TITIPAN CINTA

TITIPAN CINTA
CHAPTER 43 #KHUMAIRA ISTRI RENDI


__ADS_3

Kini, Jhon mulai menampilkan taringnya di depan Rendi. Ia akan membalas semua perbuatan Rendi.


"Tunggu kehancuran mu, Rendi! " Ucapnya.


Rasa dendam di hati Jhon telah bertambah besar, ia tidak akan membiarkan Rendi hidup dengan tenang setelah semua yang dia lakukan padanya.


Jhon menyuruh seseorang untuk menghabisi Rendi, dan mencari seluruh informasi terkait Rendi.


"Cari seluruh informasi tentang manusia laknat itu! " Titahnya.


"Dan kau bunuh Rendi! " Lanjutnya.


Amarah dan dendam bercampur menjadi satu di hati Jhon, hingga Jhon bertekad untuk menghancurkan Rendi.


Kini, Jhon harus memulai bisnisnya sedari awal setelah kejadian yang menghancurkan seluruh miliknya.


"Ini semua gara-gara manusia laknat itu! " Ujarnya.


Jhon selalu menyalahkan Rendi atas segala yang terjadi padanya, bahkan ia ingin mencabik-cabik wajah Rendi.


Alex, dan seluruh anak buah yang lain sudah sembuh sementara Gio, kini dirinya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebab luka yang ia dapat begitu parah, hingga untuk sembuh membutuhkan waktu yang cukup lama.


"Cepatlah sembuh, Gio. Aku kesulitan jika tanpamu! " Bisiknya.


Ya, walau bagaimanapun Gio adalah orang yang tahu segalanya tentang bisnis ini bahkan Gio sudah tahu bagaimana sifat Jhon.


Setelah mengunjungi Gio, Jhon pun nampak keluar dari rumah sakit tanpa sengaja Jhon bertemu kembali dengan Khumaira yang telah selesai memeriksa kandungannya.


"Khumaira! " Sapanya sembari tersenyum.


Khumaira menoleh, dan tersenyum. " Jhon! " Jawabnya.


Jhon menghampiri Khumaira yang nampak terlihat datang sendiri ke rumah sakit ini.


"Kau sendiri? " Tanyanya.


Khumaira mengangguk. " Ya, memangnya kenapa? " Sahutnya.


Jhon menggeleng. " Tidak. Kau sedang apa di sini, Khumaira? " Ucapnya.


Jhon mengamati penampilan Khumaira yang sedikit berubah, bahkan tubuh Khumaira yang sedikit lebih berisi.


"Aku habis periksa kandungan! " Ujarnya.


Jhon pun tersentak kaget. " Apa! Kandungan? Ja-jadi kau sudah.. bersuami? " Tanyanya tak percaya.


Khumaira mengangguk. " Ya! " Sahutnya.


Sungguh, ucapan Khumaira bagaikan sebuah Tsunami yang menghancurkan seluruh hidupnya. Bagaimana tidak? Jhon telah menyerahkan hatinya pada Khumaira, namun Khumaira mematahkan hatinya dengan mengatakan telah bersuami.


Untuk beberapa saat Jhon terdiam dan beberapa kali menghela nafasnya. " Bagaimana ini? " Batinnya.


Jhon tak bisa mundur, sebab ini adalah pertama kalinya Jhon mencintai seorang wanita maka dari itu Jhon tidak akan pernah mundur untuk mendapatkan Khumaira, walaupun Khumaira telah memiliki seorang suami.


"Persetan! Akan ku bunuh suamimu, Khumaira! " Batinnya.

__ADS_1


Khumaira pun segera berpamitan pada Jhon untuk segera pergi, namun Jhon menawarkan sebuah tumpangan.


"Tidak, Jhon. Terimakasih! " Tolaknya.


"Kenapa? Apa mobilku kurang nyaman? Jika iya, maka akan aku ganti mobil ini dengan yang baru! " Ujarnya.


"Tidak, tidak. Aku nyaman dengan mobil mu! " Sahutnya tak enak.


Sebab merasa tak enak hati, akhirnya Khumaira menerima tawaran Jhon.


Sebuah senyum terbit dari bibir Jhon, ia pun mempersilahkan Khumaira untuk duduk di sampingnya.


"Silakan masuk! " Ujarnya seraya membukakan pintu mobil.


Khumaira naik ke dalam mobil, dan di ikuti oleh Jhon. Hari ini hati Jhon begitu senang dan bahagia.


Sementara di kediaman Jhon, Nuri dan Jumi seperti biasa. Mereka berdua saling bertengkar satu sama lain.


"Heh, Jumi. Tubuh gentong! " Ujar Nuri.


"Heh, Lu berani, ya, sama Gue manusia kurus! " Sahutnya tak terima.


"Kurang ajar!! " Teriak Nuri.


