
Jhon, merupakan seorang Mafia bersindikat yang bergerak dalam bidang penjualan narkotika, senjata api, saham, manipulasi dan properti. ia sering menyelundupkan benda haram tersebut dari berbagai daerah dan manca negara.
Jhon, sering kali lolos dari jeratan hukum sebab ia memiliki kekuasaan, dan juga uang sehingga mudah baginya untuk menyuap para aparat yang culas, dan haus akan materi.
Beberapa hari yang lalu, Jbony sempat memesan barang yang telah di pesan oleh seseorang dan hari ini barang tersebut sudah Sampai di pelabuhan. Sering kali Jhon menerima barang dari jalur laut, sebab jalur laut adalah jalur yang mudah di jangkau oleh para Mafia seperti Jhon. Selain mudah, laut juga jarang memiliki ke amanan yang kuat.
Jhon akan memerintahkan Gio, yang merupakan tangan kanannya untuk mengambil pesanannya. " Gio. Ambil pesan yang sudah sampai di pelabuhan, tapi ingat berhati-hati dan jangan kau tertangkap!! " Peringat Jhon.
Gio mengangguk, Gio yang sudah terbiasa mengambil dan mengantar barang dari dalam dan luar daerah sehingga sudah terbiasa dengan pekerjaan ini.
"Oke. " Sahutnya mengerti.
Gio sudah tahu seluk beluk tentang Bisnis yang di jalani oleh Jhon ini, sehingga Jhon memilih Gio menjadi orang yang amat ia percayai.
Gio sudah mengabdi pada Jhon bertahun-tahun lamanya, selain nyaman Gio juga mendapatkan keuntungan yang besar dari Jhon saat transaksi terjadi. Gio bisa mendapatkan keuntungan puluhan juga dengan hanya menjadi bawahan Jhon.
"Bawa Gerry bersama mu! " Titah Jhon.
Jhon percaya Gio bisa melakukannya sendiri, namun untuk berjaga-jaga dan demi keselamatan Gio beserta bisnisnya akhirnya Jhon memutuskan bahwa Gerry akan ikut bersama Gio.
Gerry yang di tunjuk pun mengangguk, dan patuh akan perintah Jhon.
Kini, Gio dan Gerry sudah naik ke dalam mobilnya. Mereka tak lupa membawa senjata untuk berjaga-jaga kala serangan datang menghampirinya.
Gio, dan Gerry tidak pergi dengan tangan kosong. Mereka membawa senjata, dan juga mobil mereka telah di pasangi GPS hingga Jhon akan mudah melacak mereka berdua. Sebuah monitor yang selalu terhubung dengan Jhon mereka gunakan sebagai alat komunikasi, mereka juga menggunakan CCTV, dan penyadap suara kecil yang di sembunyikan di anggota tubuh mereka.
"Gerry. Are you ready? " Tanya Gio.
Gerry mengangguk, dan Gio pun mulai melajukan mobilnya menuju pelabuhan tempat dimana transaksi itu terjadi.
Gerry, dan Gio membawa sejumlah uang untuk di tukar dengan barang yang Jhon butuhkan, mereka berdua sudah handal akan hal ini. Agar tidak di curigai bahwa mereka adalah Anak buah Jhon, maka mereka merubah penampilannya 180° demi mengecoh lawannya.
"Kita terlihat seperti Pria biasa, ya? " Ucap Gerry.
"Tapi kau tetap tampan, Ger! " Sahutnya memuji.
Mendengar pujian seperti itu membuat Gerry terbang melayang ke udara.
Gio, dan Gerry telah sampai di pelabuhan. Mereka memindai semua orang dan tengah mencari orang yang akan mereka temui.
"Mana orang itu, Gi? " Tanya Gerry seraya clingukan.
Gio menggunakan monitornya untuk menghubungi Jhon. " Hallo, Bos. Kami sudah sampai di pelabuhan tapi kami belum menemukannya! " Ucap Gio.
__ADS_1
Arahkan CCTV yang kalian bawa ke seluruh pelabuhan agar aku bisa mengenalinya.
Gerry pun melakukan perintah Jhon agar mengarahkan CCTV tersebut.
"Kau lihat Pria berjas itu, Gio? " Ujar Jhon setelah menelisik lewat pantauan CCTV.
"Ya, aku melihatnya! " Sahut Gio.
"Dialah orangnya. Temui Dia, dan katakan kalian adalah suruhanku! " Titah Jhon.
Gio pun mengikuti perintah Jhon, mereka berdua menghampiri Pria berjas tersebut yang tengah berdiri seperti tengah menunggu seseorang.
"Hallo, Pak Broto! " Sapa Gio.
Pria berjas tersebut menoleh saat namanya di panggil, dan ia pun menelisik Gio, dan Gerry bergantian. " Siapa kalian? " Tanyanya.
Kemudian Gio memberitahu identitasnya pada Broto. Awalnya Broto tak percaya begitu saja namun setelah nama Jhon di sebut akhirnya ia percaya.
"Baiklah. Ini barang yang Jhon minta! Sekarang, berikan uangku! " Ujarnya.
Gerry pun menyerah sejumlah uang yang nilainya sangat banyak, setelah mengecek uang Tersebut Broto nampak tersenyum dan puas dengan hasil yang diberikan.
"Oke, deal. Nilainya sesuai!! " Sahutnya.
