan biaya.

__ADS_1


__ADS_2