
Rendi seolah-olah melupakan kejadian yang telah ia lakukan pada Jhon, dan seluruh anak buahnya.
Ia bersikap biasa saja layaknya seseorang yang tidak memiliki dosa. Dunia hitam telah merubah Rendi, ia tak segan membunuh siapapun yang berani mengusiknya.
"Mas. Kau sepertinya senang sekali hari ini? " Ucap Khumaira, kala melihat ekspresi Rendi yang terlihat tengah bahagia.
"Tentu saja! Aku habis menang tender besar hari ini. " Sahutnya berbohong.
Padahal Rendi senang, sebab ancamannya telah ia punahkan. Hari esok dan selanjutnya Rendi bisa tidur dengan nyaman tanpa ada yang mengusiknya.d mm
"Syukurlah. Tapi, ngomong-ngomong kenapa baju mu kotor, Mas? " Tanya Khumaira heran, tak biasanya baju Rendi sekotor ini.
Rendi nampak berfikir sejenak. " Mmm, aku.. aku habis mengejar maling tapi, ya maling! " Ucapnya gelapan.
Khumaira heran, mengapa Rendi seperti menyembunyikan sesuatu darinya, namun Khumaira enggan memperpanjang keadaan ini.
Malam hari tiba, Rendi berniat mengajak Khumaira untuk makan malam romantis.
"Sekalian untuk merayakan kekalahan Jhon! " Gumamnya.
Saat Rendi hendak memanggil Khumaira, ternyata Khumaira sedang berada di ambang pintu, tapi tunggu siapa yang bersama Khumaira?
"Khumaira! " Panggilnya.
Khumaira pun menoleh dan tersenyum ke arah Rendi, dan Rendi pun menghampirinya. "Siapa? " Tanyanya.
"Tukang paket! " Sahutnya.
Khumaira menyerahkan paket yang di tujukan untuk Rendi. " Untukmu! " Ujarnya.
Rendi mengernyitkan keningnya heran. " Paket. Dari siapa? " Ucapnya heran dengan alis yang saling bertautan.
Khumaira menggeleng. " Tidak tahu. Tak ada nama pengirimnya! " Sahutnya.
Dari pada penasaran lebih baik Rendi membuka isi paket tersebut, dan saat Rendi membuka isi paket tersebut kemudian Rendi membaca pesan yang ada di dalamnya, ia pun terlihat terdiam sebentar. "Apa maksud dari semua ini? " Gumamnya.
Rendi sudah menghancurkan seluruh anak buah Jhon, tapi kenapa paket-paket ini masih saja meneror dirinya? Itu artinya bukam Jhon yang melakukan ini semua!
Rendi menepuk jidatnya sendiri. " Aku telah melakukan kesalahan besar! " Gumamnya.
Khumaira mengerutkan keningnya. " Kesalahan apa, Mas? Apa isi dalam paket itu? " Ucapnya heran sekaligus penasaran.
Rendi menggeleng. " Tidak. Cepatlah bersiap, kita makan malam diluar sekarang! " Ajaknya.
Khumaira mengangguk, dan segera pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Khumaira tak ingin tahu, jika Rendi tidak memberi tahunya sebab ia sudah cukup bahagia dengan perubahan Rendi saat ini.
__ADS_1
Rendi segera membuang kotak tersebut ke tong sampah, namun tidak dengan tulisannya. Ia bisa mencari tahu siapa pemilik tulisan itu.
Tak berapa lama Khumaira telah siap, dan menuruni tangga satu persatu. " Ayo, aku sudah siap! " Ujarnya.
Rendi pun mengangguk, dan berjalan mendahului Khumaira. Mereka berdua telah berada di dalam mobil, namun tak ada obrolan di antara keduanya. Rendi sibuk dengan fikirannya sendiri, sementara Khumaira sibuk memperhatikan wajah suaminya yang begitu tampan.
Setibanya di sana Rendi segera turun dan di ikuti oleh Khumaira, mereka berdua masuk ke dalam sebuah restoran yang lumayan mewah.
Khumaira berjalan lebih dulu, dan Rendi memarkirkan mobilnya lebih dulu.
Saat Khumaira sedang berjalan, dan tanpa sengaja ia pun menabrak seorang Pria.
"Maaf, maaf. Saya tidak sengaja! " Ucapnya.
Pria tersebut memandang wajah Khumaira, dan tersenyum. " Tidak masalah. " Ujarnya.
"Ada apa ini? " Tiba-tiba Rendi datang menghampiri keduanya.
Kemudian Khumaira menceritakan segalanya, dan Rendi pun meminta maaf atas semua ini.
"Kau Stanleey, kan? " Ujar Rendi.
Pria tersebut tersenyum dan mengangguk. "Ya, benar. Kau masih mengenal ku? " Ucapnya.
