
Nuri ingin sekali berbelanja hari ini, namun ia bingung dari mana dirinya mendapatkan uang? Jika minta pada Jhon, pasti dia tidak akan memberikannya. Lalu, sebuah ide terlintas di fikirannya untuk kembali pada profesi awalnya.
Nuri meraih ponselnya lantas membuka sebuha aplika dimana seseorang menjajakan dirinya di sana. Nuri pun membuka aplikasi tersebut dan membuat akun baru yang lengkap dengan foto dirinya yang sexy.
Tak berapa lama sebuah pesan masuk ke ponselnya. [Saya minat denganmu! Apa kita bisa bertemu? ] Pesan yang di kirim oleh seseorang.
Nuri nampak tersenyum, dan segera membalasnya. [Oke. Kita bertemu di sebuah hotel yang tak jauh dari tempat ku! ] Balasnya.
Nuri pun segera segera pergi untuk menemui Pria hidung belang tersebut. " Lumayanlah. Bisa buat Shoping! " Celetuknya.
Sesampainya Nuri di hotel tersebut, ia pun membuka pintu hotel dan seseorang tengah menunggunya namun seseorang tersebut menghadap ke arah luar jendela, gegas saja Nuri menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
Nuri membayangkan bahwa Pria di hadapannya pasti sangat rupawan dan juga muda terlihat dari postur tubuhnya.
"Sayang. Aku datang! " Ucapnya lembut.
Pria tersebut pun nampak tersenyum mendengar ucapan Nuri lantas membalikan badannya. Betapa terkejutnya Pria tersebut bahwa yang ia temui adalah Nuri.
"Kau! Untuk apa kau kemari? " Tanya Pria tersebut pada Nuri. Seketika Pria tersebut melepaskan pelukan Nuri.
Nuri pun membulatkan matanya, kala melihat Pria di hadapannya. Ternyata Pria yang sudah memesannya adalah Jhon!
"Kau! " Ujarnya seraya menutup mulutnya sendiri.
Jhon menatap Nuri dengan sangat tajam. " Jadi kau.. ah, aku menyesal telah memesanmu! " Ujarnya kesal.
Nuri hanya berdiam diri tanpa berkata sepatah katapun, kemudian Nuri pun hendak beranjak pergi tiba-tiba Jhon menghentikannya.
"Tunggu! Mau kemana? Apa aku menyuruhmu untuk pergi? " Ujar Jhon setengah berteriak.
Nuri pun menghentikan langkahnya, kemudian berbalik arah. " Bukankah kau menyesal telah memesanku? " Ucap Nuri.
"Memang. Tapi, aku lebih sayang dengan uangku untuk memesan hotel berbintang ini. Kau cepatlah kemari dan layani aku! " Perintahnya.
Nuri pun membelalakan matanya tak percaya dengan ucapan Jhon. Bukankah, kemarin tak ingin dia rayu? Tapi hari ini? Ah, entahlah!
__ADS_1
Nuri pun melakukan perintah Jhon lantas keduanya larut dalam sebuah hasrat terlarang.
Setelah selesai melakukan hal tersebut pun kini Jhon beranjak dan memakai kembali pakaianya. " Permainmu lumayan juga! " Ujarnya.
Nuri pun memandang Jhon, ia tak menyangka bahwa Jhon begitu perkasa hingga dirinya kewalahan di buatnya.
Sebelum pergi, Jhon pun melemparkan sejumlah uang pada Nuri. " Ambil uang itu, dan tutup mulutmu. Anggap saja ini adalah yang pertama dan terakhir! " Ujarnya kemudian berlalu pergi.
Setelah kepergian Jhon, Nuri pun lebih dulu membersihkan dirinya di kamar mandi kemudian bergegas pergi.
Nuri melihat uang yang Jhon berikan yang jumlahnya tidak sedikit. " Aku bisa berbelanja apapun yang aku inginkan! " Ucapnya senang.
Nuri pun segera pergi ke pusat perbelanjaan yang cukup besar dengan uang yang telah Jhon berikan.
"Sudah lama aku tidak pergi kesini. Rasanya rindu sekali! " Ucapnya seraya masuk dan menuju toko pakaian dan memilih pakaian yang hendak ia beli.
"Mana, ya, yang cocok denganku? " Gumamnya.
Nuri pun mencoba seluruh pakaian yang ia pegang, dan semuanya tidak sesuai dengan keingannya kemudian Nuri kembali memilih beberapa pakaian namun saat Nuri sedang memilih tiba-tiba ia mendengar suara yang tak asing di telinganya dan membuat jantungnya seolah-olah hendak copot dari tempatnya.
