TITIPAN CINTA

TITIPAN CINTA
CHAPTER 41 #MR X


__ADS_3

Seorang Pria berperawakan tinggi, putih dengan setelan jas, namun ia menutupi wajahnya dari seluruh anak buahnya kecuali tangan kanannya yang bernama Ariel Lucas.


Pria tersebut terlihat marah, sebab Rencananya untuk menghabisi Rendi kembali gagal. Padahal dirinya telah berharap banyak pada pembunuh bayarannya.


Pria tersebut begitu heran, mengapa Rendi selalu berhasil selamat dari jurang kematian? Apakah Rendi memiliki banyak nyawa?


"Kalian semua bodoh! Membunuh 1 manusia saja tidak becus! " Ujarnya marah.


2 anak buahnya hanya bisa menunduk, mereka benar-benar sulit menghabisi Rendi.


"Maafkan kami, Pak! " Ucapnya.


Wajah Pria tersebut terlihat merah padam, dan benar-benar murka.


"Ariel! Tebas kepala mereka! " Titahnya sembari menatap Ariel yang berdiri di sampingnya.


Sontak saja ucapannya sukses membuat 2 manusia tersebut membelalakan matanya, dan saling pandang.


"Tidak. Jangan lakukan itu! " Mohonnnya.


Ariel pun mengangguk. "Baik, Tuan. segala perintah mu akan saya lakukan! " Sahutnya.


Ariel memandang satu persatu 2 manusia tersebut, kemudian berjalan ke arah mereka berdua dengan senyum seringai yang mengerikan seraya mengacungkan pedang panjangnya. Sontak saja Kedua manusia tersebut saling pandang satu sama lain, kemudian berangsur-angsur mundur, namun sayang 1 di antara mereka sudah tewas dengan darah yang terus mengalir dari lehernya akibat tebasan dari Ariel.


"Jangan, jangan! " Ucapnya memohon seraya berlari untuk menghindari Ariel.


Pria misterius itu pun hanya tertawa lepas, seolah-olah ini semua adalah pertunjukan yang begitu menyenangkan.


"Bagus, Ariel. Bagus!!! " Ujarnya gembira.


1 orang lagi terus berlari namun ia tak bisa berlari kemana pun, sebab ruangan ini sudah terkunci rapat-rapat sehingga ia tidak bisa melarikan diri darinya.


"Mau kemana kau? " Ujar Ariel.


Ia pun terus berlari dan kakinya tersandung, kemudian tersungkur.


Ia pun menggeleng. " Jangan. Jangan bunuh aku! " Ucapnya mengiba.

__ADS_1


Ariel hanya tersenyum mengerikan. "Bangunlah! " Ujarnya.


Serasa memiliki harapan hidup, ia pun bangkit namun saat itu Ariel lebih dulu menebas lehernya.


"Kerja bagus, Ariel. Aku suka! " Pujinya.


Terlihat darah segar mengalir di ruangan ini, dengan cepat Ariel menyuruh beberapa anak buahnya untuk membereskan ini semua.


"Kemana kita harus membuang mayat mereka, Pak? " Tanyanya.


"Berikan pada buaya-buaya lapar! " Ujarnya dengan santai.


Mereka pun mengangguk, dan menyeret tubuh 2 manusia tersebut dan melemparnya ke arah buaya-buaya lapar peliharaan Pria tersebut.


"Sungguh malang nasib mereka! " Ucapnya.


"Iya, tapi mau bagaimana lagi. Mr X memang kejam, tapi kita sama sekali belum pernah melihat wajahnya sejak bekerja dengannya. " Sahutnya.


Ya, Pria misterius yang di kenal sebagai Mr X pun tak pernah menunjukan wajahnya di depan anak buahnya selain pada Ariel. Entah, wajahnya yang buruk atau memang ia menutupi identitasnya?


Ia selalu duduk di dalam ke gelapan sehingga tidak ada 1 orang pun yang bisa melihat wajahnya dengan jelas. Mereka hanya mengenali suara Mr X.


Mereka berdua hanya menunduk. " Tidak. Kami tidak membicarakan apa-apa! " Sahutnya sembari menyikut temannya.


Temannya pun menoleh, kemudian memandang Ariel. " Benar, Pak. Kami tidak bicara apa-apa! " Timpalnya.


Ariel memandang ke arah anak buahnya tersebut silih berganti. " Baiklah. Cepat bekerja atau nasib kalian sama dengan mereka! " Ancamnya.