Malam ini merupakan pertemuan 2 sahabat yang terpisah cukup lama antara Stanleey, dan juga Rendi. Mereka berdua saling berpelukan dan menceritakan keberhasilan keduanya.
"Wah, kau hebat Rendi. Bisa sesukses ini! " Pujinya.
"Kau juga sudah sukses sekarang, Stanleey. Padahal dulu kau cul... " Rendi tidak melanjutkan ucapannya. Padahal ia ingin mengatakan bahwa Ia culun.
Stanleey hanya tersenyum miring. " O, ya, apa ini istrimu, Rendi? " Ucapnya sembari melirik Khumaira.
Khumaira pun mengulurkan tangannya. " Khumaira! " Ujarnya.
Stanleey menyambut tangan Khumaira. "Stanleey! " Sahutnya.
Stanleey tersenyum penuh arti kala melihat Khumaira.
"Yaudah, Ren, Aku harus pergi. Banyak pekerjaan hari ini! " Pamitnya.
Rendi pun membiarkan Stanleey pergi. Sebelum pergi Stanleey sempat melirik Khumaira sekilas seraya menyeringai membuat Khumaira sedikit risih dan tak nyaman. Khumaira juga melihat sepertinya Stanleey bukan orang baik.
"Mas. Kenapa aku merasa dia bukan orang baik! " Bisiknya sembari memandang kepergian Stanleey.
Rendi menoleh ke arah Stanleey, kemudian memandang Khumaira sembari tersenyum. " Ah, itu hanya perasaanmu saja, Khumaira. Dia orangnya baik, bahkan sekarang aku yang pangling dengan perubahannya padahal dulu dia itu dekil, culunlah! " Ujarnya.
Mendengar ucapan Rendi tak lantas membuat perasaan Khumaira tenang, instingnya mengatakan bahwa Stanleey bukanlah orang yang baik.
__ADS_1
"Semoga Stanleey tidak seperti dalam fikiran ku! " Batinnya.
Khumaira dan Rendi pun menikmati makan malam romantis, mereka pun memesan menu andalan di restoran ini. Ini juga kali pertama bagi Khumaira, dan Rendi makan malam romantis.
"Apa kau senang, Khumaira? " Tanyanya.
Khumaira menatap Rendi sembari tersenyum. " Tentu saja aku bahagia. " Sahutnya.
Rendi menatap Khumaira yang begitu bahagia, ia pun tersenyum melihat Khumaira yang tersenyum bahagia.
"Semoga kau selalu bahagia, Khumaira! " Batinnya.
Rendi memikirkan ucapan Brain kala itu yang menyarankannya untuk memberitahu Khumaira, mungkin ini adalah momen yang pas.
"Khumaira. " Panggilnya sembari menatap Khumaira dengan tatapan serius.
Khumaira memandang Rendi. " Ya, ada apa, Mas? " Sahutnya.
Sebelum bicara, Rendi lebih dulu menghela nafasnya mengumpulkan oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengatakan ini semua pada Khumaira.
"Khumaira. Sebenarnya.... "
Rendi tak bisa melanjutkan ucapannya, entah mengapa tiba-tiba bibirnya begitu kelu.
Khumaira mengernyitkan keningnya. " Sebenarnya apa, Mas? " Tanyanya heran.
"Sebenarnya... Akulah orang yang.. "
"Pak, Rendi!! " Belum sempat Rendi berucap, tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
Rendi dan Khumaira menoleh. " Alex! " Gumamnya.
Alex menghampiri Rendi, dan berbisik di telinganya. " Maaf, Pak. Ada sesuatu yang harus saya beritahu! " Bisiknya.
Rendi pun meminta izin pada khumaira untuk berbicara dengan Alex 4 mata. Setelah mendapatkan izin, Rendi pun bangkit dan berjalan menjauh dari Khumaira.
"Apa yang ingin kau katakan? " Ujarnya.
Alex melihat sisi kiri dan kanan, di rasa aman Alex pun menceritakan segalanya. " Apa? Coba ulangi lagi! " Ujarnya.
"Iya, Pak, ketika saya cek bahwa pengirim paket-paket misterius itu bukanlah Jhon! " Sahutnya.
Rendi membelalakan matanya, kemudian menepuk jidatnya. " Itu artinya aku sudah salah sasaran. " Ucapnya.
Alex pun pamit pergi, kemudian Rendi kembali dengan wajah yang tegang. Hal itu di sadari oleh Khumaira.
"Kenapa, Mas? " Tanyanya.
__ADS_1
Rendi menggeleng, dan bersikap tenang. " Tidak. Makanlah! " Titahnya.
Tak bisa di pungkiri bahwa saat ini Rendi benar-benar tegang, bagaimana tidak? Sebab ia sudah salah menghakimi Jhon yang ternyata tidak bersalah.