Nuri dan Jumi pun saling menjambak, dan cakar-cakaran, hingga membuat Anak buah Jhon bingung memisahkan keduanya.


"Bagaimana ini? " Ucap salah satu anak buah.


"Gue gak tahu gimana misahin mereka! " Timpalnya.


Akhirnya anak buah Jhon hanya menjadi penonton perkelahian antara Jumi, dan Nuri.


"Wah, seru juga, ya, kayak nonton sepak bola! " Ujarnya.


"Lebih seru ini ketimbang sepak bola! " Timpalnya.


Mereka semua seperti sedang menonton pertunjukan yang begitu seru, hingga ada yang mendukung Jumi dan ada juga yanh mendukung Nuri.


"Ayo, Gentong! Eh, salah Jumi. Ayo Jumi!! " Teriaknya menyemati.


"Manusia kertas! Ayo kamu bisa mengalahkan gentong! " Teriak salah seorang.


Jumi, dan Nuri tak menghiraukan teriakan dari mereka semua. Jambakan dan cakaran Nuri berikan pada Wajah Jumi, sementara Jumi menindih tubuh Nuri dengan badannya yang tambun.


"Singkirkan tubuh gentong mu dariku! " Teriak Nuri.


Bukannya menyingkir, Jumi malah tertawa bahagia di atas penderitaan Nuri.


"Haha, rasain. Emang enak! " Ujarnya.


Nuri meringis, dan berteriak namun Jumi sama sekali tak menghiraukan teriakan Nuri.


Hingga Nuri pun terlihat tak sadarkan diri, membuat Jumi seketika panik bukan kepalang.


"Heh, manusia kertas, bangun! " Ucap Jumi.

__ADS_1


Jumi mencoba mengguncang tubuh Nuri, namun tak ada respon. Jumi segera mengecek nafas Nuri.


"Untung dia masih idup! " Gumamnya.


"Cepat bantu bawa ke kamar! " Titahnya pada anak buah Jhon yang sibuk memperhatikan saja.


Mereka pun mengangguk, dan segera mengangkat tubuh Nuri dan membawanya ke kamar.


Jhon dan Khumaira telah sampai di rumah, Khumaira pun turun dari mobil kemudian bergegas masuk ke dalam mobil setelah bercakap-cakap singkat dengan Jhon.


"Yaudah, aku masuk dulu, ya! " Pamitnya.


Jhon pun mengangguk, dan terus memperhatikan Khumaira sampai Khumaira benar-benar masuk ke dalam rumah.


"Kau begitu cantik, Khumaira. Aku menginginkanmu dan akan aku singkirkan yang menjadi penghalang antara kita! " Ucapnya lirih.


Jhon pun masuk ke dalam mobilnya setelah memastikan Khumaira benar-benar telah masuk.


Jhon pun pergi menuju markasnya, dan tak lama kemudian Jhon telah sampai di markas barunya.


"Kemana Alex dan yang lainnya? " Gumamnya.


Sejak menginjakan kakinya di sini, Jhon sama sekali tidak melihat kehadiran anak buahnya.


Tiba-tiba ponsel Jhon berdering, gegas Jhon mengangkatnya. " hallo! ada apa? " Ucapnya, kala panggilan telah tersambung.


"Aku sudah menemukan seluruh informasi tentang Rendi! " Sahut seseorang di seberang telepon.


Mendengar hal itu Jhon pun bangkit dan tersenyum. " o, ya, kau tahu segalanya? " Ujarnya.


Orang bayaran Jhon pun memberikan seluruh informasi terkait Rendi, dan juga alamat rumah tak lupa istri Rendi.


"Kau punya Foto istri Rendi? " Tanya Jhon.


Jhon, harap Khumaira yang dia maksud bukan Khumaira yang dia kenal.


Tak berapa lama kemudian, Jhon pun menerima sebuah pesan gambar dan alangkah kagetnya Jhon kala melihat foto tersebut.


"Khumaira. " Gumamnya.


Ternyata Khumaira istri Rendi adalah Khumaira yang dia kenal sekaligus yang amat Jhon cintai.


Jhon terlihat beberapa kali menghela nafasnya, dan mengusap wajahnya.


"Bagaimana ini mungkin? " Gumamnya.


"Pak, Pak! " Seseorang di seberang telepon membuyarkan lamunan Jhon, ternyata sambungan telepon masih tersambung.


"Yasudah, aku matikan dan kabari jika ada informasi terbaru! " Ujarnya.


"Pasti! " Sahutnya.


Jhon Pun mematikan teleponnya, dan menyimpannya kembali.


Jhon tidak menyangka bahwa Khumaira yang selama ini dia cintai Adalah Istri musuh bebuyutannya?

__ADS_1


Haruskah Jhon maju untuk mendapatkan Khumaira, atau berhenti sampai di sini?


__ADS_2