"Iya, Pak. Kami akan bekerja! " Sahut keduanya.


Mereka pun segera pergi dari hadapan Ariel.


Ariel kembali ke ruangan dimana Mr X berada. " Tuan. Kenapa kau menyembunyikan jati dirimu? Bahkan pada anak buahmu. " Ujarnya penasaran.


Mr X pun bangkit dan menatap Ariel dengan senyum penuh arti. " Jika kita tidak menyembunyikan identitas, maka musuh akan mudah melacak kita! " Sahutnya.


Ariel hanya manggut-manggut dan mengeti dengan ucapan Tuannya. Mr X sudah lama memebenci Rendi, namun baru sekarang ya mampu membalasnya sebab dulu dirinya belum memiliki kekuatan yang cukup besar.

__ADS_1


Mr X pun memiliki sebuah bukti percakapan Rendi saat sedang di makam Rendi, ia akan menjadikan itu semua sebagai bukti dan alat untuk menghancurkan Rendi.


"Tunggu kehancuran mu selanjutnya, Rendi! " Batinnya.


Dendam, amarah, dan benci bercampur menjadi 1 di hatinya. Ia berjanji akan membalas Rendi atas apa yang telah Rendi lakukan padanya dan juga keluarganya. Semua itu harus ia bayar dengan lunas, sehingga Rendi akan merasakan apa yang dia rasakan.


Memang benar kata pepatah, Seseorang yang jahat berawal dari mereka yang begitu baik. Hal ini juga yang terjadi pada Pria tersebut.


Bertahun-tahun lamanya ia harus menahan dirinya demi membalas perbuatan Rendi.


"Dosamu terlalu banyak, Rendi. Kau tidak akan pernah lolos dari tanganku! " Gumamnya.


Ketika seseorang sering di sakiti, di sepelekan bahkan di khianati ketika itulah rasa jahat akan mulai muncul pada diri seseorang yang tersakiti, hal itu pula yang terjadi pada Mr X, saat dirinya baik tapi Rendi malah berbuat sesuka hatinya bahkan cemoohan sering keluar dari mulut Rendi, hal yang paling fatal adalah saat Rendi benar-benar sudah keterlaluan pada Keluarganya sehingga membuat kemarahannya memuncak pada Rendi.


"Ariel. Aku harus pergi! Jaga markas ini dengan baik! " Perintahnya.


Ariel mengangguk patuh, kemudian Pria tersebut menggunakan topengnya dan berjalan keluar dari pintu rahasia yang berada di ruangannya.


Ariel yang memang bertugas mengontrol seluruhnya mulai dari pengiriman barang, cara kerja anak buahnya dan memberi makan para buaya peliharaan Tuannya.


"Bekerja dengan cepat! " Ujarnya.


Ariel sendiri di tunjuk oleh Mr X sebagai kepala pada anak buahnya, ia menyerahkan tugas ini padanya sebab Ariel adalah orang yang dapat ia percaya.


"Hey, Kau! Kenapa kau hanya berdiam diri? " Bentaknya, kala melihat anak buahnya hanya berdiam tanpa melakukan apapun.


"Saya sedang tidak enak badan, Pak! " Sahutnya sembari terbatuk dan terlihat wajahnya pun begitu pucat pasi.


"Alasan. Cepat bekerja atau kau akan aku lemparkan ke dalam kolam yang penuh dengan buaya itu! " Ancamnya.


Ariel tak mau tahu, seluruh anak buah yang bekerja dengannya harus setia, patuh, dan tidak bermalas-malasan.


Mendengar ucapan Ariel sontak saja Pria tersebut langsung bangkit dan bekerja walau tubuhnya sedang sakit.


"Baik, Pak. Saya akan bekerja. " Ucapnya.


"Bagus. Inilah yang seharusnya anak buah lakukan, jangan hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun! " Ujarnya, Ariel pun tersenyum miring, dan melangkah pergi.

__ADS_1


Hal inilah yang di sukai oleh Mr X selain cerdas, Ariel juga setia dan orang yang tegas sehingga di segani oleh anak buah yang lainnya.


Ariel juga merupakan tangan kanan Mr X yang paling bisa menjaga rahasianya, terbukti hingga kini tak ada seorang pun yang tahu siapa Mr X sebenarnya termasuk seluruh anak buahnya.


__ADS_2