Nuri pun menoleh ke asal suara betapa jantung Nuri berdetak dengan cepat dan matanya membulat sempurna. " Rendi! " Gumamnya ketakutan.
Nuri pun segera bersembunyi di balik baju-baju yang terta tapi di sana hingga Rendi tak melihatnya sama sekali. Nuri bergetar ketakutan saat ini. Bagaimana jika Rendi menemukannya?
"Ya tuhan. Tolong selamatkan aku! " Gumamnya.
Nuri benar-benar trauma dengan apa yang sempat Rendi lakukan padanya dulu. Sungguh, hal itu mengisahkan trauma yang cukup dalam baginya.
Nuri tak pernah berharap akan bertemu kembali dengan Rendi, ia sungguh takut.
Tiba-tiba saat Rendi hendak menyibak pakaian dimana Nuri bersembunyi tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke ponselnya dengan cepat Rendi menghentikan gerakan tangannya lantas menganggakat telepon tersebut.
"Hallo! Oke. Saya akan segera kesana! " Ujarnya.
Rendi pun mematikan teleponnya, dan segera membayar pakaian yang tadi ia pilih. Tadinya Rendi hendak memilih pakaian yang lain namun sebab ada hal yang penting hingga membuatnya terburu-buru.
__ADS_1
Rendi segera pergi ke kasir untuk membayar total belanjaannya. Setelah membayar Rendi pun segera pergi, ia pun tak lupa menyuruh pegawai toko untuk mengantarkan pesanannya langsung ke rumah.
Nuri bisa bernafas dengan lega, hingga akhirnya Nuri pun menyudahi belanjanya. Ia takut jika Rendi tiba-tiba datang kembali dan menemukannya. " Aku harus segera pergi sebelum Rendi menghabisi ku! " Ujarnya.
Nuri pun segera berlalu pergi. Sementara Rendi saat ini tengah menuju markasnya, ia akan menemui Brain di sana.
Sementara Khumaira, kini dirinya baru saja selesai membersihkan rumah bersama Bi Inah tiba-tiba sebuah ketukan di pintu pun terdengar nyaring di telinganya.
"Siapa itu, Bi? " Ujar Khumaira.
Bi Inah menggeleng. " Ndak tahu, Bu. Biar saya lihat! " Sahutnya seraya berjalan menuju pintu utama.
Tak lama kemudian Bi Inah pun kembali dengan sebuah paper bag di tangannya. " Apa itu, Bi? " Tanya Khumaira penasaran.
Bi Inah pun menyodorkan paper bag tersebut pada Khumaira. "Ini, Bu. Katanya buat Ibu! " Ujarnya.
Khumaira mengernyitkan dahinya. " Buat saya? Tapi, saya tidak pesan apapun! " Sahutnya.
Khumaira tak merasa memesan barang apapun, makannya ia heran. Apa barang ini salah orang?
"Tapi kata Mas-nya ini buat Ibu! " Ujarnya.
"Untuk saja? Tapi, dari siapa? " Gumamnya.
Dari pada menerka-nerka siapa yang mengirimkan ini, Bi Inah menyarankan Khumaira untuk segera membukanya lantas Khumaira membukanya dan terlihat beberapa helai pakaian dan juga sepatu.
"Pakaian, sepatu! " Gumamnya.
Bi Inah langsung mendekati Khumaira, ia pun melihat pakaian yang di pegang oleh Khumaira. "Wah, ini pakaian mahal, Bu! " Ujarnya.
Khumaira pun mengangguk, ia juga tahu bahwa ini adalah pakaian mahal terlihat jelas dari bahannya.
Khumaira pun menemukan catatan kecil di dalam paper bag. "Khumaira. Aku membelikan pakaian ini untuk-mu. Aku tak tahu bagaimana seleramu, tapi aku harap kau suka dengan pemberianku. Salam, Rendi. " Pesannya.
Khumaira pun tersenyum kala membaca surat kecil dari Rendi. Ia pun mencobanya di kamar. " Wah, pakaian ini cocok dan pas sekali di badan ku! " Gumamnya seraya memanut diri di cermin.
__ADS_1
Khumaira tak menyangka jika Rendi berubah drastis, yang tadinya dingin, kaku dan arogan kini telah menjelma menjadi seorang Pria yang baik, penuh kasih sayang dan penuh misteri.