"Ikuti mereka!! " Titah seseorang.
Gio, dan Gerry melajukan mobilnya dan akan kembali ke markasnya.
2 mobil sedan mengikuti mobil Gio, dan Gerry dari belakang. Nampaknya mereka akan berbuat hal yang tidak baik, hingga saat ini Gio masih tak menyadari bahwa mobil di bekangnya tengah mengikutinya namun lama-kelamaan Gio mulai curiga dengan mobil tersebut, sebab mobil tersebut mencoba menyalip mobil mereka.
"Gerry. Apa kau lihat mobil di belakang? " Ucap Gio.
Gerry menoleh ke belakang, dan benar saja seseorang mengikutinya. " Ya. Sepertinya mereka mengikuti kita! " Sahutnya.
"Gerry. Kau siap? " Tanya Gio, setelah Gerry mengangguk kemudian Gio menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya dengan 100/ jam.
Mobil melaju dengan cepatnya, dan tentu saja mobil di belakang mereka juga melakukan hal yang sama dengan Gio.
"Kejar!! " Ujar seseorang dari belakang.
Hampir saja mobil yang mereka tumpangi hendak menyalip mobil Gio, dan Gerry namun Gio lebih lihai dari pada Mereka.
"Kurang ajar!! " Ujar Gio marah.
__ADS_1
Jika terus saling kejar seperti ini Gio yakin ia akan kewalahan sebab mereka melawan 2 mobil sekaligus. Hingga akhirnya Gio pun memberikan isyarat pada Gerry agar segera bertindak, dan mengangguk mengerti seraya mengambil senjata apinya dari jok belakang.
Gerry mengeluarkan kepalanya dan membidik sasaran, kemudian menembaknya.
Dor.. dor...
Tapi sayang, bidikan Gerry meleset namun walaupun begitu Gerry tak menyerah Gerry terus menembak lawannya bertubi-tubi hingga akhirnya tembakannya berhasil mengenai kaca mobil lawannya.
"Awas, hati-hati!! " Ucap seseorang di dalam mobil belakang. Sadar akan serangan Gio, dan Gerry kemudian ia pun segera mengambil senjatanya dan balik menyerang Gerry.
Ia pun mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya dan mulai menembaknya dan tembakannya tak meleset hingga mengenai kaca mobil Gio.
Gerry, dan Gio mulai kewalahan menandingi serangan sekutunya. Sepertinya mereka sudah handal akan hal ini. " Gawat, Gio!! " Ucap Gerry.
Keringat mulai membasahi kening Gio, ia pun mulai tegang saat mobil sekutunya hampir saja menyalipnya. " Gerry kau ambil alih kemudi ini, dan aku akan menyerang mereka!! " Ujarnya.
Gerry menyetujuinya, ia pun pindah ke jok belakang lebih dulu kemudian Gio berpindah ke samping kemudi.
Gio mulai menembak mobil sekutunya, dan serangan Gio berhasil mengenai Bannya dan mobil pun oleng kemudian terhenti.
"Kau hebat, Gio!! " Puji Gerry.
"Ini belum selesai. Masih ada satu mobil lagi! " Sahut Gio yang masih belum aman.
Gio pun kembali menyerang mobil lawannya, namun kali ini tembakannya meleset. Mobil di belakang pun tak mau kalah, mereka terus menyerang Gio hingga akhirnya terjadi baku tembak antara Gio dan juga lawannya.
Hampir saja mobil sekutunya akan mendekati mobilnya, namun Gerry terus malajukan dengan kecepatan tinggi hingga Gerry pun terpaksa mengeluarkan skill-nya.
Nampak mobil yang di Kendarai oleh Gio, dan Gerry berputar-putar. Gerry menunjukan aksinya dan mobil di belakangnya nampak kewalahan hingga dengan cepat Gio pun menembak mobil tersebut, dan tembakan Gio berhasil mengenai sang pengemudi mobil yang mereka tumpangi seketika oleng dan berputar-putar hingga terlihat percikan api sampai akhirnya meledak seperti boom.
Gio terlihat tersenyum penuh kemenangan. Ia pun kembali duduk dan mengambil nafas sebanyak-banyaknya setelah aksi yang menegangkan ini. Gerry pun melajukan mobilnya dengan santai kala melihat lawannya telah berhasil di papas habis.
"Gila. Ini aksi yang luar biasa! " Ucap Gio.
Tak berapa lama Gio, dan Gerry telah sampai di markas milik Jhon.
Gio, dan Gerry segera masuk dan menemui Jhon di ruangan sembari memberikan barang pesanan Jhon.
Jhon menautkan kedua alisnya, kala melihat tubuh Gio, dan Gerry yang banjir oleh keringat. "Habis apa kalian berdua? " Tanyanya.
Gio pum menceritakan kejadian yang mereka alami saat dalam perjalanan. Jhon yang mendengar cerita Gio pun bangkit dan bertepuk tangan, ia pun tersenyum bangga. " Good job! Aku suka dengan cara kalian. " Ucapnya bangga.
Untuk merayakan semua ini, Jhon pun memanggil beberapa wanita bayaran dan minuman yang akan membuatnya melayang.
__ADS_1
Jhon pun mengajak Gio, dan Gerry ikut serta dalam pesta ini. Mereka akan menikmatinya dengan suka cita.